Rabu, 21 Agustus 2013

MENGAPA MASIH ADA KARYAWATI YANG MENYUSUI DI TOILET ?




Jika melihat banyaknya peraturan yang menuliskan mengenai peraturan di Indonesia tentang menyusui di tempat kerja, seharusnya tidak ada lagi karyawati yang menyusui di tempat sembarangan. Tapi faktanya, 50 persen karyawati di Indonesia masih menyusui bayinya di toilet.

Hal tersebut disampaikan Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Elizabeth Yohmi. SpA. Menurutnya, tidak bisa dibayangkan jika toilet yang lembap dan tidak terjamin kebersihannya, dijadikan tempat menyusui.

"Ini adalah penelitian Ray Basrowi yang meberikan kuesioner pada 192 pekerja wanita (77 pegawai kantor termasuk PNS, dan 115 wanita pekerja pabrik) dari Juli hingga Oktober 2012. Dalam penelitiannya tersebut ia menemukan bahwa hanya 32,3 persen ASI ekslusif diberikan ibu bekerja," ungkap Yohmi.

Alasan ibu tersebut tidak memberikan ASI ekslusif cukup beragam. Seperti, ASI tidak keluar 15,1 persen, cemas karena harus kembali bekerja 7,3 persen dan tidak nyaman (karena harus sering meninggalkan pekerjaan) sebanyak 6,8 persen.

Yohmi menyampaikan bahwa ini adalah hal serius. Apalagi sebagian wanita ternyata menyusui di toilet. Sementara sisanya di pojok laktasi 19 persen, dan di ruang kerja, gudang, mobil dan lainnya sebanyak 31 persen.

Kemudian bagaimana dengan fasilitas ruang laktasi ? "75 persen instansi pemerintah yang menjadi lokasi penelitian tidak menyediakan fasilitas ruang laktasi. Cukup memprihatinkan, karena walaupun kesadaran ASI cukup meningkat tapi ternyata tidak didukung oleh fasilitas yang baik," kata Yohmi.

Yohmi mengatakan, di Indonesia sebenarnya ada peraturan jelas mengenai fasilitas menyusui di tempat kerja. Seperti pada pasal 83 no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan yang menuliskan bahwa pekerja atau buruh wanita yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan untuk menyusui anaknya. Walaupun jika itu harus dilakukan selama waktu kerja. Jika hal ini diabaikan, maka direktur perusahaan bisa dituntut 3 tahun penjara jika karyawati sampai tidak bisa memberikan ASI.

Tak hanya itu, peraturan serupa juga tertulis di pasal 128 no 39 tahun 2009 tentan kesehatan, yang menuliskan bahwa penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud ayat 2 (selama pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan menyediakan waktu dan fasilitas khusus) harus diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.

Sementara itu menurut Yohmi dalam permenkes yang masih diperbincangkan di Kementrian kesehatan saat ini, nantinya akan ada peraturan mengenai penyelenggaraan fasilitas menyusui di tempat umum.


Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Selasa, 20 Agustus 2013

ASI Lindungi Anak dari Depresi Saat Dewasa



Penelitian terbaru tentang manfaat air susu ibu (ASI) dari ilmuwan Jerman menyatakan, anak yang diberi ASI berisiko rendah mengalami depresi saat dewasa. Peneliti mempelajari 52 orang, rata-rata berusia 44 tahun, yang menjalani pengobatan depresi di rumah perawatan, dibandingkan dengan 106 orang sehat.

Hasilnya, 73 persen orang yang tidak depresi mendapat ASI waktu bayi, dan hanya 46 persen dari yang depresi mendapat ASI. Hubungan ini terlihat saat peneliti mengaitkan faktor yang dapat memengaruhi risiko orang depresi, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan ibu.

Menurut peneliti, menyusui mengindikasikan kualitas hubungan ibu-bayi dan aspek lain yang dapat melindungi anak dari depresi. Bisa juga ada komponen pada ASI yang mencegah depresi. Penelitian sebelumnya mengaitkan menyusui dengan rendahnya risiko darah tinggi dan kegemukan pada masa dewasa.

Peneliti mengumumkan penelitian mereka pada awal September. Hasil penelitian mereka dimuat di jurnal Psychotherapy and Psychosomatics.


Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

MANFAAT PROBIOTIK BAGI BAYI




Saat berada di Rahim, tiap bayi memiliki pencernaan yang steril. Belum ada mikroflora yang hidup di dalam pencernaannya. Mikroflora tersebut baru tumbuh setelah bayi lahir, menyusul pemberian Air Susu Ibu (ASI) maupun kontak dengan lingkungannya. Bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki Bifidiobacteria lebih banyak ketimbang yang minum susu formula.

Beberapa hari setelah lahir, koloni bakteri baik alias probiotik tersebut tumbuh membentuk koloni. Mikroorganisme hidup ini dapat diperbanyak populasinya dengan mengkonsumsinya dalam keadaan hidup. Dalam jumlah yang cukup keberadaannya akan bermanfaat bagi kesehatan. Lactobacillus dan Bifidabacterium terbukti sebagai dua jenis utama probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan.

Jika dicermati, dalam sistem pencernaan manusia ada lebih dari 500 spesies bakteri dengan jumlah lebih dari 100 triliun. Populasinya 10 kali lebih lebih banyak dari jumlah sel tubuh. Sebanyak 70 persen sistem imun manusia berada di saluran cerna.

Terkait fakta tersebut, maka probiotik sangat dibutuhkan bagi bayi baru lahir hingga usia enam bulan. Probiotik yang secara alami terdapat pada ASI yang utamanya sangat diperlukan dalam 1000 hari usia anak untuk menunjang pertumbuhan, tak terkecuali bagi bayi prematur dengan berat lahir rendah. Probiotik berpotensi menurunkan risiko penyakit yang berhubungan dengan sistem imunitas, pernapasan, dan pencernaan.

Pada bayi, selama enam bulan pertama kehidupannya, ia masih mendapatkan imunitas pasif dari ibunya. Selanjutnya  ia akan mengembangkan sendiri daya tahan tubuhnya. Berada di fase pembentukan imunitas tubuh, bayi usia enam bulan sampai 11 bulan lebih rentan terkena diare ketimbang anak yang lebih tua.

Berada di usus, probiotik membantu menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Ia membentuk mucosal barrier pada dinding usus. Probiotik terbukti dapat menekan angka kejadian diare, namun perannya dalam meningkatkan absorbs nutrient maupun hormon pertumbuhan masih sebatas spekulasi.

Selain ASI, produk fermentasi susu, seperti yoghurt serta susu formula yang telah difortifikasi probiotik, merupakan sumber makanan utama yang mengandung probiotik. Terkait manfaatnya bagi kesehatan bayi, sangat disayangkan probiotik masih belum membumi bagi masyarakat. Penyimpanannya juga harus dikulkas demi mempertahankan kandungan bakteri baiknya.


Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Minggu, 18 Agustus 2013

Mengapa Ibu Hamil Wajib Menghindari Minuman Bersoda ?




Ibu hamil disarankan menghindari minuman bersoda. Mengapa demikian? Karena minuman bersoda banyak mengandung gula, asam fosfat, karbonat, bahan pengawet, dan kafein yang dapat membahayakan janin.

Konsumsi minuman bersoda berlebihan akan menimbulkan risiko seperti obesitas, hipertensi (darah tinggi), melemahkan sistem imunitas, serta kesehatan tulang dan osteoporosis.

Kelihatannya sepele. Tapi, ibu hamil memang tidak boleh minum sembarangan. Sebetulnya, ada tiga jenis minuman yang baik untuk ibu hamil :

1. Air putih. Jadi, minumlah dua liter air putih yang setara dengan delapan gelas setiap harinya.

2. Susu. Mimunan ini merupakan sumber kalsium dan vitamin D terbaik, pilihlah susu khusus untuk ibu hamil, karena telah diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral, seperti asam folat.

3. Jus buah. Satu gelas jus buah dalam sehari bisa menjadi cara yang terbaik untuk mendapat vitamin. Disamping mengonsumsi vitamin yang diberikan dokter Anda.

Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Kamis, 15 Agustus 2013

MENYUSUI HINDARI WANITA TERKENA KANKER PAYUDARA




Menyusui adalah
hal yang pasti dilakukan oleh wanita setelah melahirkan. Kebiasaan ini ternyata dapat memperkecil kemungkinan mereka terkena kanker payudara daripada wanita yang tidak menyusui. Namun, hal ini berlaku selama wanita menyusui tersebut tidak merokok.

Hal ini berdasarkan penelitian oleh Emilio Gonzalez-Jimenez PhD dari University of Granada, Spanyol, yang mengamati catatan medis 504 perempuan (antara usia 19 dan 91 tahun). Mereka telah dirawat karena kanker payudara di salah satu rumah sakit di kota tersebut.

Lebih lanjut, para peneliti menemukan, rata-rata wanita yang tidak menyusui bayi mereka terkena kanker payudara 10 tahun lebih awal daripada ibu yang menyusui. Analisis tersebut sudah termasuk sejumlah faktor di dalamnya, seperti usia diagnosis kanker payudara, periode menyusui, riwayat keluarga kanker, obesitas, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok.

“Ada berbagai penjelasan mengapa menyusui tampaknya dapat mencegah kanker payudara, dan nampaknya secara signifikan menguntungkan bagi kesehatan perempuan,” ujar Dr Jimenez.

Dia menambahkan, di antara teori biologis untuk menjelaskan manfaat menyusui yang paling mungkin adalah perubahan hormonal selama kehamilan dan ketika menyusui itu sendiri. Sementara, hasil penelitian menunjukkan kenaikan kemungkinan hidup dalam beberapa tahun pada pasien kanker payudara yang menyusui bayi mereka.

“Menyusui untuk periode lebih dari enam bulan tidak hanya menyediakan anak-anak dengan banyak manfaat kesehatan, tetapi juga melindungi ibu dari penyakit serius seperti kanker payudara,” tutup Dr Jimenez.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867
fixedbanner