Rabu, 07 Januari 2015

PEMBERIAN ASI TETAP LANCAR KALA BEKERJA




Meski harus kembali bekerja di luar rumah, ibu tetap bisa memberikan ASI pada buah hati dengan langkah-langkah tepat berikut ini.

MENABUNG ASIP

Masa cuti melahirkan merupakan saat yang tepat untuk mulai ‘menabung’ ASIP (Air Susu Ibu Perah). Sebab, pada awal menyusui, biasanya ASI keluar berlimpah, sedangkan kebutuhan bayi masih sedikit. Dengan stok ASIP yang cukup, ibu akan lebih tenang saat harus kembali bekerja.

SIMPAN DENGAN SESUAI

Setelah diperah, simpan ASI sesuai dengan tata cara yang benar. Beri label tanggal dan jam memerah pada botol atau plastik ASI. Bila akan digunakan dalam waktu kurang dari 4 jam, ASIP bisa disimpan dalam suhu ruang. Sedangkan bila akan digunakan dalam waktu lebih dari 5 jam, simpanlah di dalam lemari es pada suhu 4 derajat Celcius (tidak sampai beku). Jika untuk stok yang lebih lama, ASIP harus disimpan di dalam freezer. Pastikan juga pengasuh anak di rumah sudah diajarkan tata cara pemberian ASIP yang benar.

SUSUI SESERING MUNGKIN

Sebelum ibu berangkat bekerja, susui bayi hingga kenyang. Begitu pula saat pulang kerja, sebelum tidur, dan di malam hari. Memang, menyusui di malam hari sepulang kerja pasti melelahkan. Tetapi, pikirkanlah bahwa si kecil sangat menunggu-nunggu waktu bersama ibunya. Bahkan, tak jarang bayi ikut berubah pola tidurnya (lebih banyak tidur di siang hari dan lebih banyak menyusu di malam hari) ketika sang ibu mulai bekerja di siang hari. Nikmati waktu menyusui di malam hari ini sambil membelai mesra si kecil. Selain membuat produksi ASI tetap lancar, bonding yang hangat membuat bayi tetap terbiasa dengan payudara ibunya meski telah terpapar dot atau sendok di siang hari.

MULAI HARI KAMIS

Saat akan bekerja, persiapkan segala kebutuhan memerah ASI di kantor pada malam hari sebelumnya. Breast pump, botol susu, nursing cover, ice pack, serta cooler bag, harus dipastikan dalam kondisi bersih dan siap pakai. Jika memungkinkan, idealnya mulailah bekerja pada hari Kamis. Ini berguna agar ibu dan bayi lebih mudah menyesuaikan ritme baru, sebab di hari Sabtu sudah bisa bersama lagi. Jika perlu, lakukan simulasi jauh hari sebelum ibu benar-benar mulai bekerja. Ini berguna agar bayi dan pengasuhnya mulai bisa beradaptasi dengan pola ASIP.

PERAH DI KANTOR

Perahlah ASI setiap 3-4 jam agar payudara terus terstimulasi untuk memproduksi ASI dengan lancar. Memang, pada praktiknya tak jarang ibu bekerja terbentur dengan padatnya jadwal kerja. Namun, jangan tunggu hingga payudara membengkak. Sebisa mungkin, luangkan waktu meski hanya 10 menit untuk memompa ASI. Yang penting adalah frekuensi, bukan lamanya waktu memerah. Setelah itu, jangan lupa simpan ASIP dengan benar di dalam lemari es.

JAGA KONDISI HATI

Saat memerah di kantor, ibu harus dalam kondisi nyaman dan tenang. Semakin tenang, produksi ASI akan semakin lancar. Pastikan semua peralatan memerah sudah steril dan lakukan pijatan ringan pada payudara sebelum memerah.

DIBANTU KURIR

Jika stok ASIP tidak cukup, perahlah di tempat bekerja lalu gunakan jasa kurir ASI untuk mengantarkan ke rumah. Sekarang, jasa kurir ASI semakin banyak tersedia dengan harga relatif terjangkau. Pilihlah jasa kurir ASI yang dapat dipercaya. Tak ada salahnya meminta rekomendasi pada komunitas menyusui, keluarga, atau teman yang pernah menggunakan jasanya.

TANPA BOTOL DI AKHIR PEKAN

Akhir pekan adalah saat ibu memaksimalkan waktu menyusui si kecil. Jadi, simpanlah semua botol susu, kecuali ibu ingin menambah stok ASIP

ASUPAN BERGIZI

Tak bisa dipungkiri, salah satu kunci sukses memberikan ASI adalah dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman bagi ibu. Dengan asupan bergizi, kualitas ASI akan tambah bagus. Misalnya, sayuran hijau dan kacang-kacangan. Cukupi juga konsumsi air putih.

DUKUNGAN LINGKUNGAN

Membagi waktu antara mengurus bayi dengan bekerja bukan perkara mudah. Apalagi, jika ini menjadi pengalaman pertama bagi ibu menyusui. Oleh karena itu, ibu menyusui sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, baik di rumah maupun di kantor.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Selasa, 06 Januari 2015

MENITIPKAN ANAK KALA ORANGTUA BEKERJA



Banyaknya orangtua yang bekerja di kota besar menimbulkan problem yang tidak sedikit. Mulai dari kemacetan menuju tempat kerja karena jauhnya hunian dari tempat kerja, hingga problem yang tak kalah penting, bagaimana nasib anak-anak jika kedua orangtua sama-sama bekerja. Meninggalkan buah hati bersama pengasuh atau asisten rumah tangga, tak sedikit yang khawatir dan tak tenang. Ditambah, tak ada orangtua yang tinggal berdekatan untuk dititipi si kecil. Kalaupun orangtua tinggal dekat rumah, lama-kelamaan pasti ada rasa tak enak karena telah membebaninya dengan tanggung jawab baru mengurus cucu.

Meninggalkan anak untuk bekerja memang tak selalu mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, tak hanya segi pertumbuhannya saja, tapi juga kebutuhan nutrisi, kemandirian, bermain yang aman, dan banyak lagi. Kini, alternatif menitipkan anak di daycare mulai banyak dipilih. Namun menitipkan anak di daycare memang membutuhkan persiapan matang. Apa pun pilihan anda dan pasangan, berikut kelebihan dan kekurangannya.

PENGASUH

Memilih pengasuh, kini memang terasa lebih sulit. Apalagi mencari pengasuh atau asisten rumah tangga yang memiliki pendidikan dan tata krama sesuai yang diharapkan. Bisa saja, setelah selama ini orangtua mengajarkan disiplin sesuai norma-norma yang dianggap benar, malah jadi terkikis akibat perbedaan pengasuhan yang dilakukan pengasuh. Mulai dari sopan santun, kedisiplinan, kemandirian, tata krama, dan budi pekerti, adalah hal-hal penting yang harus diajarkan ke anak usia batita alias 0-3 tahun. Nilai-nilai dasar ini sangat penting, bermanfaat, dan berguna hingga kelak anak dewasa.

Meski secara bayaran terbilang lebih murah dan pengasuh akan stand by di rumah lebih lama, namun tak dipungkiri, memiliki pembantu yang berkualitas sangat sulit. Kadang ketika pembantu sudah cocok dan pas, ada saja cerita ia pulang kampung dan memilih tak kembali. Ini sering terjadi karena pengaruh budaya santai yang tertanam pada diri pengasuh.

NENEK ATAU KAKEK

Perbedaan usia yang jauh antara nenek dan kakek dengan anda, disadari atau tidak, pasti menghasilkan pola asuh yang berbeda. Pengetahuan yang semakin berkembang saat ini, mungkin tidak terlalu dipahami oleh sang kakek dan nenek. Belum lagi, keterbatasan tenaga ketika cucu sudah semakin aktif berlari ke sana ke mari. Ini bisa jadi problem tersendiri. Buntutnya, cucu bisa terus disalahkan padahal pada dasarnya ini terjadi karena proses pertumbuhan anak. Artinya, ia harus berkembang secara motorik. Tapi kalau ativitas aktifnya tidak difasilitasi dengan baik, jadinya anak memang malah merusak.

DAYCARE

Pengasuhan di daycare membuat anak dipantau sesuai usia, ditambah pengasuh yang memahami tumbuh kembang anak. Selama dititipkan, anak akan diajak beraktivitas disesuaikan dengan usianya. Jadi tak sekedar dititipkan melainkan ada pembelajarannya Termasuk perkembangan motoriknya. Hanya saja, memang ada kelemahan ketika anak berada di daycare. Berada di area publik pasti sangat mudah tertular penyakit. Namun, di beberapa daycare, jika anak demam lebih dari 38 derajat, akan diminta beristirahat dan tak datang dulu karena takut menular ke anak lain. Ada pula daycare yang memiliki ruang isolasi untuk anak yang sakit, sehingga bisa dipisahkan saat ia menunggu dijemput.

Lalu bagaimana soal biaya ? Secara hitungan kasar, sebenarnya menitipkan anak di daycare relatif lebih irit. Tapi tentu saja tergantung daycare-nya. Karena di daycare anak juga diajarkan dan ditunjang tumbuh kembangnya. Jadi coba bandingkan biayanya dengan biaya baby sitter dan sekolah anak. Tentu, dua biaya tersebut akan lebih besar. Selain itu, kebiasaan tempat tinggal yang jauh dari kantor ditambah kemacetan, membuat orangtua harus berangkat pagi sebelum anak bangun dan pulang setelah anak tertidur. Maka, bila dititip di daycare, orangtua malah bisa berinteraksi selama di perjalanan pergi dan pulang.

TELITI MEMILIH DAYCARE

Masalah keamanan anak, memang tergantung pada keyakinan orangtua menemukan chemistry antara pengasuh di rumah atau di daycare. Berikut beberapa pertimbangan sebelum memilih daycare.

1.       Lihat Fasilitas
Perhatikan program, kebersihan, dan fasilitas. Apakah daycare memiliki program yang jelas, menjaga kebersihan ruangan, higienis, dan memiliki fasilitas yang sesuai usia anak ? Kalau disediakan makan, perhatikan juga seperti apa makanannya. Jangan sampai makanan yang disediakan malah makanan instan atau olahan yang tidak segar. Perhatikan juga, apakah makanan yang diberikan sehat dan sesuai dengan keperluan anak ? Terutama untuk bayi, jangan ada penambahan gula dan garam.

Pasalnya, nutrisi untuk tumbuh kembang anak sangat penting. Apalagi anak-anak tersebut dalam masa pertumbuhan. Jadi harus diperhatikan betul nutrisi yang dimakan.

2.      Cukup Perhatian
Cari tahu juga, apakah pengasuh dan guru cukup memberikan perhatian bagi anak-anak di daycare ? Yang diinginkan anak-anak adalah perhatian. Pastikan pola kerjanya memenuhi hal-hal yang dibutuhkan anak. Jangan sampai hanya memberi makan, memandikan, dan mengajak main saja.

Tentu saja orangtua menginginkan yang terbaik buat buah hati. Sehingga, harus dipastikan pengasuh tersebut mewakili orangtua anak. Perhatian yang diberikan seputar kemandirian, misalnya, minum susu tidak pakai botol, melainkan gelas. Meski terlihat sepele, namun ini sangat penting diterapkan ke anak. Seperti mengajarkan kebiasaan rapi, bersih, dan teratur. Ada waktunya tidur siang, bemain, dan belajar. Tidak sekedar membuat anak-anak senang tapi punya prinsip dari etika yang baik.

Cocok atau nyamannya anak akan terlihat dari kondisinya saat di daycare. Sama seperti orang dewasa, anak juga punya perasaan takut di tempat baru, butuh adaptasi dengan orang baru, atau sempat tidak bisa bicara dan hanya menangis.

Terkadang, orangtua yang menitipkan anaknya di daycare menyerahkan semuanya kepada pengasuh atau guru di daycare. Sebaiknya, orangtua jangan menyerahkan seluruh tanggung jawab ke daycare. Tapi justru bekerja sama dan saling membantu agar anak-anak mendapat yang terbaik. Saat terjadi perubahan pada anak, misalnya, harus ditelusuri dulu penyebabnya. Apakah benar perubahan itu dari pengaruh daycare atau tanpa sadar ada perubahan yang dilakukan orang tuanya. Ini harus saling bekerja sama untuk mengetahui penyebabnya. 

Yang jelas, lakukan komunikasi yang baik dengan orang-orang di daycare. Kenali juga orangtua dari anak lain yang ada di sana. Pasalnya, orangtua yang kooperatif akan memudahkan terjalinnya hubungan dan kerja sama baik antara orangtua dan pengasuh daycare.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Senin, 05 Januari 2015

MENGAJAK SI KECIL TERBANG PERDANA




Ternyata usia bayi di atas tiga bulan sudah dianggap aman untuk bepergian menggunakan pesawat. Pasalnya, di usia tersebut, kondisi fisiologis bayi sudah bisa menyesuaikan ketika harus berhadapan dengan segala kondisi perubahan lingkungan. Misalnya, hawa dingin, tekanan udara, serta risiko paparan bakteri dan kuman di dalam ruangan tertutup seperti kabin pesawat. Untuk kenyamanan anak dan keamanan saat terjadi turbulensi, meski masih berusia di bawah 2 tahun, lebih baik anak dipesankan tempat duduk tambahan jika posturnya sudah terlalu besar untuk terus dipangku orangtua.

Berikut ritual ampuh yang perlu dilakukan sebelum memulai penerbangan perdana bersama si kecil :

KONDISI KESEHATAN

Sebelum membawa anak bepergian dengan pesawat, akan lebih aman jika anda konsultasikan dulu kesehatannya ke dokter. Terlebih jika anda berencana menempuh perjalanan jauh. Jika kondisi anak dinyatakan kurang fit, lebih baik tunda keberangkatan.

PAKAIAN NYAMAN

Suhu udara di pesawat adalah antara 20-24 derajat Celcius. Pilih bahan pakaian yang lembut, hangat, dan nyaman. Jangan terlalu tipis atau terlalu tebal agar tak mengganggu geraknya. Jika perlu, tambahkan sweater, selimut, sarung tangan, atau kaus kaki. Saat tidur, mintalah bantal tambahan agar lebih nyaman.

OBAT-OBATAN WAJIB

Jangan lupa untuk membawa obat-obatan ‘wajib’ si kecil, seperti obat penurun panas atau minyak kayu putih. Jika harus mebawa obat-obatan tertentu yang memerlukan resep dokter, jangan lupa membawa resep aslinya.

JAM SESUAI TIDUR

Salah satu trik yang banyak dilakukan orangtua adalah membuat anak sibuk sebelum penerbangan sehingga di udara anak merasa lelah dan tertidur. Cara lain, sesuaikan jam perjalanan dengan jam tidur anak. Misalnya, saat akan melakukan perjalanan panjang, pilihlah pesawat malam agar anak langsung terlelap sepanjang perjalanan dan merasa lebih segar di kota tujuan. Sementara untuk perjalanan pendek, pilihlah terbang pada jam tidur siang si kecil.

TRIK SAAT TAKE OFF

Anak biasanya rewel saat pesawat take-off atau landing. Orang tua harus tenang agar tidak diserang rasa panik yang dapat menular kepada anak. Jika masih menyusui, segera berikan ASI (Air Susu Ibu) pada anak. Jika tidak, berikanlah dot, permen, atau makanan ringan. Gerakan mengisap atau mengunyah makanan berguna untuk mengurangi tekanan udara. Memberi minum sesering mungkin juga dapat menghindarkan anak dari dehidrasi karena udara dalam kabin pesawat yang kering.

LAYANAN KHUSUS

Setiap maskapai memiliki layanan khusus untuk anak, seperti menu makanan khusus anak, snack, goodie bag, baby bassinet, serta sabuk pengaman tambahan. Maskapai memiliki aturan berbeda, apakah penumpang boleh membawa stroller dan car seat ke kabin atau tidak. Selain itu, keluarga biasanya mendapat prioritas saat boarding dan turun pesawat. Tempat duduk pun diberikan posisi di depan agar bisa menempatkan baby bassinet. Pastikan anda memanfaatkan layanan ini dengan memberikan informasi lengkap pada saat memesan tiket pesawat atau paling lambat saat melakukan check in lebih awal.

TAS SERBAGUNA

Bawalah sebuah tas yang khusus berisi perlengkapan penting anak ke dalam kabin. Beberapa helai pakaian ganti, kaus kaki, penutup telinga, selimut, topi, obat-obatan, popok, tisu basah, makanan, susu, botol, dot, kain gendongan, kain penutup menyusui, serta mainan favorit anak. Jika membawa makanan atau minuman dalam bentuk cair, tempatkan dalam wadah-wadah bening yang ukurannya sesuai ketentuan yang berlaku agar anda tak perlu berurusan dengan pihak berwajib saat di bandara.

DOKUMEN PENTING

Untuk anak di bawah usia 2 tahun, bawalah dokumen penting anak berupa fotokopi akta kelahiran jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

PENGALIH PERHATIAN

Khawatir anak rewel karena bosan ? Bawalah gadget, mainan, buku gambar, pensil warna, buku cerita, serta camilan kesukaan anak. Untuk mengusir rasa bosan dan pegal, sesekali ajak anak berjalan-jalan di koridor pesawat. Kesibukan dan perut yang kenyang akan membuat anak lebih tenang.

CERITA PENGALAMAN

Pengalaman ‘terbang’ perdana bisa membuat anak sangat excited atau justru khawatir. Maka sebelum berangkat, sebaiknya luangkan waktu untuk mengobrol dengan anak sambil bercerita tentang rencana perjalanan menggunakan pesawat, hal-hal apa saja yang bisa dilakukan sepanjang perjalanan, dan sebagainya. Lakukan dengan cara menyenangkan, misalnya sambil browsing gambar atau video tentang pesawat.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


Kamis, 01 Januari 2015

INFO KESEHATAN : DIABETES GESTASIONAL, -Rawan Diderita Ibu Hamil




Diabetes Gestasional (DG) adalah salah satu sub tipe dari diabetes mellitus. Perempuan yang tidak pernah didiagnosis diabetes sebelumnya namun menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi selama kehamilan, artinya ia mengalami DG. DG terjadi selama kehamilan dan umumnya pulih setelah melahirkan. Pada wanita hamil, DG biasanya timbul saat usia kandungan di atas 6 bulan. Saat itu, glukosa dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Ada beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya DG. Di antaranya, riwayat keturunan keluarga, obesitas, pernah melahirkan bayi dengan berat badan di atas 4 kg, hamil pada usia yang tidak lagi muda, atau pernah mengalami diabetes pada kehamilan sebelumnya.

Gejala yang terjadi pada penderita DG biasanya dihubungkan dengan gejala alami yang biasa dialami ibu hamil. Sehingga, tak jarang saat keluhan diartikan sebagai gangguan kehamilan semata karena memang gejalanya tidak terlihat berbeda. Untuk itu, sangat penting dilakukan check-up secara menyeluruh untuk mengetahui kadar gula darah pada ibu hamil. Seperti diabetes umumnya, gejala yang muncul pada DG adalah banyak makan, minum, buang air kecil, cepat merasa lelah, dan mudah kesemutan. Selain itu, karena kadar gula darah yang tinggi, sistem imun tubuh pun jadi menurun sehingga mudah terjadi infeksi. Infeksi ini dapat berupa infeksi saluran kemih, keputihan, dan lain-lain.

Ciri lain adalah berubahnya kebiasaan makan, yaitu menjadi semakin banyak makan dan tetap merasa lapar. Penderita diabetes mengalami hal demikian karena glukosa darah menjadi tidak masuk ke sel tubuh. Karena semakin banyak makan, gula darah akan semakin tinggi, dikarenakan insulin tidak bekerja efektif lagi memasukkan glukosa atau makanan ke sel tubuh. Sel pun menjadi ‘kelaparan’ dan penderita mudah merasa lelah serta tidak pernah merasa kenyang.

Lantas, apa dampak dari DG pada ibu hamil ? Faktanya, DG memang bisa mempengaruhi kondisi ibu hamil dan janin. Di antaranya, calon ibu bisa melahirkan sebelum waktunya, terjadi pre-eklamsia, hipertensi, kelahiran secara caesar, atau juga risiko terjadinya diabetes di kemudian hari. Sedangkan risiko pada janin, umumnya berhubungan dengan kelahiran bayi yang besar, sehingga mengakibatkan bayi mengalami distosia, cedera bahu, hipoglikemia neonatal, dan hiperbilirubinemia atau bayi lahir kuning.

Kemungkinan terjadinya diabetes pada ibu hamil mengakibatkan skrining (screening) sebaiknya dilakukan sejak sebelum hamil hingga selama ibu mengandung. Apalagi pada ibu hamil dengan risiko tinggi, mereka harus melalui skrining sedini mungkin. Meski di awal pemeriksaan kadar gula darah di angka normal, tetap harus diulang pada 24 hingga 28 minggu kemudian. Selama kehamilan, kondisi bayi dan ibu memang harus terus dimonitor, bahkan hingga ibu telah melahirkan, hingga tiga tahun usai melahirkan. Ini karena ia tetap memiliki risiko menderita diabetes mellitus pasca melahirkan. Sehingga, perlu dilakukan kontrol ke dokter secara teratur.

Penanganannya, yang terpenting adalah melalui diet makanan. Ibu hamil tetap membutuhkan asupan gizi seimbang, yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu selama hamil. Pilihan makanan, hendaknya yang memiliki indeks glikemil rendah. Di samping itu, melakukan aktivitas fisik setiap hari selama 30 menit, seperti senam hamil, renang, atau berjalan kaki, juga dapat menurunkan resistensi insulin. Kontrol gula darah dengan glukometer juga harus dilakukan dengan disiplin. Alat ini digunakan untuk mengetahui dan mengontrol kadar gula darah. Lebih praktis, karena bisa dilakukan sendiri di rumah sehingga kadar gula bisa terus dimonitor.

Pasalnya, kadar gula darah akan berubah-ubah setiap waktu. Sebutlah, setelah makan, kadar gula tubuh akan naik tergantung jenis makanan apa yang dikonsumsi karena setiap makanan memiliki kadar glukosa berbeda. Maka, sangat disarankan untuk rutin mengukur kadar gula darah secara mandiri. Dengan memonitor konsentrasi glukosa darah, berarti mempertahankan kadar gula darah sehingga tidak meningkat.

Lantas, pada kadar berapa gula darah sebaiknya dipertahankan ? Kadar gula darah pada ibu hamil sebelum makan idealnya adalah 85-95 mg/dl. Sedangkan, satu jam setelah makan, kadar gula darah yang ideal adalah <140 mg/dl dan pada 2 jam setelah makan <120 mg/dl. Apabila dibuat catatan secara rutin dan berkala, maka akan terlihat kenaikan dan penurunan kadar gula darah. Mungkin, pada makan siang hasil monitor kadar gula darahnya jelek karena menu makanan. Jika demikian yang terjadi, maka bisa dilakukan kontrol agar kadarnya kembali sesuai. Dengan alat tersebut, antara pasien dan dokter akan sama-sama memantau dan bekerjasama untuk memperbaiki jika hasilnya kurang baik.

Tak cukup sampai di situ, perlu juga untuk melakukan pemeriksaan HbA1C. Pengukuran HbA1C dilakukan untuk mengukur konsentrasi glukosa darah rata-rata selama 3 bulan terakhir. Normalnya, nilai HbA1C pada bukan penderita diabetes adalah 3,5-5,5 persen. Sedangkan untuk penderita diabetes, nilai kontrol gula darah yang baik adalah di bawah 6 persen. Sementara jika sudah mencapai 9-10 persen, berarti kondisi sudah bisa digolongkan pada kategori berbahaya.

Perlu diketahui pula, insulin bekerja bukan hanya untuk menurunkan glukosa darah atau metabolisme karbohidrat. Melainkan juga bekerja pada metabolisme protein dan lemak. Jika berlama-lama tidak terkontrol, maka dapat mengakibatkan komplikasi lain seperti stroke, penyakit jantung koroner, gangguan ginjal, penyakit mata, hipertensi, neuropati alias saraf, dan lainnya.

Membuat kadar gula darah stabil memang bisa dilakukan salah satunya dengan pengaturan makan dan olahraga selama dua minggu. Namun, bila dalam rentang waktu itu tidak juga tercapai sasaran normoglikemia, maka terapi insulin harus segera dimulai. Insulin merupakan hormon yang diproduksi sel beta di dalam pankreas dan digunakan untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi.

Beberapa jenis insulin yang umumnya digunakan adalah :
1.       Kerja cepat (rapid acting) : efek puncak 2-4 jam setelah penyuntikan dengan durasi kerja sampai 6 jam.
2.      Kerja menengah (intermediate acting)
3.      Kerja panjang (long acting)

Untuk tujuan mempertahankan insulin basal yang konstan, terapi insulin dimulai dengan dosis kecil terlebih dahulu, kemudian biasanya akan meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Sementara pada penderita DG dengan hiperglikemia yang terjadi hanya pada pagi hari, cukup diberikan suntikan insulin kerja menengah sebelum tidur malam sebanyak 1 kali sehari. Pasien dengan hiperglikemia pada keadaan puasa maupun sesudah makan, sebaiknya diberikan insulin kombinasi kerja cepat dan menengah.

Pemberian insulin tersebut, disuntikkan pada pagi dan sore hari alias sebanyak 2 kali sehari. Dosis insulin diperkirakan antara 0,5 – 1,5 U/kg berat badan, di mana 2/3 dosis diberikan pada pagi hari dan 1/3 sisanya pada sore hari. Untuk keadaan tertentu, seperti jika gula darah belum terkendali dengan pemberian 2 kali, maka perlu ditambahkan dosisnya sebanyak empat kali sehari, yaitu tiga kali insulin kerja cepat pada setengah jam sebelum makan, ditambah satu insulin kerja menengah yang diberikan pada malam hari sebelum tidur.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

fixedbanner