Pentingnya ASI
bagi buah hati kini semakin disadari oleh para orangtua. Berbagai komunitas
yang berkaitan dengan ASI pun bermunculan, dari yang sekedar sharing soal
pengalaman memberikan ASI pertama si kecil sampai komunitas konselor menyusui.
Berikut cerita 2 komunitas ASI :
KOMUNITAS
TAMBAH ASI TAMBAH CINTA (TATC)
Bagi Wynanda Wiboro,
pengalaman memberikan ASI kepada putrid pertamanya ternyata tak semudah yang ia
bayangkan. Nanda, panggilan akrabnya, harus berjuang keras untuk bisa memberikan
ASI. Ia pun merasa membutuhkan wadah yang bisa memberikan dukungan positif.
Berbekal pengalaman pribadi inilah, sejak 20 April 2012, ibu dua anak ini
memutuskan untuk menggagas komunitas di dunia jejaring dengan nama Tambah ASI
Tambah Cinta (TATC). Tak disangka kini anggota yang masuk dalam grup
jejaringnya sudah mencapai 58 ribu lebih.
Komunitas TATC
yang aktif di dunia maya ini memang mendapatkan respons positif dari para ibu
menyusui (busui). Menurut Nanda, selain sebagai wadah yang pas untuk saling
menyemangati para busui, TATC juga membebaskan anggotanya untuk bisa berbagi
dan berkeluh kesah agar meringankan beban mereka. Tidak masalah biarpun mereka
ingin curhat masalah yang lain,
karena bisa meringankan beban busui, maka positifnya adalah ASI mereka pun bisa
lancar.
Nanda memang
tidak mempridiksi bahwa komunitas yang digagasnya bakal tumbuh dan tersebar di
berbagai daerah. Sama dengan para busui yang lain, ia sekedar butuh tempat
berbagi dengan cara yang positif. Jadi, apabila ternyata komunitasnya ini berjalan
semakin besar, ia pun berharap ini tetap menjadi tempat yang bermanfaat untuk
semua busui. Soal kegiatan TATC, Nanda yang sejak awal menjadi admin mengaku
melakukan kegiatan secara spontan dan tentatif. Apalagi dulu ia juga masih
sibuk bekerja, maka hanya bisa aktif di dunia maya. Meskipun sempat diadakan
Family Gathering TATC 2012, tapi karena kemudian ia melahirkan lagi di tahun
2014 dan harus mengurus kesehatan putri keduanya, maka agenda off air memang kurang diutamakan. Namun,
pada saat menyambut World Breastfeeding Week di bulan Agustus, ia berusaha
untuk membuat agenda pertemuan.
Walau tidak
memiliki banyak kegiatan off air, Nanda
mengungkapkan kegiatan TATC memang aktif dalam dunia jejaring. Mereka memiliki
program MABES (Mari Belajar Bersama), materi edukasi mengenai ASI yang secara
bergantian diberikan. Berjalannya waktu, materi pun sudah mulai umum terutama
masalah kesehatan si kecil. Saat ini Nanda sudah dibantu oleh enam anggota di
TATC yang memberikan materi secara rutin. Soal regulasi, Nanda juga menjelaskan
bahwa komunitas TATC sama seperti komunitas lainnya memiliki kesepakatan.
Peraturannya sederhana saja, yakni tidak ada yang berpromosi mengenai susu
formula dan selalu menekankan bahwa komunitas ini hanya sebagai tempat berbagi
bukan menggantikan konsultasi dengan dokter. Dalam komunitas ini ada konsultan
laktasi yang bisa langsung ditanya untuk berbagai informasi. Dan juga dalam
setiap sesi sharing, anggota harus mengutamakan
informasi EBM (Evidence-Based Medicine)
atau EBP (Evidence-Based Practiced),
jadi bukan berdasarkan testimoni apabila membicarakan mengenai kesehatan.
Seiring waktu,
banyak tantangan dan pengalaman yang menurut Nanda menjadi bahan evaluasi.
Dengan semakin banyaknya anggota, timeline
trafiknya pun semakin tinggi. Semakin banyak yang kritis karena memang sudah
lebih banyak yang memiliki kesadaran untuk memberi ASI.
IKATAN
KONSELOR MENYUSUI INDONESIA (IKMI)
Selain
komunitas busui, ada pula perkumpulan para konselor ASI. Tugas konselor adalah
memberikan konseling menyusui, misalnya bagaimana agar ASI lancar dan keluar,
memberikan informasi yang tepat tentang menyusui, memberikan dukungan pada busui,
dan sebagainya. Tak sembarang orang bisa menjadi konselor menyusui, karena
dibutuhkan komitmen, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan konseling
menyusui. Salah satu perkumpulan para konselor yang ada di Indonesia adalah
Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI). Berdiri sejak 2011 lalu, IKMI
dimaksudkan sebagai wadah bagi para konselor ASI untuk meningkatkan
kompetensinya. Karena ilmu dalam konseling ASI ini terus bertambah.
Permintaan
akan konselor menyusui pun kini makin meningkat. Sebab, tantangan untuk
menyusui juga makin bervariasi. Dan yang tahu betul detail masalah menyusui
adalah konselor menyusui. Sedangkan petugas kesehatan yang ada di daerah, yang
juga menjadi konselor menyusui, biasanya tidak fokus mengurus soal ASI saja.
Saat ini, jumlah konselor IKMI sendiri sudah lebih dari 100 orang. Mereka
berasal dari berbagai kalangan dan profesi, baik kalangan medis seperti dokter
maupun nonmedis, termasuk sarjana dari berbagai bidang, termasuk komunikasi,
sastra, kesehatan, hokum, dan sebagainya. Untuk menjadi konselor menyusui,
syaratnya adalah mengikuti pelatihan selama 40 jam dengan modul dari WHO-UNICEF
tentang konseling dan manajemen laktasi.
Tak hanya itu,
calon konselor juga harus memberikan konseling untuk busui. Jadi harus aktif
mempraktikkan ilmunya. Untuk melatih kompetensi para konselor, IKMI juga
mengadakan seminar-seminar bagi mereka. Misalnya, bagaimana melatih menyusui
bagi ibu-ibu yang terindikasi HIV AIDS, bagaimana konseling tentang MPASI, dan
sebagainya. Beragam pengalaman pernah dirasakan para konselor selama menangani
klien. Misalnya, beberapa kali membantu ibu yang mengadopsi bayi agar bisa
menyusui bayi tersebut, meski tidak melahirkan. Karena itulah, kalau ibu yang
mengadopsi saja bisa menyusui, maka seharusnya yang melahirkan langsung juga
bisa. Selain itu konselor juga membantu memberikan relaksasi, misalnya saat
terjadi bencana.
Tantangan yang
dihadapi IKMI saat ini adalah sulitnya menjangkau ibu-ibu di daerah untuk
dilatih menjadi konselor menyusui. Di Indonesia sendiri, jumlah konselor menyusui
baru sekitar 3000-4000 orang. Oleh karena itu sosialisasi ke daerah-daerah
rajin dilakukan IKMI, di antaranya dengan mengisi acara-acara di sana, misalnya
bertepatan dengan World Breastfeeding Week di bulan Agustus. Selain itu, IKMI
juga berencana mewujudkan keinginan agar konselor menyusui diakui sebagai
sebuah profesi, agar ada perlindungan untuk para konselor.
Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867