Senin, 20 Maret 2017

MERAWAT GIGI BAYI


Saat bayi tertawa, biasanya hanya memperlihatkan gusi lunaknya yang belum bergigi. Namun, di saat satu atau dua giginya tumbuh, tentu tertawanya pun semakin menggemaskan. Namun, pada saat geligi bayi mulai tumbuh itulah, ibu mesti siap-siap mengerahkan upaya terbaiknya untuk merawat gigi pertama buah hatinya.

Saat bayi lahir, total 20 giginya sebetulnya sudah terbentuk. Namun, geligi tersebut hanya tersembunyi di dalam tulang rahang. Ibu dapat menyeka gusi bayi sekali atau dua kali dalam sehari dengan menggunakan kain kasa lembut. Langkah itu akan mengurangi intensitas bakteri di mulutnya. Kunjungan ke dokter gigi juga perlu dimulai sejak dini. Konsultasi ke dokter gigi sebaiknya dilakukan enam bulan setelah gigi pertama tumbuh.

Ibu dapat menyikat gigi bayi dimulai begitu gigi muncul. Gigi bayi yang pertama tumbuh biasanya gigi seri bawah, kemudian gigi seri atas. Saat kemunculan gigi itu, air liur akan semakin banyak, bayi mudah marah, dan sering menaruh benda ke dalam mulut. Itulah ciri-ciri bayi yang akan tumbuh gigi. 

Untuk meredakan nyeri gigi tumbuh pada bayi, ingat dua kata, yaitu dingin dan keras. Sebuah pisang beku atau roti bagel dingin bisa membantu mengurangi rasa nyeri gigi tumbuh pada bayi. Dokter tidak merekomendasikan penggunaan obat penghilang rasa sakit topikal yang mengandung benzocaine, seperti Baby Orajel karena efek sampingnya berbahaya.

Gigi berlubang pada anak pun bisa diantisipasi dini. Pertama, jangan berbagi makanan atau minuman dari orang tua ke bayi. Penelitian menyebutkan, gigi berlubang pada anak bisa disebabkan bakteri yang ditransfer dari orang tua ke anak. Orang tua dan anak hendaknya tidak berbagi cangkir minum, sendok, dan jangan pernah menjilat dot bayi.

Gunakan sedikit pasta gigi fluorida, kira-kira seujung beras untuk menggosok gigi pertama bayi. Lakukan dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Jika anak sudah mencapai usia tiga tahun, pasta gigi yang digunakan bisa ditambah sebesar kacang tanah. Waspadai makanan tidak sehat yang dapat memicu gigi berlubang pada bayi, seperti permen.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Selasa, 31 Januari 2017

RAGAM VARIASI PIJATAN BAYI


Ada beragam variasi bentuk pijatan yang bisa diberikan kepada bayi. Setiap anggota tubuh memiliki cara tersendiri untuk dilakukan pijatan. Pijatan bisa dilakukan di kaki, tangan, punggung, dada, perut, sampai ke wajah. Jika kita ingin memijat seluruh badan maka pijatan dilakukan dari kaki lebih dahulu, kemudian ke arah tangan, perut, kemudian dada, punggung, diakhiri wajah.

Kaki dan tangan

Gerakan untuk kaki dan tangan memiliki metode sama, terdiri dari dua jenis, pijitan perah 'sapi swedia' dan perah 'sapi india'. Gerakan perah 'sapi swedia' itu membuat dua tangan pemijat berada di atas dan bawah kaki bayi kemudian menggosokkan ke bawah, dimulai dari pangkal ke ujung telapak kaki. Sedangkan perah 'sapi india' dengan gerakan sama, tapi arah sebaliknya. Setelah itu, untuk punggung kaki dan tangan, cukup dengan mengepalkan tangan pemijat kemudian gosokkan ujung jari yang menekuk ke punggung kaki dan tangan. Sedangkan di telapak kaki, cukup dengan menekan-nekan menggunakan jempol tangan, setelah itu tarik jari-jari bayi secara lembut, tidak perlu sampai mengeluarkan bunyi. Kegiatan pijat bayi dalam satu gerakan dilakukan sebanyak enam kali, untuk seluruh badan.

Wilayah perut

Pijatan di kawasan perut sangat manjur untuk obat saat bayi kembung dan susah buang air besar. Gerakan-gerakan pijatan yang akan dilakukan dianjurkan dimulai dari sebelah kiri ke kanan. Sebab, saluran lubang anus berada di sebelah kanan. Gerakan pertama yang perlu dilakukan seperti mengayuh sepeda, ketika dua tangan secara bergantian menekan dari bagian tulang bawah iga ke arah bawah perut.

Dilanjutkan dengan gerakan mengetik menggunakan tiga jari manis, tengah, dan telunjuk. Setelah itu, dilanjutkan gerakan ILU. Tangan dirapatkan, kemudian menarik dari bagian perut atas bayi menyerupai huruf ILU terbalik secara bergantian. Gerakan berikutnya yaitu bulan sabit matahari, seperti gerakan satu tangan mengitari perut bayi dan satu tangan memutar setengahnya. Bentuk tangan sama ketika melakukan gerakan ILU. Biasanya, sering kali dalam proses pijat ini ada bayi yang langsung buang air besar, tapi sebaiknya proses pijat tetap dilanjutkan.

Punggung

Setelah bagian perut selesai, dilanjutkan dengan bagian dada dengan gerakan menyilang, yakni tangan menekan bagian kanan atas ke arah tengah, kemudian bagian kiri ke arah tengah bagian kanan tulang iga. Gerakan berikutnya ILU, dengan bagian sekitar dada dan payudara. Untuk gerakan punggung, tangan bayi perlu diletakkan ke arah atas kepala, kemudian kepala dibuat miring agar mudah bernapas. Gerakan pertama yang perlu dilakukan yaitu mengayuh sepeda, kemudian tangan satu menekan ke bagian bokong bayi. Sedangkan satu tangan menekan dari atas ke arah bawah, ditutup dengan gerakan membentuk spiral dan diselesaikan mengusap keseluruhan punggung bayi.

Kualitas kulit bayi

Gerakan memijat muka dimulai melalui bagian pelipis yang ditarik dari dalam ke luar menggunakan kedua tangan. Kemudian, gerakan menyusuri dari atas hidung ke arah bawah mata kemudian ke ujung luar pelipis, dilanjutkan dengan menekan di bagian pelipis ke arah bagian belakang telinga. Berikutnya, bagian bibir menyusuri pipi dan berujung ke arah pelipis. Gerakan di muka harus mengarah ke atas, hal itu untuk membentuk senyum dan tidak menurunkan kualitas kulit bayi. 

Jika seluruh gerakan telah dilakukan, maka perlu ada pendinginan. Cukup dengan menekukkan kaki secara perlahan satu persatu dan bersamaan, kemudian tangan pun disilangkan di depan badan. Bagian yang perlu dihindari dalam memijat adalah bagian kelamin dan tali pusar. Bagian perut bayi yang sering kali masih ada tali pusar perlu dihindari. Sebaiknya, dilakukan di bagian gerakan ILU dan bulan sabit.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

PIJAT SAYANG UNTUK SI MUNGIL


Dahulu, dukun bayi biasa menjadi andalan keluarga untuk memijat bayi. Bayi yang tak bisa tidur, rewel, kerap dibawa ke nenek dukun. Pijatannya bisa menenangkan dan menidurkan bayi hingga pulas. Pijatan pada bayi tidak pernah punah, bahkan terus berkembang sesuai dengan zaman. Namun, jasa nenek dukun tak banyak lagi digunakan oleh keluarga modern.

Teknik pijatannya pun berbeda, Jika dahulu pijatan dikenal dengan tekanan keras pada bayi, justru sekarang sebaliknya, hanya perlu sedikit tekanan. Hindari bayi menangis ketika melakukan pijatan. Saat memijat bayi, diusahakan seluruh tangan terbuka dan menyentuh langsung pada kulit. Dengan membukakan tangan dan melakukan kontak langsung, di situ terjadi sebuah komunikasi. Menjadikan pijatan dapat mempererat kedekatan antara pemijat dan si bayi melalui sentuhan langsung yang membuat nyaman.

Tidak hanya ibu yang memijat si bayi, Ayah pun perlu melakukan agar ada koneksi dengan anak. Pijatan menghantarkan aura positif yang dapat dirasakan oleh anak secara langsung. Hal tersebut membuat kedekatan antara ibu, ayah, dan anak secara psikologis. Manfaat lain yang dapat dirasakan bayi ketika dipijat adalah memperbaiki tumbuh kembangnya. Sentuhan-sentuhan di titik tertentu membuat lancarnya aliran darah, bagian pencernaan sehingga berefek kepada kesehatan tubuh. Kemudian pijatan juga bisa meringankan hormon stres pada bayi.

Stres yang dirasakan bayi memang sering kali tidak tampak secara nyata di mata orang tua. Setelah dipijat suasana hati bayi akan kembali normal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memijat bayi. Yang pasti, ayah atau bunda harus membersihkan tangan dengan sabun lebih dahulu. Jangan berkuku panjang dan mengenakan cincin. Mengamankan tangan dari hal-hal yang bisa menyakiti bayi.

Secara umum, tak ada waktu tertentu untuk memijat bayi. Namun, hindari memijat bayi dalam kondisi kenyang. Jika dipaksakan akan membuat perut bayi menjadi tidak enak, atau justru akan membuat buang air besar. Kondisi lain yang perlu diperhatikan, ketika bayi sudah menolak untuk dipijat. Maka, jangan dipaksakan untuk memijatnya. Bisa-bisa jika terus dilanjutkan bayi akan merasa trauma, sampai bisa merasa ketakutan jika melihat orang yang akan melakukan pijatan.

Diusahakan ketika akan memijat ciptakan suasana yang nyaman, dalam keadaan bersih, menggunakan minyak-minyak tertentu, dan mengajak berbicara lebih dahulu. Setiap kali akan memijat, orang tua juga perlu meminta izin pada anak. Ini menjadi satu cara bayi merasa nyaman ketika mulai disentuh, bahkan akan diminta untuk terus dipijat. Pada umumnya, bayi tidak memiliki batas minimal untuk dipijat. Setelah lahir pun biasanya sudah dapat dipijat. Namun, disarankan, pijatan dilakukan setelah bayi berumur dua hari. Fokus perhatian lebih baik bagi ibu untuk membiasakan memberikan ASI. Setelah dua hari kelahirannya, bayi dapat memulai sensasi pijatan hingga berusia yang tidak dapat ditentukan.

Bahkan, bayi prematur pun tidak masalah untuk dipijat. Namun, pijatan hanya sebatas membelai dan mengusap, bukan memberikan tekanan. Ketika melakukan pijatan pun disarankan untuk mendapatkan dampingan suster agar lebih aman. Ibu juga perlu melakukan percakapan dengan kata-kata menyemangati dan bernada positif. Pijatan pada bayi prematur ini dapat membuat berat badan bayi cepat bertambah dan membuat bayi segera normal.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Selasa, 20 Desember 2016

MENGHASILKAN ASI YANG BERKUALITAS.


Sudah bukan rahasia lagi kalau air susu ibu (ASI) perlu diberikan ibu kepada anaknya sejak lahir. Bayi perlu mendapatkan ASI sepenuhnya selama enam bulan, tanpa mendapatkan makanan lain. Setelah itu, barulah si kecil bisa menikmati makanan pendamping ASI (MPASI) setidaknya sampai usia dua tahun. Mengapa bayi perlu diberi ASI? ASI bukan hanya penting, melainkan ada manfaat besar yang terkandung di dalamnya. Manfaat dan keuntungan ini dapat dirasakan baik dari sisi ibu maupun bayinya.

Pada anak, selain tercukupi kebutuhan nutrisinya, anak pun akan tumbuh menjadi lebih cerdas. Manfaat jangka panjang pun juga bisa didapatkan, seperti mengurangi risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular saat dewasa. Sementara manfaat bagi ibu, pendarahan setelah melahirkan bisa lebih cepat usai. Bahkan, risiko penyakit kanker payudara juga menurun. Terlebih, proses menyusui akan menguatkan kedekatan emosional antara ibu dan bayi. Kehadiran ibu seperti ini sangat dibutuhkan sehingga mampu mengurangi risiko depresi pasca melahirkan.

Indonesia tergolong negara dengan angka kelahiran cukup tinggi, yakni lebih dari empat juta per tahun. Tetapi, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013 menyebutkan, hanya 42 persen ibu yang memberikan ASI eksklusif hingga enam bulan. Angka ini masih jauh dari target World Health Organization (WHO) sebesar 50 persen. Dari data tersebut, memang masih ada saja ibu yang lebih suka menggunakan susu formula dibandingkan ASI. Pemahaman keliru yang berkembang adalah menyusui bisa membuat bentuk payudara kurang menarik.

Kesalahpahaman tersebut tentu harus dihapuskan dengan memahami pentingnya pemberian ASI serta dukungan keluarga dan lingkungannya dalam memotivasi ibu menyusui. Masalah lain yang dihadapi ibu menyusui adalah pekerjaan. Ibu yang sibuk bekerja biasanya sering dilanda stres dari tuntutan pekerjaan, rekan kantor, klien, ataupun atasannya. Hal-hal pemicu stres ini perlu dilawan, termasuk untuk mengatur waktu kerja dan menyediakan pasokan ASI bagi anaknya dengan melaktasi di sela-sela waktu kerja. Ibu berkarier pun tetap bisa menampung ASI-nya ke dalam botol untuk persediaan bagi bayinya.

Ada beberapa tips agar anak mendapatkan ASI yang berkualitas. Pertama, ibu harus meyakinkan dirinya mampu memberikan ASI. Kalau sudah yakin, sinyal otak akan mendukungnya dengan memproduksi ASI yang berkualitas. Selain itu, dengan menjaga nutrisi yang baik agar bisa memperbanyak ASI, seperti sayuran hijau, telur, protein hewani, protein nabati (kacang-kacangan), buah, dan umbi-umbian. Sebagai tambahan, disarankan pula agar ibu menyusui perlu mengkonsumsi nasi merah, roti, dan kentang untuk pemenuhan karbohidrat. Perbanyak pula konsumsi air putih dibandingkan teh, kopi, dan air soda untuk kecukupan kebutuhan cairan dalam tubuh ibu. Terakhir, posisi menyusui harus lebih diragamkan. Upayakan kedua payudara sama-sama digunakan untuk laktasi. Kalau perlu, sambil tidur pun tidak masalah agar tidak ada penyumbatan ASI di salah satu sisi.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Sabtu, 05 November 2016

MERAWAT RAMBUT SI BUAH HATI



Perlu kita tahu, selubung akar rambut (folikel) sebenarnya sudah terbentuk sejak janin, yaitu pada usia sekitar 8 minggu. Kemudian terus berkembang hingga lahir. Nah, ada kalanya bayi terlahir dengan rambut yang tipis, ada juga yang lebat atau bahkan cenderung botak. Akan tetapi, rambut di masa baru lahir ini tidak permanen alias sementara. Dalam bahasa medis, rambut sementara ini disebut velus di mana cenderung sangat halus dan tipis. Lalu, rambut yang halus dan tipis ini dengan sendirinya bakal rontok, sejak lahir hingga beberapa minggu kemudian atau setidaknya sebelum si kecil berumur satu tahun. Selanjutnya, berganti dengan rambut permanen/tetap.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tekstur rambut, yaitu genetik, hormon, gizi, dan lingkungan. Secara genetik, peran ayah-ibu bahkan kakek-nenek tentu mempengaruhinya. Pun bila si kecil kurang gizi akan mempengaruhi rambut jadi tipis, kering, berwarna merah, bahkan gampang patah dan rontok. Dari segi hormon, bayi yang terlahir dengan rambut lebat kemungkinan karena pengaruh androgen. Tak kalah penting adalah pengaruh lingkungan. Misal, bila sering terpapar matahari atau polusi, tekstur rambutnya akan terpengaruh.

Ada suatu tradisi di masyarakat bahwa rambut bayi harus dipangkas hingga gundul licin dan plontos, misalnya pada usia si kecil 40 hari. Salah satu tujuannya konon supaya rambut yang kelak tumbuh jadi tebal. Padahal, dari kacamata medis, tak ada kaitan antara mencukur rambut dengan rambut tebal. Seperti sudah disebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tekstur rambut. Jadi, bila secara genetik jenis rambut orangtuanya tipis maka rambut anaknya pun kemungkinan tipis meski dicukur berkali-kali.

Adapun beberapa manfaat mencukur rambut bayi adalah :


  • Kepala dan rambut lebih mudah dibersihkan. Bayi baru lahir membawa 'oleh-oleh' lemak serta 'kotoran' dari rahim ibu di seluruh tubuhnya, salah satunya di bagian rambut. Nah, dengan mencukur rambutnya, sisa-sisa lemak dapat ikut terbuang. Pun akan memudahkan untuk membersihkan kepala dan rambutnya bila kotor.
  • Membuat bayi merasa nyaman. Rambut yang lebat ditambah suhu udara yang panas membuat bayi kegerahan. Otomatis ia jadi rewel. Dengan mencukur rambutnya, diharapkan bayi merasa nyaman.
  • Mendeteksi masalah di kepala. Si kecil rewel boleh jadi ada masalah pada bagian tubuhnya, salah satunya di kepala. Mungkin terjadi iritasi, misalnya. Dengan mencukur rambut si kecil, memudahkan kita mendeteksi masalah yang terjadi terutama di bagian kepala. Pun, akan memudahkan upaya penanganannya
Anda kesulitan memotong rambut bayi ? Berikut kiatnya.
  1. Siapkan gunting yang ujungnya tumpul supaya tak melukai.
  2. Keramas terlebih dulu supaya kepala dan rambut bersih.
  3. Basahi rambut bayi secukupnya dengan kain kasa/kapas, tapi tak sampai basah kuyup agar rambut bayi lemas dan mudah digunting.
  4. Posisikan bayi di pangkuan agar merasa nyaman kala dicukur. Bisa juga kala ia tertidur sehingga tak begitu menyulitkan.
  5. Satu tangan pegang gunting, satu tangan lagi menjumput rambut. Bila si kecil aktif banyak bergerak, minta bantuan untuk memangku atau memotong rambutnya.
  6. Cukur perlahan dan hati-hati. Pastikan tak melukai kepalanya. Potong hingga pendek.
  7. Bila masih ada sisa rambut, gunakan alat cukur rambut yang baru. Regangkan lipatan kulit kepala dengan jari telunjuk dan jari tengah, lalu perlahan mencukurnya.
  8. Untuk menjaga kebersihan kepalanya, keramasi dengan sampo bayi secara teratur. Gosok perlahan dengan gerakan lembut ke seluruh kulit kepala lalu bilas sampai bersih.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Kamis, 22 September 2016

BAYI TUMBUH SEHAT BERKAT DUKUNGAN KELUARGA.


Air susu ibu atau ASI merupakan susu yang diproduksi oleh seorang ibu seusai melahirkan yang khusus dikonsumsi oleh bayinya. Cairan tersebut merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Bahkan, kandungan di dalamnya dapat meningkatkan sistem imun bayi agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Proses menyusui ASI dari ibu kepada bayi merupakan hal yang tak ternilai harganya. Selain dapat membantu menjaga kesehatan bayi dan mencukupi kebutuhan gizinya, menyusui dengan ASI terbukti mampu meningkatkan hubungan batin antara ibu dan anak.

Untuk itu setiap ibu harus berusaha memberikan ASI eksklusif secara langsung untuk anaknya. Kontak fisik ibu dan bayi saat menyusui terbukti dapat membawa perubahan pada metilasi DNA, modifikasi histon, dan mRNA pada gen mamalia yang kelak akan diturunkan ke genarasi berikutnya. Dengan kata lain, saat menyusui terjadi skin to skin dengan bayi. Nantinya mereka akan mewarisi gen dari orang tuanya. Meliputi kecerdasan, pola penyakit, bahkan sifat orang tua mereka.

ASI yang diberikan sendiri berfungsi sebagai nutrisi penting bagi tumbuh kembang bayi. Karena, ASI mengandung mikrobiom (sel-sel hidup) yang bersifat proteksi atau melindungi tubuh dari berbagai risiko gangguan kesehatan. Proses skin to skin juga memiliki manfaat hebat lain yang tentunya berdampak positif baik bagi ibu dan bayi, antara lain bayi merasa diberikan kasih sayang penuh oleh ibunya, meningkatkan rasa percaya diri antar keduanya, membina ikatan batin, serta berfungsi untuk mengendalikan emosi. Itulah sebabnya proses menyusui merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya.

Ibu yang memberikan ASI kepada bayinya juga tanpa disadari telah menyelamatkan masa depan anak bangsa dari kebodohan, kesakitan, kemiskinan, dan perilaku menyimpang yang merugikan. Sehingga, para ibu dihimbau sebisa mungkin harus memberikan ASI untuk buah hatinya agar beragam manfaat dapat juga dirasakan. Menyusui yang baik disarankan berdurasi sekitar 30 menit atau sekiranya saat bayi terlihat sudah kenyang. Berikan ASI minimal enam bulan agar bayi memiliki ketahanan tubuh yang kuat serta memiliki tingkat kecerdasan yang baik. Bagi ibu yang sedang menyusui disarankan juga harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang agar ASI yang dihasilkan deras dan berkualitas baik.

Agar proses menyusui dan ASI yang dihasilkan cukup, dukungan dari anggota keluarga juga tak kalah penting dilakukan. Sebab, tak dimungkiri bahwa menyusui bukanlah proses yang mudah bagi para ibu, terutama bagi yang jumlah ASI-nya kurang banyak. Sebab, masalah terkait proses menyusui yang paling banyak ditemui di Indonesia adalah akibat kekhawatiran para ibu akan jumlah ASI-nya yang tidak cukup dan puting yang sakit. Banyak ibu yang terlanjur khawatir dan tanpa sadar sudah memberikan mindset negatif di dalam dirinya. Padahal, berpikir positif selama masa menyusui sangatlah penting dalam menentukan jumlah ASI dan kualitas yang dihasilkan. Hal ini juga seharusnya dapat diantisipasi dengan konseling untuk mencari informasi yang relevan dari dokter atau praktisi ASI.

Dukungan keluarga, bisa diawali dari suami untuk memberikan dukungan positif serta selalu menghadirkan perasaan senang dan tenang agar ibu tidak stres. Karena, kunci utama sukses menyusui adalah meyakinkan ibu untuk bisa memberikan ASI yang cukup bagi bayinya serta selalu menjaga emosi ibu demi kualitas ASI yang terjaga. Dengan dukungan penuh dari suami ataupun anggota keluarga lain, dapat menstimulasi ibu untuk optimistis dalam memberikan ASI untuk buah hatinya. Sehingga, kekhawatiran dan pikiran negatif mereka perlahan dapat ditekan.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.


Senin, 05 September 2016

ASI UNTUK ANAK INDONESIA YANG GEMILANG



ASI bagi bayi merupakan makanan utama (pokok). Seorang bayi tidak membutuhkan susu formula dan makanan pendamping hingga ia berumur enam bulan. Bahkan, menggenapkan pemberian ASI hingga dua tahun adalah kebutuhan bayi dan akan memberikan dampak sangat positif bagi perkembangannya. Namun, sering kali masih banyak pihak yang belum memahami pentingnya ASI bagi bayi. Ironisnya, mereka dengan sengaja mendorong anak untuk segera minum susu formula dengan berbagai alasan. Misalnya, saat ASI belum keluar dan atau produksi ASI rendah.

Pada dasarnya, seorang ibu telah mendapat anugerah dari Tuhan untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi, karena minimnya informasi dan ketidakteguhan diri untuk memberikan yang terbaik, seringkali orangtua terutama ibu dengan berat hati menyerahkan anaknya untuk minum susu formula. Salah satu yang perlu mendapat catatan penting dalam proses kelahiran adalah sejak awal seorang ibu perlu diyakinkan bahwa pemberian ASI eksklusif adalah wajib hukumnya. Selain sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan, pemberian ASI eksklusif berarti mendukung Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No 22 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.

Pasal 2 PP tersebut menyatakan, pengaturan pemberian ASI eksklusif bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan sampai berusia enam bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya, memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, dan meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat terhadap pemberian ASI eksklusif.

Konsep tentang ASI eksklusif perlu menjadi prinsip pasangan suami istri. Dukungan suami di sini sangat penting. Suami berperan penting memberikan rasa nyaman dan dukungan kepada istri saat ia cemas. Kecemasan inilah yang menjadikan ASI sulit keluar dan jika keluar hanya sedikit. Suami pun selayaknya mengingatkan istri untuk memperbaiki kesehatan, pola makan dan makanannya, dan istirahat yang cukup. Dukungan ini dapat dilakukan sebelum masa kelahiran (usia kehamilan) dan pasca melahirkan. Pemberian asupan gizi yang seimbang pada ibu akan memudahkan ASI keluar dan mencukupi kebutuhan anak. Dengan demikian, keluarga mempunyai peran penting, dalam proses pemberian ASI eksklusif.

Selain keluarga, rumah sakit selayaknya juga berkomitmen dalam upaya pemberian ASI eksklusif kepada semua pasiennya. Saat melahirkan cesar sekalipun, rumah sakit memberikan kesempatan dan mendorong ibu untu inisiasi menyusui dini (IMD). Komitmen rumah sakit ini perlu didukung oleh tenaga medis yang profesional. Dokter, perawat, dan pegawai rumah sakit selayaknya menjadi juru bicara pentingnya ASI bagi anak. Paramedis juga selayaknya meninggalkan dan menanggalkan bisikan serta rayuan bisnis susu formula yang menggiurkan. Pasalnya, saat komitmen para stakeholder rumah sakit kuat, maka marketing susu formula juga akan mundur teratur. Namun, jika ada yang bermain dalam ‘bisnis’ ini maka kita sedang mendorong anak Indonesia jauh dari kasih sayang orangtua.

Rumah sakit dan tenaga kesehatan selayaknya tahu bahwa hingga 3x24 jam bayi masih membawa ASI dari kandungan. Jadi, bayi tidak membutuhkan susu formula. Tenaga kesehatan harus memberikan treatment kenyamanan dan edukasi bahwa ASI sangat penting bagi anak dan membangun kelekatan yang kuat antara ibu dan anak. Edukasi yang lain adalah terkait dilema tangisan pada bayi. Bayi belum bisa bicara, jadi tidak perlu khawatir jika bayi menangis. Menangis tidak selalu bermakna haus, tapi dapat berarti ketidaknyamanan.

Bagi ibu bekerja, memberikan ASI bukanlah halangan. ASI dapat terus diberikan dalam bentuk ASI perah. Sekali lagi, peran tenaga kesehatan sangat penting untuk mengedukasi dan mengajarkan proses pemberian ASI dalam bentuk ASI perah ini. Prinsipnya, semakin sering diperah akan semakin banyak ASI-nya. Produksi ASI adalah supply (stok), dan akan sama dengan dengan demand (kebutuhan). Bahkan, payudara yang sudah diperah dan kosong ketika disusukan langsung ke anak, produksi ASI tetap akan berlangsung. Kunci memberikan ASI adalah keyakinan kita bisa memberikannya, rileks, mengendalikan emosi, menjaga makanan dengan baik (air putih, buah, dan sayur) serta dukungan keluarga.

Saat keluarga sudah mendukung pemberian ASI eksklusif, maka seharusnya lingkungan keluarga juga pro-ASI. Tapi faktanya, masih banyak lingkungan kerja yang sekedar menyediakan tempat, tapi tidak memahami esensinya. Masih ada ibu yang memerah ASI di toilet. Masih banyak kantor yang sengaja tidak memberikan kesempatan untuk pegawai tetap bisa memberikan ASI kepada anaknya. Mereka memaksa pegawai masuk sesuai jam kantor dan tidak memberikan ruang khusus bagi ibu menyusui anaknya.

Ruang laktasi merupakan hak anak bangsa. Ruang laktasi menjadi cerminan bagaimana sebuah kantor atau instansi tidak sekadar berorientasi kerja (uang), tapi berkomitmen bagi tumbuh kembang generasi bangsa. Ruang laktasi yang nyaman dan bersih merupakan persembahan pimpinan perusahaan atau instansi menyiapkan anak Indonesia hebat. Saat kantor sudah berkomitmen pada tumbuh kembang anak, penyedia jasa layanan umum masyarakat, seperti transportasi, hotel, mal, dan lain-lain perlu mendukung dan mensukseskan ibu menyusui dan menyimpan ASI untuk anaknya. Dukungan inilah yang menjadikan bangsa ini bermartabat dan selalu bergandengan tangan untuk masa depan yang lebih baik.

Pada akhirnya, ASI adalah hak anak. Melalui ASI eksklusif, anak Indonesia dapat sehat, kuat, dan cerdas. Inilah generasi emas dan hebat yang kita akan lahirkan untuk Indonesia gemilang.


Catatan Rita Pranawati, Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indoensia (KPAI).


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867

fixedbanner