Selasa, 31 Januari 2017

RAGAM VARIASI PIJATAN BAYI


Ada beragam variasi bentuk pijatan yang bisa diberikan kepada bayi. Setiap anggota tubuh memiliki cara tersendiri untuk dilakukan pijatan. Pijatan bisa dilakukan di kaki, tangan, punggung, dada, perut, sampai ke wajah. Jika kita ingin memijat seluruh badan maka pijatan dilakukan dari kaki lebih dahulu, kemudian ke arah tangan, perut, kemudian dada, punggung, diakhiri wajah.

Kaki dan tangan

Gerakan untuk kaki dan tangan memiliki metode sama, terdiri dari dua jenis, pijitan perah 'sapi swedia' dan perah 'sapi india'. Gerakan perah 'sapi swedia' itu membuat dua tangan pemijat berada di atas dan bawah kaki bayi kemudian menggosokkan ke bawah, dimulai dari pangkal ke ujung telapak kaki. Sedangkan perah 'sapi india' dengan gerakan sama, tapi arah sebaliknya. Setelah itu, untuk punggung kaki dan tangan, cukup dengan mengepalkan tangan pemijat kemudian gosokkan ujung jari yang menekuk ke punggung kaki dan tangan. Sedangkan di telapak kaki, cukup dengan menekan-nekan menggunakan jempol tangan, setelah itu tarik jari-jari bayi secara lembut, tidak perlu sampai mengeluarkan bunyi. Kegiatan pijat bayi dalam satu gerakan dilakukan sebanyak enam kali, untuk seluruh badan.

Wilayah perut

Pijatan di kawasan perut sangat manjur untuk obat saat bayi kembung dan susah buang air besar. Gerakan-gerakan pijatan yang akan dilakukan dianjurkan dimulai dari sebelah kiri ke kanan. Sebab, saluran lubang anus berada di sebelah kanan. Gerakan pertama yang perlu dilakukan seperti mengayuh sepeda, ketika dua tangan secara bergantian menekan dari bagian tulang bawah iga ke arah bawah perut.

Dilanjutkan dengan gerakan mengetik menggunakan tiga jari manis, tengah, dan telunjuk. Setelah itu, dilanjutkan gerakan ILU. Tangan dirapatkan, kemudian menarik dari bagian perut atas bayi menyerupai huruf ILU terbalik secara bergantian. Gerakan berikutnya yaitu bulan sabit matahari, seperti gerakan satu tangan mengitari perut bayi dan satu tangan memutar setengahnya. Bentuk tangan sama ketika melakukan gerakan ILU. Biasanya, sering kali dalam proses pijat ini ada bayi yang langsung buang air besar, tapi sebaiknya proses pijat tetap dilanjutkan.

Punggung

Setelah bagian perut selesai, dilanjutkan dengan bagian dada dengan gerakan menyilang, yakni tangan menekan bagian kanan atas ke arah tengah, kemudian bagian kiri ke arah tengah bagian kanan tulang iga. Gerakan berikutnya ILU, dengan bagian sekitar dada dan payudara. Untuk gerakan punggung, tangan bayi perlu diletakkan ke arah atas kepala, kemudian kepala dibuat miring agar mudah bernapas. Gerakan pertama yang perlu dilakukan yaitu mengayuh sepeda, kemudian tangan satu menekan ke bagian bokong bayi. Sedangkan satu tangan menekan dari atas ke arah bawah, ditutup dengan gerakan membentuk spiral dan diselesaikan mengusap keseluruhan punggung bayi.

Kualitas kulit bayi

Gerakan memijat muka dimulai melalui bagian pelipis yang ditarik dari dalam ke luar menggunakan kedua tangan. Kemudian, gerakan menyusuri dari atas hidung ke arah bawah mata kemudian ke ujung luar pelipis, dilanjutkan dengan menekan di bagian pelipis ke arah bagian belakang telinga. Berikutnya, bagian bibir menyusuri pipi dan berujung ke arah pelipis. Gerakan di muka harus mengarah ke atas, hal itu untuk membentuk senyum dan tidak menurunkan kualitas kulit bayi. 

Jika seluruh gerakan telah dilakukan, maka perlu ada pendinginan. Cukup dengan menekukkan kaki secara perlahan satu persatu dan bersamaan, kemudian tangan pun disilangkan di depan badan. Bagian yang perlu dihindari dalam memijat adalah bagian kelamin dan tali pusar. Bagian perut bayi yang sering kali masih ada tali pusar perlu dihindari. Sebaiknya, dilakukan di bagian gerakan ILU dan bulan sabit.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

PIJAT SAYANG UNTUK SI MUNGIL


Dahulu, dukun bayi biasa menjadi andalan keluarga untuk memijat bayi. Bayi yang tak bisa tidur, rewel, kerap dibawa ke nenek dukun. Pijatannya bisa menenangkan dan menidurkan bayi hingga pulas. Pijatan pada bayi tidak pernah punah, bahkan terus berkembang sesuai dengan zaman. Namun, jasa nenek dukun tak banyak lagi digunakan oleh keluarga modern.

Teknik pijatannya pun berbeda, Jika dahulu pijatan dikenal dengan tekanan keras pada bayi, justru sekarang sebaliknya, hanya perlu sedikit tekanan. Hindari bayi menangis ketika melakukan pijatan. Saat memijat bayi, diusahakan seluruh tangan terbuka dan menyentuh langsung pada kulit. Dengan membukakan tangan dan melakukan kontak langsung, di situ terjadi sebuah komunikasi. Menjadikan pijatan dapat mempererat kedekatan antara pemijat dan si bayi melalui sentuhan langsung yang membuat nyaman.

Tidak hanya ibu yang memijat si bayi, Ayah pun perlu melakukan agar ada koneksi dengan anak. Pijatan menghantarkan aura positif yang dapat dirasakan oleh anak secara langsung. Hal tersebut membuat kedekatan antara ibu, ayah, dan anak secara psikologis. Manfaat lain yang dapat dirasakan bayi ketika dipijat adalah memperbaiki tumbuh kembangnya. Sentuhan-sentuhan di titik tertentu membuat lancarnya aliran darah, bagian pencernaan sehingga berefek kepada kesehatan tubuh. Kemudian pijatan juga bisa meringankan hormon stres pada bayi.

Stres yang dirasakan bayi memang sering kali tidak tampak secara nyata di mata orang tua. Setelah dipijat suasana hati bayi akan kembali normal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memijat bayi. Yang pasti, ayah atau bunda harus membersihkan tangan dengan sabun lebih dahulu. Jangan berkuku panjang dan mengenakan cincin. Mengamankan tangan dari hal-hal yang bisa menyakiti bayi.

Secara umum, tak ada waktu tertentu untuk memijat bayi. Namun, hindari memijat bayi dalam kondisi kenyang. Jika dipaksakan akan membuat perut bayi menjadi tidak enak, atau justru akan membuat buang air besar. Kondisi lain yang perlu diperhatikan, ketika bayi sudah menolak untuk dipijat. Maka, jangan dipaksakan untuk memijatnya. Bisa-bisa jika terus dilanjutkan bayi akan merasa trauma, sampai bisa merasa ketakutan jika melihat orang yang akan melakukan pijatan.

Diusahakan ketika akan memijat ciptakan suasana yang nyaman, dalam keadaan bersih, menggunakan minyak-minyak tertentu, dan mengajak berbicara lebih dahulu. Setiap kali akan memijat, orang tua juga perlu meminta izin pada anak. Ini menjadi satu cara bayi merasa nyaman ketika mulai disentuh, bahkan akan diminta untuk terus dipijat. Pada umumnya, bayi tidak memiliki batas minimal untuk dipijat. Setelah lahir pun biasanya sudah dapat dipijat. Namun, disarankan, pijatan dilakukan setelah bayi berumur dua hari. Fokus perhatian lebih baik bagi ibu untuk membiasakan memberikan ASI. Setelah dua hari kelahirannya, bayi dapat memulai sensasi pijatan hingga berusia yang tidak dapat ditentukan.

Bahkan, bayi prematur pun tidak masalah untuk dipijat. Namun, pijatan hanya sebatas membelai dan mengusap, bukan memberikan tekanan. Ketika melakukan pijatan pun disarankan untuk mendapatkan dampingan suster agar lebih aman. Ibu juga perlu melakukan percakapan dengan kata-kata menyemangati dan bernada positif. Pijatan pada bayi prematur ini dapat membuat berat badan bayi cepat bertambah dan membuat bayi segera normal.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.
fixedbanner