Selasa, 19 Agustus 2014

ANJURAN CARA MENYUSUI BAYI




Sebelum saat mulai menyusui pertamakali
 
Sepanjang masa kehamilan, baiknya anda mendiskusikan ketentuan buat menyusui dengan dokter anda, yang berkewajiban buat mendukung ketentuan tersebut membantu menciptakan keadaan yang kondusif buat mulai menyusui. Pada waktu melahirkan, dokter dan staf rumah sakit baiknya menolong anda dengan :

1.                   Tidak memakai obat-obatan pada waktu melahirkan, atau memakai obat-obatan cuma seminimal barangkali. Obat penghilang rasa sakit bisa mempengaruhi refleks hisap bayi. Berikan peluang anda buat menyusui sesegera barangkali sesudah melahirkan, jikalau butuh pada waktu anda masih di ranjang melahirkan seandainya melahirkan dengan normal. Kenapa ? Karena refleks hisapan bayi yang sangat kuat terjadi sampai setengah jam sesudah melahirkan.

2.                  Menyusui sesering dan sepanjang yang bayi kehendaki ( demand feeding ). Ada sekamar dengan bayi di rumah sakit ( rooming-in ) akan menolong mempermudah perihal ini. Dengan demand feeding, ASI akan keluar lebih cepat, dan kemungkinan buat mengalami payudara bengkak.

3.                  Berikan bayi cuma ASI. Bayi anda tak perlu air tambahan atau susu formula, sepanjang anda ikuti prinsip demand feeding, dan sepanjang bayi anda didalam keadaan sehat. Pemberian minuman tambahan ( formula, air glukosa, dsb ) cuma akan kurangi nafsu minum si bayi, hingga payudara anda tidak cukup terangsang buat mengeluarkan ASI, dan dapat berakibat berkurangnya suplai. Jika ada justifikasi medis dari dokter buat pemberian minuman tambahan ( contoh : bayi yang beratnya kurang umumnya kandungan gula darahnya rendah hingga butuh glukosa. atau bayi yang amat kuning jaundice cenderung sangat mengantuk buat menghisap payudara hingga butuh suplai cairan tambahan ).

4.                 Tak hanya kurangi nafsu minum si bayi, botol juga menyebabkan bayi menjadi bingung terhadap puting. Kenapa ? Karena aliran cairan di puting botol tambah lebih deras dibanding dengan aliran cairan di payudara, hingga proses menghisap botol jadi tambah lebih gampang buat bayi di banding menghisap payudara. Bayi yang telah kena botol di usia yang sangat dini bisa-bisa menolak payudara. ( catatan : dari buku What to expect the first year, idealnya botol diberikan pada usia 3-5 minggu, waktu bayi telah punya kebiasaan dengan payudara ). Tak hanya itu, pemberian empeng sangat dini juga dapat merubah kekuatan hisap bayi. Baiknya patuhi tangisan bayi jadi indikator pemberian asi, supaya suplai asi anda terus bertahan dengan baik.

Komunikasikanlah perihal diatas dengan dokter dan staf rumah sakit anda.

Step-by-step menyusui
 
Persiapan

1. Bersihkan tangan anda buat menghilangkan kuman. Bila akan anda juga bisa membersihkan puting anda dengan air.

2. Carilah posisi yang enak buat duduk atau berbaring. Bila posisi duduk anda enak, anda akan jadi rileks dan “turunnya” asi ( letdown reflex ) lebih gampang terjadi. Tersebut disini posisi yang mungkin anda dapat coba : 
·                     Duduk dengan sandaran yang enak buat punggung, umpamanya dengan banyak bantal, supaya tidak sakit punggung. Dengan posisi ini, baiknya kaki anda ada didalam posisi yang agak tinggi, umpamanya dengan menyimpan dingklik jadi alas kaki di kursi. Dengan ini, paha anda bertindak jadi penyangga bayi didalam posisi yang pas hingga bayi tak perlu menarik-narik puting anda.
·                     Duduk dengan banyak bantal di area tidur.
·                     Duduk di kursi goyang.
·                     Berbaring di sisi badan anda di area tidur ( bukan hanya posisi rebah ), dengan tangan menyangga kepala anda, sedang bayi didalam posisi tidur menghadap anda. Posisi ini nyaman buat menyusui di malam hari, atau buat ibu-ibu yang melakukan operasi sesar.

3. Rilekslah. Jikalau butuh kerjakan pernafasan relaksasi, mendengarkan musik, membaca, dsb. Seandainya anda sangat tegang, refleks turunnya susu dapat terhalangi.

Step-by-step ambil posisi menyusui dan perlekatan 

1.                   Kepala bayi anda ditempatkan pada lekukan didalam siku tangan anda. Sesudah itu, seluruh badan bayi menghadap dada anda, tidak cuma kepalanya saja. ( Waktu pertamakali mungkin anda akan butuh pertolongan orang/suster buat letakkan bayi anda didalam posisi ini, namun lama kelamaan anda dapat mengerjakannya sendiri. Prinsipnya, kepala bayi kudu tersokong dengan baik ).

2.                  Ambil payudara dengan tangan anda yang bebas, jempol anda memegang bagian atas payudara, dan jari selainnya memegang bagian bawah.

3.                  Waktu didekankan ke puting, bayi anda umumnya akan refleks buka mulut dan menyongsong puting anda. Namun seandainya tidak, colek coleklah bibir bayi anda dengan puting sampai ia buka mulutnya. Yakinkan jikalau bayi anda buka mulutnya selebar barangkali, dan tempatkan bagian sedang puting anda pada bukaan mulut tersebut.

4.                 Atau, seandainya sukar masuknya puting ke mulut bayi, kerjakan trick “sandwich”, yakni menekan puting anda dengan jempol dan telunjuk hingga segepeng barangkali, paralel dengan alur bibir bayi, dan masukkan kedalam bukaan mulut bayi ( trick dari ibu Doris Fok, konsultan laktasi Singapura )

5.                  Perlekatan ( latch-on ) yang baik yaitu seandainya sebagian besar aerola anda ada didalam mulut bayi, dagu menempel ke payudara anda, dan kepalanya agak ke belakang hingga hidungnya tidak ketutupan payudara. Sesungguhnya tak perlu menekan payudara buat membuka jalur udara ke hidung bayi, sepanjang posisi menyusui anda benar.

Durasi menyusui
 
Bila bayi anda terlihat enggan menghisap, janganlah cemas, biarkan dia “main-main” dulu mengendus dan menjilat putingnya. Dengan banyak latihan, bayi anda akan makin mahir. Menyusui pertamakali barangkali cuma sebentar, barangkali cuma empat menit, namun dapat juga lama. Ada bayi yang sejak awal menyusuinya lama. 

Ingatlah bahwa tiap-tiap bayi itu berlainan, dan pola menyusuinya juga barangkali berubah-ubah bersamaan dengan perkembangan mereka. Bayi yang menyusui sepanjang 20 menit di minggu-minggu pertama barangkali cuma akan butuh lima menit di usia empat bln.. pola menyusui di awal umumnya lebih pendek dikarenakan ASI benar-benar belum keluar dan yang ada cuma kolostrum yang berjumlah kecil. 

Ingatlah bahwa membiarkan bayi anda menyusui sepanjang yang ia suka merupakan satu cara buat menjamin bahwa ia memperoleh ASI yang dibutuhkan. Kenapa ? Karena komposisi ASI berubah-ubah didalam satu sesi menyusui. Pada menit pertama menyusui yang keluar yaitu ASI yang encer ( susu depan / foremilk ) yang bertugas buat menghilangkan rasa haus bayi. Menit selanjutnya, persisnya sesudah refleks turunnya susu, ASI beralih jadi lebih kental ( susu belakang / hindmilk ), yang mengandung semakin banyak lemak dan gizi, buat mengenyangkan bayi. Anda barangkali bisa memperhatikan perubahan irama hisapan bayi, dari yang cepat, lalu berhenti sebentar ( waktu terjadi turunnya susu ), lantas hisapannya jadi lebih lambat diiringi dengan irama menelan susu. Anda sendiri juga bisa merasakan turunnya susu dengan timbulnya perasaan geli atau tertusuk-tusuk di payudara. 

Waktu bayi memperoleh cukup susu, umumnya ia akan melepas payudara dengan sendirinya, atau jatuh tertidur. Namun bila anda jadi butuh menghentikan bayi anda menyusui, pelan pelan tekan puting anda dengan jari kelingking buat memotong hisapan bayi. Janganlah menarik puting demikian saja waktu bayi masih menghisap dikarenakan dapat menyebabkan lecet.


Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Senin, 18 Agustus 2014

MEMBERIKAN MAKANAN PERTAMA PADA BAYI







Dalam pemberian makanan padat pertama bagi bayi, satu hal yang harus diperhatikan adalah tekstur. Pastikan bahwa makanan pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali dikunyah dan ditelan bayi memiliki tekstur yang sangat lembut dan mudah menetes dari sendok. Selain itu, MPASI pertama harus berupa makanan yang terbuat dari satu bahan makanan saja.
Salah satu makanan padat pertama yang umum diberikan adalah sereal karena mudah dicerna oleh bayi. Anda juga dapat memulai pemberian MPASI dengan puree buah dan sayur, yang kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Anda bisa membeli makanan-makanan ini di supermarket atau membuatnya sendiri di rumah.
Berikut beberapa makanan pilihan untuk mengawali perkenalan bayi dengan dunia cita rasa:

Sereal

Jika Anda memilih pemberian MPASI pertama dengan sereal, pilihlah yang tergolong single grain, seperti beras (beras cokelat organik lebih disarankan), barley, dan oat. Akan lebih baik lagi bila Anda memilih yang telah difortifikasi dengan zat besi untuk menambah asupan zat besi pada bayi. Hindari sereal yang terbuat dari gandum karena bisa menimbulkan alergi pada bayi. Untuk menyajikannya, campur sedikit sereal dengan ASI atau air untuk membuat ‘sup’ yang creamy.

Alpukat

Buah ini adalah pilihan makanan padat pertama yang sangat baik karena berlimpah dengan lemak tak jenuh tunggal (lemak baik) dan nutrisi esensial seperti vitamin A dan C, niasin (vitamin B3), folat, potasium, fosfor, zat besi, magnesium, dan kalsium. Dengan teksturnya yang lembut dan creamy, membuat alpukat mudah dicerna oleh bayi.

Pisang

Penelitian menunjukkan bahwa pisang dapat membantu melindungi mukosa (selaput lendir) pada lambung dan membantu pencernaan. Pisang mengandung vitamin A & C, folat, potasium, fosfor, selenium, magnesium, dan kalsium. Dengan rasa manis alami, pisang juga membantu bayi agar ia lebih siap untuk pengalaman makan yang pertama.

Pir

Pir mengandung vitamin A & C, folat, potasium, fosfor, magnesium, dan kalsium.

Ubi

Ubi mengandung vitamin A & C, folat, potasium, sodium, selenium, fosfor, magnesium, dan kalsium.

Tips pemberian MPASI pertama:
  • Susui bayi terlebih dahulu sebelum menyuapkan satu atau dua sendok teh makanan yang telah disiapkan. Gunakan sendok plastik dengan bagian ujung yang lembut agar gusi si Kecil tidak terluka.
  • Mulailah dengan sedikit jumlah makanan pada bagian ujung sendok.
  • Apabila bayi terlihat kurang berminat untuk menerima suapan dari sendok, biarkan ia mencium aroma makanan atau merasakannya sedikit dengan lidahnya. Hal ini bisa menjadi ‘pemanasan’ bagi bayi untuk menciptakan pemahaman tentang memakan sesuatu yang padat.
  • Sebagai awal, berikan makanan padat pertama sekali dalam sehari, atau sesuai dengan kenyamanan Anda dan bayi. Yang jelas, jangan berikan makanan saat si Kecil sedang lelah atau ngambek.
  • Tidak perlu khawatir bila bayi tidak mau makan banyak pada awalnya. Berikan ia waktu untuk membiasakan diri dengan pengalaman makan pertamanya, serta berlatih menyimpan makanan di dalam mulut dan menelan.
  • Jika Anda memberikan sereal, tingkatkan kekentalannya secara perlahan dengan mengurangi penambahan cairan (ASI atau air).
  • Ketika bayi mulai terbiasa dengan makanan pertamanya, ia akan siap untuk menerima beberapa suapan sendok makan dalam sehari.

Kurir ASI Jakarta by amura courier
: solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Minggu, 17 Agustus 2014

MAKANAN PELANCAR ASI



Beberapa jenis bahan makanan dipercaya bisa melancarkan ASI. Ada yang pahit, manis, gurih dan segar untuk ibu menyusui. Agar ASI lancar dan deras. Pilih yang menurut Anda paling cocok dan disukai. Kemudian olah sesuai selera. 

Edamame/Kedelai. 





Edamame atau kedelai Jepang ini adalah sumbernya protein nabati. Edamame juga mengandung vitamin K, mangan, asan folat, vitamin C, riboflavin, zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium.

Baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian ibu menyusui yang mencapai 65 gr. Bila Anda sedang bosan makan ikan, unggas atau daging sebagai sumber protein, coba saja edamame. Kekurangan protein bisa membuat produksi air susu berkurang, bahkan cadangan protein dalam tubuh akan ikut berkurang. Enaknya jadi camilan setelah direbus, atau sebagai bahan campuran telur dadar.
 
Daun katuk.





Daun katuk kaya akan protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan vitamin C. katuk juga mengandung alkaloid dan sterol yang mempengaruhi produksi ASI. Dalam 100 gr daun katuk juga terkandung 239 mg vitamin C, sudah jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, yakni 95 mg. tak perlu khawatir kelebihan vitamin C karena ambang batas toleransinya adalah 2000 mg/hari. Hanya dengan melahap sayur daun katuk, Anda tak perlu lagi minum suplemen vitamin C.

Baik untuk memperlancar ASI karena mengandung asam seskuiterna. Penelitian Sa’roni, Tonny Sadjimin, Mochammad Sja’bani dan Zulaela di Slmena, Yogyakarta (2004) menunjukkan bahwa setelh mengonsumsi daun katuk, volume ASI bisa meningkat hingga 50%. Enaknya disayur bening atau sayur bobor.

Bunga Pepaya.




Selain kaya akan vitamin A dan vitamin C, bunga yang berwarna kuning pucat ini juga mengandung kalsium dan fosfor.

Baik untuk mempercepat proses pencernaan protein karena adanya enzim papain, yang tidak hanya terdapat di bagian bunga, tapi juga di buah dan daunnya. Enzim itu berguna untuk memecah protein yang Anda makan, apalagi saat menyusui dibutuhkan protein sekitar dua kali lipat dibanding kebutuhan normal. Bunga papaya juga bisa merangsang nafsu makan. Enaknya ditumis, direbus atau disiram air mendidih untuk lalap.

Bayam hijau/merah.
 




Mengandung vitamin B6, zat besi, protein, thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, vitamin A, C, E, dan K.

Baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh bayi agar kuat. Ini didapat dari vitamin B6. saat menyusui, kebutuhan vitamin B6 Anda satu kali lebih tinggi dibanding wanita yang tidak menyusui atau hamil. Jadi, konsumsi bayam lebih banyak dari biasanya akan menambah kandungan vitamin B6 dalam ASI. Bayam rendah kalori, sama sekali tidak mengandung lemak, tapi kaya nutrisi. Pilih bayam yang warna pekat, hijau atau merah. Kepekatan warna, salah satu ciri kandungan karoten yang lebih banyak, bermanfaat untuk melawan radikal bebas. Enaknya disayur bening, menu sederhana kesukaan semua orang. Buat dalam porsi sekali makan karena sayur bayam tidak boleh dipanasi ulang.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


fixedbanner