Senin, 10 April 2017

PENTING MEMBERI ASI HINGGA 2 TAHUN.


Air Susu Ibu (ASI) eksklusif diartikan memberi ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan lainnya. Melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun, juga ternyata sama pentingnya dengan 6 bulan pertama di kehidupan bayi. Selama ini, masyarakat concern pada pemberian ASI di 6 bulan pertama kehidupan bayi. Selanjutnya, oleh karena bayi sudah bisa diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI), pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun, sudah bukan lagi prioritas.

Padahal, memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun sangat penting dan juga memberikan banyak manfaat, bukan hanya untuk si anak, namun juga bagi ibunya. Menyusui hingga anak berusia 2 tahun, bukan hanya perintah dari Kementerian Kesehatan atau dokter laktasi saja, tetapi semua agama juga memerintahkan agar seorang ibu menyusui hingga anaknya berusia 2 tahun. Dalam agama Islam, perintah untuk menyusui hingga 2 tahun disebutkan dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 233. Di kitab Weda, juga disebutkan menyusui hingga 3 oton (3 oton = 620 hari). Sedangkan di Injil, perintah menyusui hingga 2 tahun juga disebutkan di Surat Petrus. Sementara gereja Katolik di Vatikan, dari tahun 1941 mengatakan, ibu menyusui hingga 2 tahun. Dan sejak 2013, Paus Fransiskus menyebutkan ibu-ibu boleh menyusui di dalam gereja sambil mengikuti misa. Jadi, memang semua agama itu memerintahkan untuk menyusui hingga 2 tahun.

Selain perintah agama, pentingnya memberikan ASI hingga 2 tahun bisa dilihat dari segi kesehatan ibu dan anak. Jika seorang ibu tidak menyusui hingga 2 tahun, maka ia berpeluang untuk mengalami berbagai penyakit, seperti diabetes (gestasional maupun tipe 2), obesitas dan kelebihan berat badan, osteoporosis, kanker payudara, kanker indung telur dan rahim, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular, memperpendek jarak kelahiran dan alzheimer. Sementara bagi bayi, mendapat ASI hingga 2 tahun juga memiliki segudang manfaat. Bayi yang disusui hingga 2 tahun, resiko terkena diabetes, hipertensi, asma, alergi, infeksi pernapasan, obesitas, kematian bayi mendadak (Sudden Infant Death), gangguan pencernaan, dan kanker pada anak, berkurang. Semua penyakit itu bisa dicegah dengan ASI. Jadi, ASI itu obat. Bukan hanya untuk mengobati kalau anak demam, disusui terus karena ada antibodinya, jadi sembuh, tetapi lebih dari itu, ASI juga mencegah dari gangguan perilaku, autisma, dan perkembangan kognitif anak yang kurang optimal.

Anak yang mendapat ASI selama 2 tahun, menunjukkan kecerdasan yang lebih. Di dalam ASI, zat besinya lebih banyak sehingga sampai ke otak, nutrisinya lebih bagus. Selain itu, selama proses menyusui juga terjadi ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Kontak mata ibu dan anak juga memicu sistem di otak yang kemudian membuat anak lebih cerdas, lebih bisa menangkap perasaan dan isi hati ibunya. Sentuhan kulit dan kontak mata selama proses menyusui juga tak kalah pentingnya bagi perkembangan jiwa anak. Karena itu yang membuat anak jadi lebih cerdas dan memiliki kontrol emosi yang baik. Dengan melihat semua manfaat itu, ASI memang tidak tergantikan dengan apa pun.

Sayangnya, keinginan untuk menyusui anak hingga berusia 2 tahun, kerap terbentur dengan aturan cuti melahirkan bagi ibu bekerja yang terlalu sebentar. Menurut UU nomor 13 tahun 2003 pasal 82, menyebutkan pekerja perempuan berhak atas istirahat selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Padahal pasal 128 UU no.36 tahun 2009 tentang kesehatan, pemerintah melindungi ibu yang memberi ASI eksklusif sampai 6 bulan. Dengan hanya 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan, waktu bagi ibu dan bayi untuk melangsungkan ASI eksklusif sangat sebentar. Jadi, yang terbaik paling tidak ibu diberi cuti hingga 6 bulan. Karena pada usia 6 bulan, anak sudah bisa makan, jadi lebih mudah untuk ditinggal.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Rabu, 05 April 2017

PENTINGNYA ASI DAN VAKSINASI UNTUK PERLINDUNGAN BUAH HATI.


Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO, diperkirakan setiap tahun 130 juta bayi dilahirkan di dunia dan 4 juta bayi meninggal dalam 28 hari pertama kehidupannya. 75% kematian bayi tersebut terjadi di minggu pertama kehidupan bayi dan 25% kematian bayi terjadi dalam 24 jam kehidupan bayi. Kematian bayi berkontribusi 40% dari total kematian balita (anak di bawah 5 tahun) di seluruh dunia. 67% kematian bayi di dunia terjadi di 10 negara dan yang utama di Afrika dan Asia.

Tentu saja fakta tersebut sangat menyedihkan. Apa sajakah penyebab utama kematian bayi-bayi tersebut ?
3 penyebab utama kematian bayi di seluruh dunia  yang pertama adalah karena menderita Infeksi (terutama sepsis, pneumonia, tetanus dan diare) – 36%. Penyebab kematian bayi yang kedua adalah kelahiran prematur – 28% dan yang ketiga adalah birth asphyxia (asphyxia artinya kekurangan oksigen. Birth asphyxia terjadi ketika otak bayi dan organ lainnya tidak mendapatkan cukup oksigen sebelum, selama atau setelah kelahiran)  -23% .

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara menurunkan angka kesakitan dan kematian terutama pada bayi, sejak bayi tersebut dilahirkan ?
Apakah ASI saja cukup untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit  sehingga ada pihak-pihak yang mengeluarkan statement Imun Is ASI yang maksudnya ASI saja cukup , tidak perlu lagi Vaksinasi ? 

Imunisasi adalah suatu upaya & proses untuk menimbulkan kekebalan/imunitas terhadap penyakit.
Imunisasi ada 2 macam yaitu Imunisasi pasif dan Imunisasi aktif.

Imunisasi pasif didapatkan ketika seseorang diberikan antibodi yang berasal dari luar tubuh . Walau Imunisasi pasif dapat memberikan perlindungan / proteksi saat itu, tapi efek Imunisasi pasif ini hanya temporer  atau tidak berlangsung lama/dalam jangka waktu yang panjang.
Beberapa contoh Imunisasi pasif misalnya bayi yang mendapatkan antibodi dari Ibunya melalui plasenta. Ada pula penyuntikan Imunoglobulin (misalnya Anti Hepatitis B, Anti hepatitis A, rabies).

Contoh lain imunisasi pasif adalah ASI. Sejak dilaksanakannya IMD (Inisiasi Menyusu Dini), bayi mendapatkan ASI awal/kolostrum yang jumlahnya sedikit tapi luar biasa manfaatnya untuk bayi.  ASI tidak hanya memberikan nutrisi yang terbaik bagi bayi, tapi juga memberikan perlindungan pada bayi. Di dalam kolostrum/ASI awal yang keluar hari pertama hingga sekitar hari keempat pasca kelahiran, terdapat 100.000 hingga 5 juta lekosit /ml dan bertahap menurun sehingga ASI matang (pasca 2 minggu kelahiran) mengandung 1.000 – 5.000 lekosit/ml. Lekosit kita kenal sebagai sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi. Selain itu ASI mengandung berbagai antibodi (M, A, D, G, E) di mana sIgA (Secretory Immunoglobulin A) yang jumlahnya paling banyak.

Dari berbagai penelitian, ASI dapat melindungi bayi dari beberapa penyakit seperti otitis media/infeksi telinga, penyakit pada saluran pernafasan (seperti batuk pilek/common cold), penyakit pada saluran pencernaan (seperti diare), dan ISK / infeksi saluran kemih.

Namun, kekebalan yang diberikan ASI itu hanya sementara, serta ASI tidak bisa merangsang tubuh bayi untuk membentuk antibodi sendiri. Selain itu perlindungan ASI tidak untuk semua penyakit, dengan kata lain, ASI tidak dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit berat dan spesifik. Contoh penyakit-penyakit spesifik/khusus yang tidak bisa dicegah hanya dengan memberikan ASI saja, antara lain : cacat karena polio, tetanus, pertussis / batuk rejan, rubella, hib, cacar air, selain itu ada juga penyakit campak, meningitis, TB / Tuberkulosis, dll.

Jenis Imunisasi yang kedua adalah Imunisasi aktif.
Imunisasi aktif didapatkan ketika tubuh mendapatkan paparan dari organisme suatu penyakit sehingga sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi untuk penyakit tersebut. Paparan terhadap organisme suatu penyakit dapat terjadi melalui infeksi penyakit sebenarnya (hasilnya natural immunity) atau melalui dimasukannya organisme penyakit yang sudah dimatikan / dilemahkan melalui Vaksinasi (hasilnya vaccine-induced immunity).

Imunisasi aktif sifatnya jangka panjang bahkan bisa seumur hidup. Tentu saja suatu pemikiran yang beresiko jika menunggu untuk sakit dulu agar mendapatkan kekebalan alami.
Vaksinasi adalah ‘shortcut’ atau jalan pintas untuk mendapatkan kekebalan aktif dengan resiko yang jauh lebih kecil (KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi umumnya ringan seperti demam atau sedikit bengkak di lokasi suntikan vaksin).  

Istilah Vaksinasi itu sendiri sering disebut dengan Imunisasi. Dengan Vaksinasi (Imunisasi), sekitar 2-3 juta kematian anak di dunia dapat dicegah. Keuntungan Imunisasi dalam jangka panjang dan skala yang lebih luas adalah pemberantasan penyakit dari suatu daerah bahkan dunia. Sebagai contoh penyakit variola/cacar/ smallpox yang sudah musnah (eradikasi) dari bumi sejak tahun 1979. Selain itu  penyakit polio di beberapa negara sudah tidak ada dan badan kesehatan dunia sedang mengejar tercapainya eradikasi/musnahnya penyakit polio di dunia.

Banyak yang bertanya kenapa vaksinasi diberikan pada usia yang sangat dini, bahkan sejak bayi lahir seperti pemberian vaksin Hepatitis B ? Jawabannya, karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi biasanya menyerang bayi di awal kehidupannya, dimana sistem kekebalan tubuh bayi belum mampu melawan serangan kuman tersebut walau bayi masih membawa kekebalan dari Ibu (maternal immunity) dan menerima ASI. Misalnya saja vaksin campak diberikan saat bayi berusia 9 bulan, karena maternal immunity hanya sampai usia bayi 9 bulan, dan itupun sifatnya imunisasi pasif.

Selain itu, waktu pemberian vaksinasi juga disesuaikan dengan pola penyakit yang biasanya menyerang anak pada rentang usia tertentu, sehingga Vaksinasi dapat melindungi anak lebih awal sebelum penyakit tersebut menyerang anak. Dari beberapa penelitian ternyata bayi-bayi yang menerima ASI dan vaksinasi Hib, tetanus, BCG, kadar antibodi nya lebih tinggi dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak menerima vaksinasi tersebut dan tidak/kurang mendapatkan ASI.

Jadi perlu dipahami bahwa ASI saja tidak cukup untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit terutama penyakit berat yang beresiko menimbulkan kecacatan bahkan kematian. Memberikan ASI & Vaksinasi kepada anak-anak kita adalah salah satu upaya kita untuk melindungi generasi penerus kita.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Senin, 03 April 2017

MEMENUHI KEBUTUHAN NUTRISI MASA HAMIL, MENYUSUI, DAN UNTUK ANAK.


Gizi merupakan elemen vital yang menentukan kesehatan seseorang, bahkan sejak dalam kandungan. Maka, memperhatikan gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini hingga dewasa amatlah penting. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan gizi seseorang pun juga akan berubah. Beragam faktor menjadi penentu, seperti asupan energi, protein, komposisi lemak, vitamin, dan mineral tertentu, Tidak hanya zat gizi, untuk memastikan pola hidup sehat, kita juga perlu memperhatikan aspek lain, seperti aktivitas fisik yang rutin, tingkat stres, serta keseimbangan hidup. Setiap orang membutuhkan nutrisi yang spesifik untuk dapat mencapai status gizi, pertumbuhan, dan status kesehatan yang optimal. Titik awal dimulai sejak masa kehamilan.

MASA KEHAMILAN

Ibu hamil harus betul-betul memikirkan kebutuhan diri sendiri. Porsi makan orang hamil tentu harus lebih banyak daripada sebelum hamil. Jumlahnya sekitar 300 kalori dan protein 15 gram lebih banyak dibanding saat tidak hamil. Karena saat hamil kenaikan barat badan harus dicukupi oleh nutrisi zat besi, kalsium, asam folat, yang semuanya itu bisa dipenuhi oleh makanan biasa. Kenaikan berat badan ini bukan saja untuk melahirkan, melainkan juga untuk janinnya. Namun, ibu hamil juga kerap muntah (morning sickness). Yang biasanya bisa menikmati makan nasi dengan ikan bakar, saat hamil bisa mual luar biasa. Sehingga harus ada nutrisi khusus sebagai asupan energi tambahan. Nutrisi khusus untuk ibu hamil saat ini sudah banyak dijual bebas di pasaran.

Masalah saat kehamilan juga bukan hanya mual dan muntah. Ada juga yang tidak dapat mengkonsumsi makanan, tidak toleran pada makanan tertentu, gangguan nutrisi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan lainnya. Yang jelas, makanan yang dimakan seorang ibu hamil harus mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan janin, meski tidak harus makan dua kali lipat. Para ahli percaya bahwa timbulnya berbagai penyakit pada masa yang akan datang berawal dari masa janin. Misalnya, pada saat dewasa menderita penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi itu sebenarnya sudah dimulai sejak janin dalam kandungan. Jadi apa yang ibu makan sangat mempengaruhi janin itu. Nutrisi yang tepat saat hamil, akan mengoptimalkan kesehatan sang anak di usia muda. Konsep seribu hari kehidupan, sembilan bulan dalam kandungan dan 24 bulan pertama ini sangat penting menentukan hidup seseorang sampai tua.


MASA MENYUSUI


Kebutuhan ibu menyusui lebih banyak daripada saat ia hamil. Bagi ibu menyusui, kalori harus ditingkatkan 500 kalori tambahan per hari dibandingkan sebelum hamil. Harus ada pemenuhan protein, kalsium, dan asam folat. Dan mesti ada penghindaran terhadap makanan yang mennyebabkan alergi. Alergi pada anak sangat ditentukan makanan ibu menyusui. Biasanya yang membuat alergi adalah kacang-kacangan, putih telur, dan lainnya. Maka, bila anda alergi makanan tersebut, jangan mengkonsumsinya selama menyusui.

NUTRISI UNTUK ANAK


Saat anak lahir hingga usia enam bulan, membutuhkan ASI eksklusif. Tidak boleh diganggu dengan susu formula sekalipun. Kecuali atas indikasi medis, si ibu sakit berat, bayi tidak bia menyusu, dan lain-lain. Setelah enam bulan hingga 12 bulan, anak sudah bisa diberikan MPASI sebagai pendamping ASI. MPASI diberikan secara bertahap kepada anak. Bila untuk anak usia enam bulan buah diblender menjadi pure atau bubur susu. Kemudian bisa diberikan biskuit, makin lama makin padat sampai nasi tim. MPASI diberikan satu per satu dan hindari memberikan bayi makanan manis atau asin.

Lain lagi nutrisi pada balita, pertumbuhan pada balita cepat dengan grafik naik ke atas, sementara kalau anak di atas balita tumbuhnya mendatar. Lima tahun pertama anak akan tumbuh lebih cepat, bila kurang energi, protein, ada penyakit yang tak diobati, maka akan banyak ketertinggalan yang dialami anak. Setelah usia satu tahun, anak sudah bisa mengkonsumsi makanan keluarga, seperti nasi, roti, atau sagu. Namun, yang perlu diingat, energi harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Anak juga bisa diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan. Hindarkan makanan junk food (terlalu manis, terlalu asin, berlemak tinggi, dan refined karbohidrat). Makanan sehat juga dapat dilengkapi dengan susu. Dan terus pantau tumbuh kembang anak menggunakan kartus menuju sehat (KMS).



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.







Senin, 20 Maret 2017

MERAWAT GIGI BAYI


Saat bayi tertawa, biasanya hanya memperlihatkan gusi lunaknya yang belum bergigi. Namun, di saat satu atau dua giginya tumbuh, tentu tertawanya pun semakin menggemaskan. Namun, pada saat geligi bayi mulai tumbuh itulah, ibu mesti siap-siap mengerahkan upaya terbaiknya untuk merawat gigi pertama buah hatinya.

Saat bayi lahir, total 20 giginya sebetulnya sudah terbentuk. Namun, geligi tersebut hanya tersembunyi di dalam tulang rahang. Ibu dapat menyeka gusi bayi sekali atau dua kali dalam sehari dengan menggunakan kain kasa lembut. Langkah itu akan mengurangi intensitas bakteri di mulutnya. Kunjungan ke dokter gigi juga perlu dimulai sejak dini. Konsultasi ke dokter gigi sebaiknya dilakukan enam bulan setelah gigi pertama tumbuh.

Ibu dapat menyikat gigi bayi dimulai begitu gigi muncul. Gigi bayi yang pertama tumbuh biasanya gigi seri bawah, kemudian gigi seri atas. Saat kemunculan gigi itu, air liur akan semakin banyak, bayi mudah marah, dan sering menaruh benda ke dalam mulut. Itulah ciri-ciri bayi yang akan tumbuh gigi. 

Untuk meredakan nyeri gigi tumbuh pada bayi, ingat dua kata, yaitu dingin dan keras. Sebuah pisang beku atau roti bagel dingin bisa membantu mengurangi rasa nyeri gigi tumbuh pada bayi. Dokter tidak merekomendasikan penggunaan obat penghilang rasa sakit topikal yang mengandung benzocaine, seperti Baby Orajel karena efek sampingnya berbahaya.

Gigi berlubang pada anak pun bisa diantisipasi dini. Pertama, jangan berbagi makanan atau minuman dari orang tua ke bayi. Penelitian menyebutkan, gigi berlubang pada anak bisa disebabkan bakteri yang ditransfer dari orang tua ke anak. Orang tua dan anak hendaknya tidak berbagi cangkir minum, sendok, dan jangan pernah menjilat dot bayi.

Gunakan sedikit pasta gigi fluorida, kira-kira seujung beras untuk menggosok gigi pertama bayi. Lakukan dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Jika anak sudah mencapai usia tiga tahun, pasta gigi yang digunakan bisa ditambah sebesar kacang tanah. Waspadai makanan tidak sehat yang dapat memicu gigi berlubang pada bayi, seperti permen.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Selasa, 31 Januari 2017

RAGAM VARIASI PIJATAN BAYI


Ada beragam variasi bentuk pijatan yang bisa diberikan kepada bayi. Setiap anggota tubuh memiliki cara tersendiri untuk dilakukan pijatan. Pijatan bisa dilakukan di kaki, tangan, punggung, dada, perut, sampai ke wajah. Jika kita ingin memijat seluruh badan maka pijatan dilakukan dari kaki lebih dahulu, kemudian ke arah tangan, perut, kemudian dada, punggung, diakhiri wajah.

Kaki dan tangan

Gerakan untuk kaki dan tangan memiliki metode sama, terdiri dari dua jenis, pijitan perah 'sapi swedia' dan perah 'sapi india'. Gerakan perah 'sapi swedia' itu membuat dua tangan pemijat berada di atas dan bawah kaki bayi kemudian menggosokkan ke bawah, dimulai dari pangkal ke ujung telapak kaki. Sedangkan perah 'sapi india' dengan gerakan sama, tapi arah sebaliknya. Setelah itu, untuk punggung kaki dan tangan, cukup dengan mengepalkan tangan pemijat kemudian gosokkan ujung jari yang menekuk ke punggung kaki dan tangan. Sedangkan di telapak kaki, cukup dengan menekan-nekan menggunakan jempol tangan, setelah itu tarik jari-jari bayi secara lembut, tidak perlu sampai mengeluarkan bunyi. Kegiatan pijat bayi dalam satu gerakan dilakukan sebanyak enam kali, untuk seluruh badan.

Wilayah perut

Pijatan di kawasan perut sangat manjur untuk obat saat bayi kembung dan susah buang air besar. Gerakan-gerakan pijatan yang akan dilakukan dianjurkan dimulai dari sebelah kiri ke kanan. Sebab, saluran lubang anus berada di sebelah kanan. Gerakan pertama yang perlu dilakukan seperti mengayuh sepeda, ketika dua tangan secara bergantian menekan dari bagian tulang bawah iga ke arah bawah perut.

Dilanjutkan dengan gerakan mengetik menggunakan tiga jari manis, tengah, dan telunjuk. Setelah itu, dilanjutkan gerakan ILU. Tangan dirapatkan, kemudian menarik dari bagian perut atas bayi menyerupai huruf ILU terbalik secara bergantian. Gerakan berikutnya yaitu bulan sabit matahari, seperti gerakan satu tangan mengitari perut bayi dan satu tangan memutar setengahnya. Bentuk tangan sama ketika melakukan gerakan ILU. Biasanya, sering kali dalam proses pijat ini ada bayi yang langsung buang air besar, tapi sebaiknya proses pijat tetap dilanjutkan.

Punggung

Setelah bagian perut selesai, dilanjutkan dengan bagian dada dengan gerakan menyilang, yakni tangan menekan bagian kanan atas ke arah tengah, kemudian bagian kiri ke arah tengah bagian kanan tulang iga. Gerakan berikutnya ILU, dengan bagian sekitar dada dan payudara. Untuk gerakan punggung, tangan bayi perlu diletakkan ke arah atas kepala, kemudian kepala dibuat miring agar mudah bernapas. Gerakan pertama yang perlu dilakukan yaitu mengayuh sepeda, kemudian tangan satu menekan ke bagian bokong bayi. Sedangkan satu tangan menekan dari atas ke arah bawah, ditutup dengan gerakan membentuk spiral dan diselesaikan mengusap keseluruhan punggung bayi.

Kualitas kulit bayi

Gerakan memijat muka dimulai melalui bagian pelipis yang ditarik dari dalam ke luar menggunakan kedua tangan. Kemudian, gerakan menyusuri dari atas hidung ke arah bawah mata kemudian ke ujung luar pelipis, dilanjutkan dengan menekan di bagian pelipis ke arah bagian belakang telinga. Berikutnya, bagian bibir menyusuri pipi dan berujung ke arah pelipis. Gerakan di muka harus mengarah ke atas, hal itu untuk membentuk senyum dan tidak menurunkan kualitas kulit bayi. 

Jika seluruh gerakan telah dilakukan, maka perlu ada pendinginan. Cukup dengan menekukkan kaki secara perlahan satu persatu dan bersamaan, kemudian tangan pun disilangkan di depan badan. Bagian yang perlu dihindari dalam memijat adalah bagian kelamin dan tali pusar. Bagian perut bayi yang sering kali masih ada tali pusar perlu dihindari. Sebaiknya, dilakukan di bagian gerakan ILU dan bulan sabit.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

PIJAT SAYANG UNTUK SI MUNGIL


Dahulu, dukun bayi biasa menjadi andalan keluarga untuk memijat bayi. Bayi yang tak bisa tidur, rewel, kerap dibawa ke nenek dukun. Pijatannya bisa menenangkan dan menidurkan bayi hingga pulas. Pijatan pada bayi tidak pernah punah, bahkan terus berkembang sesuai dengan zaman. Namun, jasa nenek dukun tak banyak lagi digunakan oleh keluarga modern.

Teknik pijatannya pun berbeda, Jika dahulu pijatan dikenal dengan tekanan keras pada bayi, justru sekarang sebaliknya, hanya perlu sedikit tekanan. Hindari bayi menangis ketika melakukan pijatan. Saat memijat bayi, diusahakan seluruh tangan terbuka dan menyentuh langsung pada kulit. Dengan membukakan tangan dan melakukan kontak langsung, di situ terjadi sebuah komunikasi. Menjadikan pijatan dapat mempererat kedekatan antara pemijat dan si bayi melalui sentuhan langsung yang membuat nyaman.

Tidak hanya ibu yang memijat si bayi, Ayah pun perlu melakukan agar ada koneksi dengan anak. Pijatan menghantarkan aura positif yang dapat dirasakan oleh anak secara langsung. Hal tersebut membuat kedekatan antara ibu, ayah, dan anak secara psikologis. Manfaat lain yang dapat dirasakan bayi ketika dipijat adalah memperbaiki tumbuh kembangnya. Sentuhan-sentuhan di titik tertentu membuat lancarnya aliran darah, bagian pencernaan sehingga berefek kepada kesehatan tubuh. Kemudian pijatan juga bisa meringankan hormon stres pada bayi.

Stres yang dirasakan bayi memang sering kali tidak tampak secara nyata di mata orang tua. Setelah dipijat suasana hati bayi akan kembali normal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memijat bayi. Yang pasti, ayah atau bunda harus membersihkan tangan dengan sabun lebih dahulu. Jangan berkuku panjang dan mengenakan cincin. Mengamankan tangan dari hal-hal yang bisa menyakiti bayi.

Secara umum, tak ada waktu tertentu untuk memijat bayi. Namun, hindari memijat bayi dalam kondisi kenyang. Jika dipaksakan akan membuat perut bayi menjadi tidak enak, atau justru akan membuat buang air besar. Kondisi lain yang perlu diperhatikan, ketika bayi sudah menolak untuk dipijat. Maka, jangan dipaksakan untuk memijatnya. Bisa-bisa jika terus dilanjutkan bayi akan merasa trauma, sampai bisa merasa ketakutan jika melihat orang yang akan melakukan pijatan.

Diusahakan ketika akan memijat ciptakan suasana yang nyaman, dalam keadaan bersih, menggunakan minyak-minyak tertentu, dan mengajak berbicara lebih dahulu. Setiap kali akan memijat, orang tua juga perlu meminta izin pada anak. Ini menjadi satu cara bayi merasa nyaman ketika mulai disentuh, bahkan akan diminta untuk terus dipijat. Pada umumnya, bayi tidak memiliki batas minimal untuk dipijat. Setelah lahir pun biasanya sudah dapat dipijat. Namun, disarankan, pijatan dilakukan setelah bayi berumur dua hari. Fokus perhatian lebih baik bagi ibu untuk membiasakan memberikan ASI. Setelah dua hari kelahirannya, bayi dapat memulai sensasi pijatan hingga berusia yang tidak dapat ditentukan.

Bahkan, bayi prematur pun tidak masalah untuk dipijat. Namun, pijatan hanya sebatas membelai dan mengusap, bukan memberikan tekanan. Ketika melakukan pijatan pun disarankan untuk mendapatkan dampingan suster agar lebih aman. Ibu juga perlu melakukan percakapan dengan kata-kata menyemangati dan bernada positif. Pijatan pada bayi prematur ini dapat membuat berat badan bayi cepat bertambah dan membuat bayi segera normal.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Selasa, 20 Desember 2016

MENGHASILKAN ASI YANG BERKUALITAS.


Sudah bukan rahasia lagi kalau air susu ibu (ASI) perlu diberikan ibu kepada anaknya sejak lahir. Bayi perlu mendapatkan ASI sepenuhnya selama enam bulan, tanpa mendapatkan makanan lain. Setelah itu, barulah si kecil bisa menikmati makanan pendamping ASI (MPASI) setidaknya sampai usia dua tahun. Mengapa bayi perlu diberi ASI? ASI bukan hanya penting, melainkan ada manfaat besar yang terkandung di dalamnya. Manfaat dan keuntungan ini dapat dirasakan baik dari sisi ibu maupun bayinya.

Pada anak, selain tercukupi kebutuhan nutrisinya, anak pun akan tumbuh menjadi lebih cerdas. Manfaat jangka panjang pun juga bisa didapatkan, seperti mengurangi risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular saat dewasa. Sementara manfaat bagi ibu, pendarahan setelah melahirkan bisa lebih cepat usai. Bahkan, risiko penyakit kanker payudara juga menurun. Terlebih, proses menyusui akan menguatkan kedekatan emosional antara ibu dan bayi. Kehadiran ibu seperti ini sangat dibutuhkan sehingga mampu mengurangi risiko depresi pasca melahirkan.

Indonesia tergolong negara dengan angka kelahiran cukup tinggi, yakni lebih dari empat juta per tahun. Tetapi, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013 menyebutkan, hanya 42 persen ibu yang memberikan ASI eksklusif hingga enam bulan. Angka ini masih jauh dari target World Health Organization (WHO) sebesar 50 persen. Dari data tersebut, memang masih ada saja ibu yang lebih suka menggunakan susu formula dibandingkan ASI. Pemahaman keliru yang berkembang adalah menyusui bisa membuat bentuk payudara kurang menarik.

Kesalahpahaman tersebut tentu harus dihapuskan dengan memahami pentingnya pemberian ASI serta dukungan keluarga dan lingkungannya dalam memotivasi ibu menyusui. Masalah lain yang dihadapi ibu menyusui adalah pekerjaan. Ibu yang sibuk bekerja biasanya sering dilanda stres dari tuntutan pekerjaan, rekan kantor, klien, ataupun atasannya. Hal-hal pemicu stres ini perlu dilawan, termasuk untuk mengatur waktu kerja dan menyediakan pasokan ASI bagi anaknya dengan melaktasi di sela-sela waktu kerja. Ibu berkarier pun tetap bisa menampung ASI-nya ke dalam botol untuk persediaan bagi bayinya.

Ada beberapa tips agar anak mendapatkan ASI yang berkualitas. Pertama, ibu harus meyakinkan dirinya mampu memberikan ASI. Kalau sudah yakin, sinyal otak akan mendukungnya dengan memproduksi ASI yang berkualitas. Selain itu, dengan menjaga nutrisi yang baik agar bisa memperbanyak ASI, seperti sayuran hijau, telur, protein hewani, protein nabati (kacang-kacangan), buah, dan umbi-umbian. Sebagai tambahan, disarankan pula agar ibu menyusui perlu mengkonsumsi nasi merah, roti, dan kentang untuk pemenuhan karbohidrat. Perbanyak pula konsumsi air putih dibandingkan teh, kopi, dan air soda untuk kecukupan kebutuhan cairan dalam tubuh ibu. Terakhir, posisi menyusui harus lebih diragamkan. Upayakan kedua payudara sama-sama digunakan untuk laktasi. Kalau perlu, sambil tidur pun tidak masalah agar tidak ada penyumbatan ASI di salah satu sisi.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.
fixedbanner