Senin, 18 Februari 2013

14 Jenis Imunisasi Wajib untuk Anak




Selain memperhatikan gizi dan menjaga kesehatan, imunisasi adalah salah satu cara pencegahan utama terhadap suatu penyakit. Imunisasi merupakan program untuk memenuhi Konvensi Hak Anak PBB, sehingga pemerintah dan orangtua wajib memberikan upaya kesehatan yang terbaik untuk anak, meliputi pemberian imunisasi.

Secara berkala, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melakukan evaluasi mengenai jadwal imunisasi, berdasarkan perubahan epidemiologis penyakit, kebijakan kementerian kesehatan/WHO, kebijakan global, dan pengadaan vaksin di Indonesia. Sekarang, tidak dibedakan lagi imunisasi yang diwajibkan dan yang dianjurkan, mengingat semua imunisasi Harus diberikan pada bayi dan anak.

Apa saja jenis imunisasi tersebut?

BCG

Berisi suspensi M.Bovis hidup yang sudah dilemahkan. Imunisasi ini tidak mencegah infeksi Tuberkulosis (TB) tetapi mengurangi risiko terjadinya TB berat seperti meningitis TB dan TB milier.

Hepatitis B
Tersedia vaksin kombinasi HepB dan DTP yang berdasarkan hasil penelitian Biofarma dapat memberikan respon antibodi lebih baik daripada diberikan secara terpisah.

Polio

Polio bisa menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan dan susah bernafas. Vaksin polio digolongkan menjadi dua jenis, yaitu IPV (inactivated polio vaccine) yang berisi virus polio yang sudah dimatikan. Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan dan OPV (oral polio vaccine), yang mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan.

DPT
Terdapat jenis vaksin DtaP (pertusis aselular) atau yang pada orang awam dianggap sebagai vaksin DTP yang tidak menimbulkan demam. Meskipun reaksi paska imunisasi DtaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah dibanding DTP biasa, namun vaksin tersebut masih dapat menimbulkan reaksi demam dan pembengkakan seperti jenis vaksin lain.

Campak

Jika menjangkit anak-anak terutama anak dibawah lima tahun, campak bisa berefek fatal.

HIB

Tersedia vaksin kombinasi DTP dan HIB dengan daya imunogenitas yang tetap tinggi tanpa mempengaruhi respon imun satu sama lainnya.

PCV

Bayi yang berisiko tinggi mengalami kolonisasi pneumokokus, yaitu bayi dengan infeksi saluran napas atas, menjadi perokok pasif, bayi yang tidak mendapatkan ASI, dan bayi yang tinggal di negara 4 musim (pada musim dingin).

ROTAVIRUS

Di Indonesia, diare menjadi 28% penyebab kematian pada balita. Tersedia vaksin monovalen (Rotarix) dan pentavalen (Rotareq).

INFLUENZA

Rekomendasi IDAI, imunisasi influenza diberikan pada:
- Anak sehat yang berusia 6 bulan – 2 tahun.
- Anak dengan penyakit jantung kronik, asma, diabetes, penyakit ginjal kronis dan HIV.
- Anak yang tinggal di tempat seperti asrama, panti asuhan, atau pesantren.
- Orang yang bisa menularkan virus flu pada orang yang berisiko tinggi, seperti pengasuh anak dan petugas kesehatan.

VARISELA

Tidak boleh diberikan pada anak yang sedang demam tinggi, hitung limfosit yang rendah, alergi terhadap neomisin, dan adanya defisiensi imun seluler.

MMR

Imunisasi MMR tetap diberikan meskipun anak memiliki riwayat infeksi campak, gondongan, maupun rubela. Tidak ada efek imunisasi yang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. Imunisasi ini juga tidak berhubungan dengan autisme.

TIFOID

Tifoid atau yang lebih dikenal dengan thypus adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Bakteri ini sering ditemukan di air dan lingkungan tempat tinggal yang tidak dijaga kebersihannya.

HEP A
Hepatitis A adalah penyakit peradangan pada liver (hati) yang tidak jarang pula menjangkit anak-anak.

HPV

Jadwal pemberian imunisasi HPV tergantung dari jenis vaksin yang akan digunakan. Imunisasi ini dapat diberikan pada pasien sejak usia 10 tahun. Jika menggunakan vaksin HPV bivalen, diberikan 3 dosis. Dosis kedua dilakukan sebulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga dilakukan 5 bulan kemudian. Sedangkan vaksin HPV tetravalen, juga diberikan 3 dosis, namun dosis kedua diberikan 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan 4 bulan kemudian.

Sebelum memberikan vaksinasi, dokter disarankan untuk memberikan penjelasan lebih dulu mengenai vaksinasi tersebut, di antaranya mengenai bahaya penyakit, manfaat imunisasi, serta reaksi yang mungkin dapat timbul setelah imunisasi.
Bagi orang tua, sebaiknya memberitahukan kepada dokter hal-hal yang terkaitan kontraindikasi yang mungkin pernah terjadi sebelum imunisasi diberikan, misalnya riwayat penyakit anak, alergi terhadap neomisin, riwayat imunisasi sebelumnya, dan terapi yang sedang dilakukan. Hal ini berguna untuk mengantisipasi reaksi tubuh anak usai imunisasi.
Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


Minggu, 17 Februari 2013

TIPS MEMIJAT BAYI




1. Lama waktu memijat tergantung dari mood si Bayi. Umumnya, durasi maksimal 20 menit di mana tiap bagian dilakukan minimal 3 kali pijatan. Itu sudah cukup untuk bayi.

2. Cara pijat bayi berbeda dengan orang dewasa. Anda cukup mengusap-usap tubuh bayi. Ukurlah tekanan pijatan anda dengan cara menekan mata anda dalam keadaan tertutup. Selama mata anda masih merasa nyaman, berarti tekanan itu juga aman untuk tubuh bayi.

3. Usakan memijat  menggunakan minyak alami. (natural oil) seperti ekstrak atau sari minyak yang berasal dari buah atau tumbuhan untuk mengantisipasi jika bayi anda punya kebiasaan mengisap jari.

4. Pijat bayi setiap hari setelah ia dimandikan. Pasalnya, suhu tubuh bayi akan naik dan pori-porinya lebih terbuka usai dipijat. Jika ibu memandikan bayi usai ia dipijat, bayi akan masuk angin atau sakit.

5. Jangan memijat bayi ketika ia sedang tidak fit, demam, atau sakit lainnya.

6. Selalu cek suhu tubuh anak sebelum dipijat. Suhu yang aman adalah di bawah 37,5 derajat Celcius.

Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

KHASIAT PIJAT BAYI




Membantu sirkulasi darah bukan satu-satunya manfaat memijat bayi. Sentuhan lembut ini juga bias membuat bayi tidak cengeng, sebab ia menjadi lebih mudah tidur dan meningkatkan nafsu makan. Alhasil, buah hati pun lebih ceria. Jadi, tunggu apalagi, Bu ? Yuk, pijat bayi anda sekarang.

1. KAKI
Mulailah memijat bayi anda dari kaki. Pegang pergelangan kaki dengan satu tangan dan usapkan kaki dengan tangan yang lainnya dari pergelangan hingga pangkal paha. Pijat perlahan dari bawah hingga atas tanpa putus.
Manfaat : Bagi anak-anak yang sedang belajar berjalan, pijatan di bagian ini berguna untuk menguatkan otot dan saraf motorik di bagian kaki. Selain itu, pijat kaki juga bisa meredakan rasa pegal usai bayi belajar berjalan.

2. PERUT
Buat gerakan pijat “I Love You” dengan membentuk huruf ‘I’, ‘L’, da ‘U’. Gerakan ‘I’ dimulai tegak lurus dari rusuk bawah sebelah kiri hingga ke bawah perut. Gerakan ‘L’, tangan ibu bergeser dari rusuk bawah sebelah kanan ke kiri, lalu turun ke perut bawah. Sedangkan gerakan ‘U’ dimulai dari perut bawah bagian kanan naik ke atas lalu ke rusuk kiri dan berakhir di perut bawah sebelah kiri.
Manfaat : Gerakan ini akan membantu bayi yang sulit buang air besar dan mengatasi perut kembung.

3. DADA
Lakukan gerakan butterfly (kupu-kupu), di mana kedua telapak tangan ibu berdampingan di tengah dada bayi. Pijat dada dengan gerakan memutar dari dalam ke luar.
Manfaat : Gerakan ini baik untuk membantu pernapasan bayi, terutama jika bayi sedang flu atau batuk.

4. TELAPAK KAKI
Pertama, pijat punggung kaki dengan gerakan memutar dari pangkal jari hingga ke pergelangan kaki. Lalu, pijat telapak kaki dengan gerakan memutar dimulai dari tumit hingga ke pangkal jari.
Manfaat : Sama seperti kegunaan pada pijat di bagian kaki, pijat di bagian telapak kaki juga bisa menyembuhkan rasa pegal usai belajar berjalan. Pasalnya, beban tubuh bayi ditopang telapak kaki.

5. PUNGGUNG
Pijat punggung bayi dengan kedua telapak tangan anda. Usap punggung dari bokong lurus ke pundak dengan gerakan memutar dari dalam ke luar.
Manfaat : Tubuh bayi, terutama punggung, akan terasa pegal saat ia terlalu lama digendong atau tidur di kasur dalam posisi yang sama selama beberapa waktu. Pijat ini bermanfaat untuk merelaksasi pungungnya dan menghindari perkembangan tulang belakang bayi yang tidak sempurna.

6. TANGAN DAN LENGAN
Pegang telapak tangan anak dengan tangan kiri. Pijat menggunakan tangan kanan anda dari pergelangan tangan hingga ke pangkal lengan atas atau bawah ketiak. Usapkan perlahan dari bawah hingga ke atas.
Manfaat : Gerakan ini memperlancar peredaran darah dan merangsang otot dan saraf motoric tangan anak.

7. RAHANG
Lakukan pijatan dari rahang atas hingga ke dagu (memutari mulut)
Manfaat : Gerakan ini akan merangsang pertumbuhan gigi bayi.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867
fixedbanner