Sabtu, 04 Oktober 2014

7 Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur




Salah satu ketakutan ibu hamil adalah melahirkan bayi yang prematur. Jika ingin mencegahnya, coba simak tipsnya berikut ini :

Kebersihan mulut dan gigi

Jangan malas menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur selama hamil. Sebab sebuah penelitian menyebutkan kalau penyakit gusi bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Sarapan

Beberapa ahli mengaitkan antara kebiasaan melewatkan sarapan dengan bayi lahir prematur. Jadi jika tak ingin hal tersebut terjadi, mulai sekarang Anda perlu rajin sarapan.

Vaksin

Vaksin untuk menangkal flu terdengar tidak penting. Namun hal ini perlu dilakukan. Sebab flu juga termasuk salah satu penyebab bayi bisa lahir prematur.

Alkohol dan rokok

Meski beberapa penelitian menyebutkan ibu hamil aman mengonsumsi wine, namun ada baiknya jika konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dihentikan demi mencegah bayi lahir prematur.

Berat badan

Ketika hamil, wanita normalnya mengalami peningkatan berat badan. Sebaiknya sesuaikan peningkatan berat badan dengan usia kehamilan. Sebab terlalu kurus saat hamil bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Dokter dan vitamin

Selain rajin kontrol ke dokter kandungan, jangan malas minum vitamin. Menjaga kesehatan diri sendiri dan janin tentu menjadi faktor utama untuk menjalani persalinan yang lancar.

Minum air

Dehidrasi adalah penyebab kontraksi yang akhirnya memicu bayi lahir prematur. Makanya, selama hamil, jangan malas minum air untuk mencegah kondisi tersebut.

Itulah berbagai cara yang bisa dilakukan oleh ibu jamil untuk mencegah bayi lahir prematur ketika menjalani persalinan.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


Tips Melakukan Stimulasi Menyenangkan Sesuai Usia Janin




Pentingnya memberikan stimulasi pada janin anda sehingga mampu meningkatkan sel-sel otak pada janin, dengan banyaknya sel otak yang terbentuk maka semakin luas pula jaringan otak pada janin anda. Dengan ukuran dan perkembangan otak yang optimal akan menentukan kecerdasan anak anda di masa yang akan datang, selain itu secara psikologis stimulasi yang dilakukan pada janin akan membuat ikatan batin yang kuat antara ibu dan janin. Sebelum anda memberikan stimulasi pada janin anda sebaiknya anda pahami usia janin atau kehamilannya sehingga pada masing masing usia memiliki perbedaan stimulasi.


Berikut adalah tips melakukan stimulasi dengan cara yang menyenangkan dapat dilakukan oleh ibu dan ayah sesuai dengan usia janin anda :


1.    Pada Usia janin 1-4 minggu


Pada minggu pertama kehamilan sebaiknya melakukan stimulasi gizi sehingga memberikan asupan yang baik pada janin. Anda dapat memperhatikan pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan seimbang dan memperhatikan asupan vitamin selama kehamilan.



2.    Pada Usia janin 9-12 minggu


Usia ini bayi telah memiliki reflek terhadap sentuhan sehingga apabila perut ditekan janin akan memberikan respon melakukan gerakan. Hal ini terkait dengan refleks terhadap sentuhan yang sering kali disarankan pada ibu hamil untuk mengusap lembut perut sambil mengajak janin berbicara dengan ikatan emosi yang positif.


3.    Pada Usia janin 13-16 minggu


Pada usia ini indra pendengaran janin sudah berfungsi sehingga seringlah mengajak janin untuk berbicara, anda dapat melibatkan peran ayah dengan mengungkapkan hal yang positif dan menyenangkan. Ibu dan ayah dapat memberikan stimulasi dengan cerita kurang lebih 10 menit sehingga janin akan belajar menyimak.


4.    Pada Usia janin 17-20 minggu


Anda dapat mendengarkan musik klasik kepada bayi anda, penelitian menemukan bahwa seringkali bayi yang diberikan alunan musik klasik akan menjadi tenang dan lebih mudah berkonsentrasi. Selain itu bayi anda akan mudah merespons ketika diputarkan musik. Atur jadwal dalam pemberian musik klasik pada janin anda sehingga janin akan menikmati alunan musik dan menstimulasinya secara optimal.


5.    Pada Usia janin 21-24 minggu


Pertama-tama anda dapat duduk dengan rileks kemudian arahkan senter ke perut ibu setelah itu gerakan cahaya dari senter ke kiri dan ke kanan, bayi anda akan bereaksi dengan melakukan tendangan dan pukulan ketika mendapati cahaya tersebut.


6.    Pada Usia janin 25-28 minggu


Anda dapat memberikan stimulasi dengan memberikan suara, cahaya dan sentuhan, ajaklah bayi anda berkomunikasi sehingga merasakan sentuhan orang tua sekaligus mendengarkan musik yang membuatnya rileks. Lakukan secara teratur, seperti menjadwalkan dua kali dalam sehari dan masing masing dilakukan selama 30 menit.


7.    Pada Usia janin 33-36 minggu


Pada bulan kesembilan ini janin sangat merespon suara yang berasal dari rahim, ungkapkan kata kata yang postif, menenangkan dan membuat anda dan keluarnya sedia menunggu kehadirannya. Dengan begitu dapat membuat anda rileks dalam persalinan.




Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Selasa, 30 September 2014

Tips Memilih Alat Kontrasepsi





Setiap pasangan suami istri pasti pernah membahas masalah kontrasepsi ini, tertama pada pasangan produktif yang berada di usia subur. Nah, berikut tips memilih kontrasepsi yang bisa dilakukan oleh setiap pasangan.
  1. Tentukan tujuan. Pahami tujuan pemakaian kontrasepsi baik dari sisi suami maupun istri. Yang jelas setiap pasangan harus mendapat informasi yang tepat mengenai efektifitas & efisiens setiap pilihan kontrasepsi yang digunakan. Pilihan kontrasepsi harus dilandasi oleh keinginan yang jelas dari kedua belah pihak, apakah untuk menunda mempunyai anak, menjarangkan usia anak atau membatasi jumlah anak yang diinginkan.
  2. Gaya hidup, apakah anda termasuk orang yang disiplin sehingga bisa mengkonsumsi pil KB setiap hari, atau apakah anda bersedia membeli kondom setiap kali ingin melakukan hubungan, jika jawabannya tidak maka pilihlah alat kontrasepsi lain.
  3. Usia, faktor usia juga mempengaruhi pilihan anda. Pil KB sangat dianjurkan bagi wanita sehat  & tidak merokok di atas usia 35 th, namun pada wanita perokok akan timbul resiko terkena serangan jantung. Bagi wanita yang sering mengalami migrain juga tidak dianjurkan menggunakan kontrasepsi pil ini karena meningkatkan resiko stroke.
  4. Kondisi Kesehatan,cek kondisi kesehatan dan riwayat penyakit yang di derita, untuk penderita jantung, kanker sebaiknya tidak menggunakan pil, dan bagi wanita yang pernah bermasalah dengan alat vitalnya  sebaiknya tidak menggunakan IUD (intra urine devices), kondom bisa digunakan bagi orang yang tidak mengalami alergi terhadap alat yang berbahan dasar dari karet.
  5. Efek samping, tanyakan kepada dokter atau bidan anda mengenai efek samping yang bisa terjadi pada setiap  kontrasepsi yang digunakan agar anda bisa memilih yang terbaik bagi anda.
  6. Pahami keuntungan dan kerugian dari setiap alat kontrasepsi karena setiap alat pasti ada sisi positif & negatifnya, anda bisa memilih kontrasepsi yang memberi sisi positif lebih banyak terhadap anda tentunya.
  7. Waktu penggunaan, apakah alat kontrasepsi yang digunakan adalah untuk sementara atau permanen. Bagi pasangan usia muda disarankan memilih alat kontrasepsi sementara yang bersifat  reversible sehingga mudah hamil lagi jika pemakaian dihentikan.
Nah, tunggu apa lagi, ayo tanyakan pada dokter dan bidan anda mengenai kontrasepsi ini agar bisa menciptakan generasi sehat dan cerdas melalui anak yang kita miliki dengan perencanaan yang matang.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


Senin, 29 September 2014

TIPS MERAWAT TALI PUSAT






Sampai tali pusat bayi lepas (antara 5-21 hari), bayi sebaiknya tidak dimandikan langsung dalam air alias dilap saja, agar tali pusat tidak lembab dan tetap kering. Jika ingin dimandikan, usahakan agar tali pusat tidak banyak terkena air. Sebelum mengganti kain kasa yang membungkus tali pusat bayi, siapkanlah semua benda yang Anda butuhkan. Setelah itu, lakukanlah penggantian kain kasa dengan hati-hati, namun mantap. Perawatan ini dapat dilakukan dua kali sehari.


Yang dibutuhkan:

  • Kasa steril beralkohol dalam kemasan praktis. Dapat juga menggunakan kain kasa steril yang dicelupkan pad aalkohol 70%.
  • Alkohol 70 %.
  • Bola-bola kapas yang lembut dan steril, jika diperlukan.

Jika Anda ingat dahulu, para ibu menutup tali pusat dengan gurita bertali atau  semacam jaring yang elastis. Kini, tindakan itu  tidak dianjurkan lagi oleh dokter.


Ke dokter jika:

  • Bayi demam.
  • Pangkal tali pusat terlihat kemerahan.
  • keluar cairan berbau atau darah dari pangkal tali pusat.
  • Bayi selalu menangis ketika kulit di skeitar tali pusat disentuh dengan jari. Bila bayi menangis karena merasa dingin terkena alkohol, hal ini normal. 

Kurir ASI Jakarta by
amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867
fixedbanner