Kamis, 13 November 2014

Keluhan yang Sering Muncul pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya




Ada beberapa keluhan dan masalah yang biasanya muncul dan dialami saat ibu sedang hamil. Beberapa diantaranya adalah:

1. Sakit punggung

Selama kehamilan, sambungan antara tulang pinggul mulai melunak dan lepas. Ini persiapan untuk mempermudah bayi lahir. Rahim bertambah berat, akibatnya, pusat gravitasi tubuh berubah. Secara bertahap, ibu hamil mulai menyesuaikan postur dengan cara berjalan. Hal ini menyebabkan sakit punggung dan pegal.

Cara mengatasi sakit punggung pada ibu hamil: Untuk mengatasi sakit punggung tak perlu obat. Cobalah perbaiki cara berdiri, duduk, dan bergerak. Jika harus duduk atau berdiri lebih lama jangan lupa istirahat setiap 30 menit.

2. Gatal-gatal

Keluhan ini pun lazimnya disebabkan pengaruh faktor hormonal.

Cara mengatasi gatal-gatal pada ibu hamil: Cukup dengan menggunakan obat luar. Sedapat mungkin hindari obat-obatan oral atau yang diminum. Obat-obatan jenis ini umumnya tidak baik bagi tumbuh kembang janin.

3. Nyeri ulu hati

Jika mengalami keluhan ini jangan panik. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kecil isi lambung yang lewat di pangkal saluran kerongkongan (penghubung mulut dengan lambung).

Cara mengatasi rasa nyeri ulu hati pada ibu hamil: Tak perlu ke dokter untuk mengatasinya. Malah pencegahannya tergolong mudah. Selama kehamilan, jangan membungkuk atau berbaring datar. Kalaupun ingin berbaring cobalah gunakan bantal yang tinggi. Sediakan pula segelas susu di samping tempat tidur dan minumlah sedikit-dikit setiap kali terasa nyeri.

4. Sembelit

Hormon progesteron saat hamil menyebabkan relaksasi usus. Akibatnya daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan yang menumpuk mengakibatkan sembelit. Sebab lainnya bisa juga kandungan zat besi pada tablet khusus ibu hamil. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar seringkali menjadi penyebab.

Cara mengatasi sembeli pada ibu hamil: Perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan berserat. Satu lagi, lebih teraturlah ke belakang dan minum air putih minimal delapan liter setiap hari.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


Rabu, 12 November 2014

KETIKA AYAH TERKENA BABY BLUES




Ibu muda yang baru melahirkan rentan terkena sindrom baby blues. Sindrom ini biasanya terjadi pada pasangan muda yang memiliki anak pertama. Ini adalah depresi yang biasanya terjadi karena ketidaksiapan mental menghadapi kehadiran bayi dalam kehidupan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa satu dari lima ibu mengalami baby blues.

Namun yang mengejutkan adalah penelitian terbaru diungkapkan bahwa ayah pun ternyata juga bisa mengalami sindrom ini. Penelitian tersebut menyatakan, satu dari sepuluh ayah mengalami depresi baby blues. Yang lebih mengejutkan, 25 persen dari jumlah itu terus mengalami depresi hingga bayi mereka berusia enam bulan. Ada hubungan yang konsisten antara depresi ayah dan depresi ibu. Depresi pada ibu dapat menyebabkan depresi pada ayah. Selama itu pula, sang ayah memiliki ciri depresi tersendiri, yaitu cenderung lebih sensitif, dan gampang marah karena emosi.

Kelakuan sang ayah diperkirakan akan lebih berpengaruh negatif terhadap si jabang bayi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa masalah ini sebelumnya kurang diperhatikan. Bahkan yang cukup mengkhawatirkan, seorang ayah yang mengalami baby blues kerap memiliki "pikiran menakutkan" untuk menjatuhkan sang bayi dari tangga.

Memiliki bayi merupakan transisi psikologi luar biasa yang dapat membawa kebahagiaan dan juga stres yang bila dibiarkan akan menjadi depresi. Di sisi lain, kehadiran bayi bisa membuat ayah sering merasa sendirian, kehilangan dukungan istri yang sakit pasca-melahirkan. Mereka juga mengkhawatirkan bayi mereka, dan merasa seluruh beban ada di pundak mereka. Kesimpulannya, lelaki yang memiliki istri yang baby blues, juga akan rentan mengalami baby blues.

Ayah pada usia pertengahan 40 tahun biasanya akan lebih stres saat bekerja. Karena mengkhawatirkan kondisi keuangan. Namun kebanyakan lelaki tidak membicarakan masalah ini. Ada stigma sosial yang melarang lelaki untuk mencari pertolongan. Padahal para ayah yang mengalami baby blues harus membicarakan hal ini atau mencari kelompok pendukung.

Untuk mengatasi persoalan ini, pola komunikasi dua arah antara ayah dan ibu dalam mengurus bayi yang baru lahir amat diperlukan. Baik suami maupun istri harus saling memberikan dukungan dengan belaian lembut, pelukan hangat, atau ucapan yang menyenangkan. Ibu juga sangat membutuhkan dukungan ayah selama masa menyusui. ASI bisa tidak keluar bila ibu stres. Sementara itu, si ayah, yang sepanjang hari bekerja dan memikirkan ekonomi keluarga, tentu akan merasa terganggu oleh tangisan anak pada malam hari dan perhatian istri yang berkurang.

Dampak Buat Anak

Dari hasil penelitian tentang depresi pada orang tua 9-24 bulan setelah kelahiran, ditemukan bahwa depresi pada ayah secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam memahami kosakata selama setahun pertama.

Meskipun depresi pada ibu juga berpengaruh, depresi pada ayah-lah yang mengurangi kemampuan anak berbahasa. Karena Ibu memiliki jumlah waktu yang cukup ketika mengurus bayi. Berbeda dengan ayah. Depresi yang terjadi pada ayah muda juga dapat mempengaruhi disregulasi sistem stres anak saat pertengahan masa kanak-kanak. Sistem stres anak tampaknya lebih sensitif kepada depresi ayah ketimbang ibu.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Senin, 10 November 2014

MENGAJARI BUAH HATI BERJALAN




Saat si kecil sedang belajar jalan, penting untuk membantunya menciptakan kepercayaan diri. Motivasi ini di antaranya dengan memberikan kata-kata pujian setiap kali si kecil berhasil melakukannya. Terus beri semangat saat ia bolak-balik jatuh. Nah, jika anda merasa bingung atau kesulitan mengajari buah hati berjalan, jangan khawatir. Berikut sejumlah informasi yang dapat membantu anda dan si kecil.

-         Belajar merupakan tahap perkembangan motorik tulang dan otot gerak leher, punggung, bahu, lengan, pinggul, dan tungkai. Sebelum sampai di fase ini, pada usia anak 3-4 bulan ia akan memiliki kemampuan berguling tengkurap, pada usia 6-7 bulan mulai duduk, kemudian pada usia 8-9 bulan bisa merangkak dan berdiri. Proses berjalan sendiri baru bisa dipelajari setelah anak stabil berdiri. Mulai dengan berjalan berpegangan, kemudian bisa berjalan sendiri di usia sekitar 11-18 bulan.

-         Pada dasarnya kemampuan berjalan bisa dikuasai seorang anak bila tahapan perkembangan sebelumnya sudah dilalui. Namun, dengan stimulasi dan deteksi dini, proses berjalan akan berlangsung lebih lancar. Misalnya, saat anak belajar duduk, tingkatkan kemampuan otot kecilnya dengan memberi permainan yang membuat ototnya bergerak. Bantulah saat anak mulai percaya melakukan langkah pertamanya. Begitu anak merasa nyaman, langkah selanjutnya akan berjalan lancar. Jangan lupa selalu berikan pujian di setiap langkahnya.

-         Apakah cepat atau lambatnya anak berjalan berpengaruh pada kecerdasan? Sebetulnya itu tergantung dari pemicu gangguan perkembangan berjalan yang dialami anak. Ada kondisi tertentu yang terkait langsung dengan kecerdasan. Misalnya, anak dengan cereblal palsy akan menunjukkan keterlambatan motorik dan kelemahan kemampuan koordinasi, termasuk aspek kognisi atau kecerdasan.

-         Lalu, apakah anak harus melalui fase merangkak sebelum bisa berjalan? Bahaya yang mungkin terjadi apabila anak melewatkan fase merangkak memang terus diperdebatkan. Sebagian berpendapat, dilewatinya fase merangkak tanda kurang sempurnanya koordinasi bilateral dan akan merugikan perkembangan anak.

-         Sementara itu, ada pula yang yakin bahwa proses merangkak tidak mempengaruhi tahap perkembangan berikutnya. Dalam instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST), fase merangkak tidak termasuk salah satu tahapan perkembangan yang wajib dikuasai anak. Pengamatan terhadap bayi yang melewatkan fase merangkak ternyata memiliki korelasi dengan kebiasaan tidur telentang, serta kurangnya kesempatan berlatih saat waktu bermain di lantai atau matras.

-         Masih ada orangtua yang kurang percaya diri jika tidak membeli alat bantu untuk merangsang tumbuh kembang bayi. Padahal, sesungguhnya stimulasi bisa diberikan tanpa alat bantu kecuali pada kasus keterlambatan motorik pada anak.

-         Baby walker ternyata potensial melukai bayi, karena bayi bisa meluncur tanpa kendali di atasnya. Kemudahan yang diberikan tidak sebanding dengan risiko. Semakin lama bayi diposisikan di baby walker atau bouncher, perkembangan motoriknya pun melambat. Dalam artian, tak ada rekomendasi ilmiah penggunaan walking asistant. Pendampingan proses belajar secara konvensional dengan cara dititah masih sangat efektif dan efisien, serta dapat mempererat bonding dalam keluarga.


BELAJAR BERJALAN TANPA ALAS KAKI

Ketika bayi sedang belajar berjalan, bebaskan kakinya dari sepatu atau kaus kaki. Biarkan dia berjalan tertatih-tatih dengan bertelanjang kaki. Dengan demikian akan membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasinya. Tundalah sementara waktu untuk membelikan sepatu sampai bayi bisa berjalan-jalan di luar. Namun, ketika mau membeli sepatu untuk bayi anda, belikan sepatu yang berkualitas. Pastikan ada ruang untuk pertumbuhan kakinya. Selain sepatu, pastikan bayi memiliki lingkungan yang aman saat belajar berjalan. Jagalah lantai rumah agar ia belajar berjalan dengan mudah. Singkirkan mainannya dan jangan pernah meninggalkannya sendirian. Selama bayi menunjukkan minat untuk belajar hal-hal baru, anda tidak perlu khawatir.

Jika bayi anda termasuk lebih lama dari bayi lain saat belajar merangkak, kemungkinan dia membutuhkan beberapa bulan lagi untuk bejalan. Setiap bayi memiliki perkembangan keterampilan yang berbeda. Ada beberapa bayi yang bisa lebih cepat daripada yang lain. Jika anak sudah berusia 18 bulan dan belum bisa berjalan, konsultasikan kedokter anak. Konon, kecepatan bayi belajar sering diwariskan dari orangtuanya. Jika anda atau pasangan sewaktu kecil dulu belajar berjalannya lama, ada kemungkinan bayi anda pun mengalami kejadian sama.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


fixedbanner