Kamis, 11 Februari 2016

CERITA TENTANG PEJUANG ASI

Sejatinya, Air Susu Ibu (ASI) mutlak menjadi hak setiap anak. Itu sebabnya produksi ASI yang berlimpah patut disyukuri. Seperti dua pengalaman perempuan berikut ini.

FITRIYANA

Memiliki ASI berlimpah tak hanya membuat seorang ibu bahagia, tapi juga galau. Seperti kebingungan yang dialami Fitriyana, ketika memiliki putra pertama, Leno. Semula, ia kerap bingung, ASI perah yang ia miliki dalam jumlah banyak mau dikemanakan ? Mau dibuang pun sayang. Akhirnya, ibu yang sekali memerah bisa mendapatkan ASI sebanyak 200 cc ini pun memberanikan diri menjadi pendonor ASI.

Atas sarang seorang teman, Fitri menginfokan soal donor ASI melalui akun Twitter miliknya, juga di komunitas Mama Perah Jakarta 3, tempat ia bergabung. Tanpa disangka, informasi tersebut makin menyebar hingga Fitri memiliki 20 bayi laki-laki sepersusuan dengan anaknya. Pemberian donor ASI memang disyaratkan untuk yang berjenis kelamin sama, agar kelak tidak berjodoh. Awalnya, Fitri membantu seorang ibu yang habis melahirkan tapi ASI-nya masih seret. Lalu ada juga bayi yang ibunya meninggal ketika melahirkan. Dan, saking banyaknya ASI perah yang ia miliki, akhirnya ia pun juga membantu para working mom yang ingin mengejar sampai bayinya lulus ASI eksklusif.

Fitri mengaku, ia tidak menerapkan manajemen khusus untuk jumlah ASI bagi bayinya maupun yang ingin didonorkan. Sejauh ini, ia menilai suka duka menjadi pendonor ASI perah adalah, munculnya rasa senang bisa membantu sesama ibu dan juga jadi punya banyak keluarga baru. Sampai saat ini, antara Fitri dan penerima donor ASI-nya pun masih sering kontak. Tapi, ia juga sering sedih saat harus mendonorkan ASI untuk bayi yang ditinggal ibunya karena koma setelah melahirkan. Ada rasa tidak tega merasuk ke hatinya. Biasanya, orangtua atau kerabat para penerima donor ASI perah miliknya datang sendiri mengambil stok ke rumahnya. Tapi, beberapa dari mereka yang berdomisili di sekitar Jabodetabek juga mengandalkan jasa kurir khusus ASI untuk pengiriman.

Ditanya, apa kiatnya hingga ASI yang dihasilkannya begitu banyak ? Fitri menjelaskan, cukup rajin pumping (memerah) dan minum air putih yang banyak. Sementara untuk makanan, Fitri tidak ada pantangan sama sekali. Fitri pun senang bisa melihat putranya tumbuh sehat dan montok karena diberikan ASI selama 2 tahun penuh. Lantaran kulkas di rumahnya sudah tak cukup menampung, Fitri lantas menyediakan freezer khusus untuk menyimpan ASI perah agar tahan lama. Freezer khusus untuk menaruh ASI perah ini tidak dicampur dengan makanan atau minuman lain, agar lebih steril. Cara mengkonsumsinya, dicairkan dulu lalu direndam air hangat atau mengalir hingga suhu normal. Baru bisa diberikan ke bayi.

Menurut Fitri, selain kemauan dari si ibu, idealnya pemberian ASI turut didukung oleh suami pula, lalu juga orangtua, mertua, teman-teman, dan juga tempat bekerja si ibu. Para ibu yang masih menyusui itu perlu diberikan semangat untuk terus menyusui agar produksi ASI-nya lancar. Begitu pula dengan para working mom, dukungan kantor juga ikut mempengaruhi. Saran lain darinya, agar para ibu rajin memerah ASI, hindarilah stres karena akan berpengaruh pada si bayi. Kini, Fitri telah memiliki putri kedua bernama Leta. Dan ia pun masih bersyukur produksi ASI-nya tetap berlimpah dan terus bisa mendonorkannya bagi para bayi yang membutuhkan.  

DELLA SABRINA INDAH PUTRI


Memiliki empat orang anak dan mampu memberikan ASI eksklusif secara penuh amat disyukuri oleh Della Sabrina Indah Putri. Tapi, semua pengalaman itu tak selalu mulus dilaluinya. Ketika putri pertamanya lahir, Aisha Maydina Hakim, bayinya sempat bingung puting. Hal itu sempat membuatnya stres, bahkan nyaris membuatnya menyerah untuk menyusui. Namun, dukungan teman dan keluarga membuat istri dari presenter Irfan Hakim ini dapat melewati kendala tersebut dalam dua minggu. Lain lagi ketika putri kembarnya lahir, Bhavna Rakana Hakim dan Bhiyan Raina Hakim. Menurutnya, kala itu pemberian ASI pada si kembar bersamaan dengan rencananya beribadah haji dengan suami. Untuk itu, sejak usia seminggu hingga 5,5 bulan, Della rajin memerah ASI. Akhirnya terkumpul sekitar 600 botol (69 liter ASI perah). Dan itu semua ia tinggalkan untuk bekal ASI si kembar selama ia beribadah haji.

Della mengaku ikhlas karena semua ia lakukan sebagai ibadah. Ia niatkan memerah ASI untuk ibadah, dan mengikhlaskan berapa pun hasilnya. Tapi ia tetap bertekad akan berusaha semaksimal mungkin. Sejak itulah, ia mulai memasang target. Bagaimana caranya ? Pertama, tanpa menghitung hasilnya dalam sehari ia harus bisa memerah ASI sebanyak 5 kali. Kedua, setelah berhasil, ia punya target harus bisa menghasilkan minimal 5 botol ASI perah. Ketiga, dalam 5 bulan, ia menargetkan harus bisa mendapat 500 botol. Hasilnya, Della mampu melampaui target tersebut. Ia berhasil mendapatkan 600 botol dalam 5,5 bulan. Ia pun makin yakin, bila tujuannya untuk ibadah, Tuhan pasti akan membantunya, apa pun itu bentuknya.

Dari dua pengalaman tersebut, Della semakin percaya diri ketika putra bungsunya lahir. Ia merasa lebih santai dan percaya diri meskipun ada yang bilang, menyusui satu anak lelaki ibarat menyusui dua anak perempuan. Karena sudah pernah menyusui anak kembar dan berhasil, jadi ia sama sekali tidak ada perasaan ‘takut kurang’ saat menyusui anak ke empat. Menurutnya, setiap ibu tentu punya kemampuan berbeda dalam memproduksi ASI. Begitu pun saat memerah ASI. Dari mulai hanya 5 cc sehari, 20 cc sekali perah, sampai bisa 1,5 liter untuk sekali perah. Semuanya pernah ia alami. Menurut Della, yang mempengaruhi kuantitas adalah seberapa sering frekuensi memerah ASI, kondisi fisik yang sehat, dan hati yang nyaman. Karena pikiran, otak, dan hati memang ikut berperan saat memerah ASI. Saat hati sedang rileks, happy, dan nyaman, hormon oksitosin banyak beredar dalam tubuh sehingga bisa memperlancar ASI. Hisapan bayi juga dapat merangsang pembentukan prolaktin sehingga diproduksilah ASI.

Di luar itu semua, keberhasilan ibu menyusui tentu tak luput dari lingkungan sekitar yang kondusif. Sayang, hal itu tak selalu didapat ketika bayi baru lahir. Della menceritakan, dulu saat mempunyai anak pertama, suaminya termasuk orang yang kurang mendukung dirinya untuk menyusui. Saat melihat anak pertamanya menangis terus, sang suami malah menyuruhnya memberikan susu formula. Saat itu Della mengaku sempat sedih dan drop sekali rasanya. Ia pun jadi malas untuk menyusui. Tapi, dukungan datang dari keluarga dan sahabat. Mereka juga yang bantu menjelaskan pada suaminya, tentang pentingnya dukungan pada istri yang sedang menyusui. Sejak itulah, Irfan berbalik menjadi orang terdepan yang mendukungnya untuk menyusui. Dari mulai memberikan pijatan, pujian, juga semangat. Bahkan membelikan freezer untuk menyimpan ASI perah pun dia lakukan. Della yang kini juga menjadi konselor ASI pun bersyukur, keempat anaknya memiliki tumbuh kembang ideal sesuai tahapan usia mereka.


Satu pesan yang menurutnya harus diingat para ibu menyusui, menyusuilah dengan kondisi nyaman. Saat ibu merasa nyaman menyusui, ASI akan lebih lancar, dan bayi pun tumbuh sehat.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867

Rabu, 10 Februari 2016

MENGAPA ASI SULIT KELUAR ?



Produksi ASI mengalami proses laktogenesis 1 dan 2. Laktogenesis 1 adalah proses di mana ASI keluar dipicu oleh hormon dan masa-masa kolostrum. Pada saat ini bayi sebisa mungkin sudah rawat gabung dengan ibu dan sudah dibiasakan untuk menyusui dengan teknik yang tepat. Jadi, saat pindah ke fase laktogenesis 2, kondisinya semakin banyak dikeluarkan semakin bagus produksi ASI-nya. Tapi tentu saja tergantung peranan bayi di mana bayi harus pintar menyusui agar laktogenesisnya bisa stabil.


Sebenarnya, ASI itu bisa keluar dengan mudah, kecuali ada kelenjar di payudara. Meski kasus ini jarang terjadi, kelainan tersebut bisa dilihat saat kehamilan. Sayangnya, belum banyak tenaga kesehatan yang melakukan pengecekan payudara. Yang biasa terjadi, pada saat kehamilan payudara ibu akan mengalami pembesaran karena peningkatan lemak di payudara. Serta sel-sel ASI yang tadinya kuncup mulai mekar. Namun, jika tidak ada perubahan pada payudaranya harus segera diwaspadai. Jadi, sebenarnya kasus ASI yang sulit keluar bisa diantisipasi sebelumnya. Yang penting adalah persiapan sebelum melahirkan. Semuanya sudah harus tuntas sebelum bayi lahir.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867

MANAJEMEN ASI PERAH



Tujuan dari memerah ASI adalah mempertahankan dan memproduksi ASI serta mengurangi payudara bengkak. Lalu, bagaimana memberikan ASI saat ibu dan bayi terpisah ? Misalnya, ketika ibu sudah mulai kembali beraktivitas kerja. Para ibu tentu harus memperhatikan beberapa hal, berikut penjelasannya :

WADAH

Pakailah botol kaca yang tidak perlu disteril, asal saja dicuci bersih sudah cukup. Karena ASI langsung keluar dari wadahnya dan memiliki zat anti bakteri. Ibu cukup mencuci bersih wadah dengan menggunakan sabun khusus untuk peralatan bayi. Lalu bilas dengan air matang dan simpan di tempat yang kedap udara agar rawan dari kebocoran dan kontaminasi bakteri yang masuk.

ISI

Saat mengisi jangan sampai memenuhi botol tapi harus disisakan sampai di bawah leher botol. Kalau kepenuhan dikhawatirkan bisa retak saat disimpan di kulkas.

CATAT

Jangan lupa catat tanggal penyimpanannya. Sebaiknya jangan disimpan di pintu kulkas karena rawan perubahan suhu, karena pintu kulkas sering dibuka tutup. Yang penting prinsipnya adalah meminimalkan perubahan suhu yang drastis. Sehabis memerah jangan langsung dimasukkan ke freezer karena akan terlalu drastis perubahannya. Begitu juga sebaliknya, saat diambil dari freezer, pindahkan dulu ke kulkas agar cair. Setelah cair diamkan di suhu ruang. Pada saat diberikan baru dihangatkan dengan memasukkan ke mangkuk berisi air hangat atau dialirkan dari keran air hangat.

Ketika ibu sudah mulai bekerja dan ingin memerah di kantor, lakukan sesukanya jangan menunggu sampai payudara bengkak. Jadwalnya sama dengan jadwal bayi menyusui, maka lakukan hal yang sama ketika belum masuk bekerja.

Makin penuh isi freezer maka makin lama menyimpan dingin. Semakin sering pintu kulkas dibuka tutup suhunya akan semakin cepat panas. Ketika listrik mati, ganjal ASI perah dengan es batu sebanyak mungkin. Lalu, tutup pintu freezer jangan dibuka sampai listrik menyala kembali. Setelah menyala periksa kondisi ASI, ada beberapa yang masih beku tapi ada juga yang sudah mencair. Kalau sudah mencair sedikit atau masih ada bonggolnya masih bisa disimpan di freezer. Tapi, jika sudah mencair jangan dimasukkan ke freezer lagi. Tapi simpan di kulkas dan harus dikonsumsi dalam waktu 1x24 jam.

TIPS :
·      
  
ASI perah yang diperolehd ari jadwal memerah yang berbeda dapat digabungkan dengan syarat jarak waktu memerah maksimal 24 jam. Dinginkan hasil perahan minimal 1 jam dalam lemari es bukan freezer sebelum digabungkan.

·         Jangan menggabungkan ASI hangat atau baru perah dengan ASI yang sudah dingin atau beku.

CARA PENYIMPANAN ASI PERAH

Penyimpanan dengan suhu ruangan 16-29 derajat Celcius
·         ASI segar 3-4 jam (optimal), 6-8 jam (kondisi sangat bersih).
·         ASI beku yang sudah dicairkan selama 4 jam.
·         ASI yang sudah dihangatkan segera diminumkan.
·         Sisa minum selama 1 jam. Jika masih sisa, harus dibuang.

Penyimpanan di cooler bag ditambah es batu atau ice pack suhu 4-15 derajat Celcius
·         ASI segar selama 24 jam.
·         ASI beku yang sudah dicairkan tidak disarankan.
·         ASI yang sudah dihangatkan tidak disarankan.
·         Sisa minum harus dibuang.

Penyimpanan di lemari es suhu 0-4 derajat Celcius
·         ASI segar 3 hari (optimal), 8 hari (jika kondisi sangat bersih).
·     ASI beku yang sudah dicairkan selama 24 jam. Lebih dari itu tidak diketahui keamanannya.
·         ASI yang sudah dihangatkan selama 4 jam.
·         Sisa minum harus dibuang.

Penyimpanan di freezer tergantung di mana ditempatkan.
·         Lemari es 1 pintu suhu -15 derajat Celcius. ASI segar selama 2 minggu.
·         Lemari es 2 pintu suhu -18 derajat Celcius. ASI segar selama 3 bulan (optimal) dan 6 bulan (dapat diterima).
·         Freezer tunggal. ASI segar selama 6 bulan (optimal) dan 12 bulan (dapat diterima).
·         Untuk penyimpanan ASI beku yang sudah dicairkan dan ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dibekukan.
·         Untuk penyimpanan sisa minum harus dibuang.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867

Selasa, 09 Februari 2016

MEMERAH ASI ATAU MEMOMPA ASI ?




Mendapatkan ASIP atau ASI perah bisa dengan dua cara. Menggunakan tangan atau pompa. Tentu masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan. Apapun pilihannya, bundalah yang menentukan. Mana yang terbaik dan paling nyaman untuk dirinya sendiri.

Keuntungan memerah ASI dengan tangan:
·         Lebih efektif mengosongkan payudara, terutama saat ASI tinggal sedikit. Dengan pijatan langsung di payudara, Anda bisa mengeluarkan ASI yang tersisa.
·         Jumlah hasil ASI perahan menggunakan tangan, biasanya lebih banyak dibanding ASIP yang didapat dengan cara memompa, karena Anda bisa memerah ASI sampai habis.
·         Lebih efektif  merangsang payudara untuk terus memroduksi ASI. Begitu payudara kosong setelah diperah, otak memerintahkan tubuh untuk segera mengisi payudara dengan ASI.
·         Lebih ekonomis. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat pompa, baterai atau  biaya listrik demi mengoperasikan pompa elektrik.
·         Tidak bergantung pada alat. Bila lupa membawa pompa Anda masih bisa memerah ASI. Anda juga tidak perlu membawa banyak peralatan,cukup wadah steril untuk menampung ASI.
·         Anda tidak direpotkan untuk membersihkan pompa,karena yang dibutuhkan hanya tangan yang bersih untuk memerah ASI.
Kekurangan:
·         Anda harus tahu betul teknik memerah ASI yang tepat agar hasil perahan maksimal. Jika tidak, Anda bisa menghabiskan banyak waktu untuk memerah tapi hasil yang didapatkan hanya sedikit.
·         Melelahkan karena menggunakan tenaga sendiri untuk memerah ASI.
·         Tidak bisa melakukan kegiatan lain karena kedua tangan bekerja untuk memerah ASI.
·         Butuh  ruang  tertutup saat memerah ASI. 

Keuntungan memompa ASI dengan pompa manual atau elektrik :
·         Tidak melelahkan karena  pada pompa elektrik, mesin yang bekerja memompa ASI. Bila Anda menggunakan pompa manual, Anda bisa bergantian menggunakan tangan kanan dan kiri untuk memompa.
·         Lebih hemat waktu, apalagi bila Anda menggunakan pompa ASI ganda. Dengan dua pompa, Anda bisa memerah kedua payudara sekaligus.
·         Anda masih bisa melakukan aktivitas lain sambil memerah ASI karena satu tangan masih bisa bergerak, misalnya membaca majalah atau menulis, bahkan twitteran.
·         Bila Anda menggunakan pompa elektrik sederhana dan dengan sedikit bantuan orang lain, Anda bisa memerah ASI sambil menyusui bayi.
·         Lebih mudah dilakukan di mana saja, seperti di dalam mobil dalam perjalanan. Anda tinggal tutup dengan nursing apron. 
Kekurangan:
·         Kurang nyaman, bahkan beberapa ibu merasa sakit di masa awal menggunakan pompa ASI. Anda harus perhatikan dengan cermat instruksi penggunaan pompa ASI sehingga bisa menempatkan payudara dengan tepat, agar tidak sakit saat dipompa.
·         Pompa manual yang menggunakan tekanan negatif tidak dianjurkan, karena dapat merusak saluran ASI.
·         Kurang efektif dalam mengosongkan payudara. Saat ASI tinggal sedikit biasanya ASI tidak bisa keluar bila dipompa dengan alat, namun bila Anda perah secara manual sebenarnya masih ada ASI yang keluar.
·         Anda bergantung pada alat, sehingga bila pompa tertinggal, baterai habis atau tidak ada tenaga listrik, Anda tidak bisa memerah ASI. Belum lagi ada banyak alat yang harus dibawa, selain wadah penampung ASI.



Kurir ASI Jakarta by 
amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867



POSISI MENYUSUI



Prinsip posisi menyusui yang benar adalah kepala bayi harus menghadap ke payudara, kepala harus lebih rendah dari payudara, kepala dan badan harus dalam posisi satu garis, menyangga bagian leher dan pundak serta pantat. Posisi menyusui boleh dilakukan sambil tiduran, atau di bawah lengan dan badan bayi berada di belakang. Posisi ini dilakukan untuk ibu yang habis melakukan operasi caesar. Tujuannya supaya posisi bayi tidak menekan bekas operasi.

Posisi menyusui yang dianjurkan untuk malam hari adalah sambil tiduran karena ibu juga butuh istirahat atau tidur agar tidak kelelahan. Namun, harus diwaspadai ada bagian yang tertekan ketika menyusui lama. Sebaiknya, ganti posisi sebelah kiri dan kanan.

POSISI MENYUSUI BAYI KEMBAR

Menyusui bayi kembar memang tidak mudah. Pilih posisi yang paling nyaman. Karena kenyamanan selama menyusui sangat penting untuk kelancaran proses laktasi. Silahkan pilih dari ketiga posisi berikut ini, sesuai kenyamanan Anda dan si kembar.

1. Posisi Menggendong (The Cradle Hold)

·         Peluk kedua bayi dengan kepala ditempatkan pad alekuk siku tangan Anda. Kepala bayi yang menyusu pada payudara kanan, diletakkan pada lekuk siku tangan kanan Anda dan bokongnya pad atelapak tangan kanan Anda. Lakukan sebaliknya bila bayi menyusu pada payudara kiri. Arahkan badan bayi, sehingga telinga bayi berada pad asatu garis lurus dengan tangan bayi yang ada di atas (bayi berbaring menyamping)

2. Posisi Menyangga Kepala (The Clutch Or Football Hold)


·       Kedua kepala bayi disangga dengan telapak tangan Anda, sementara tubuh mereka diselipkan di bawah kedua tangan Anda (seperti memegang bola atau tas tangan). Bila menyusui bayi pad apayudara kanan, maka Anda akan memegangnya dengan tangan kanan. Demikian pula sebaliknya. Letakkan tangan Anda di atas bantal pada pangkuan Anda atau di samping, lalu sangga bahu, leher dan kepala kedua bayi Anda dengan kedua tangan. Arahkan mulut bayi kea rah putting susu. Biarkan kakinya menjulur ke belakang.

3. Posisi Gabungan

·    Anda dapat menyusui salah satu bayi Anda dengan posisi menggendong, dan bayi Anda yang lain dengan posisi menyangga kepala. Lakukanlah secara bergantian.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms :085695138867


Selasa, 02 Februari 2016

PIJAT PAYUDARA SAAT MENYUSUI





Pijat Payudara semasa menyusui bermanfaat untuk memperlancar pengeluaran ASI dan membantu produksi ASI, selain juga dapat membuat payudara tetap indah. Pemijatan bisa dilakukan setiap hari di kala mandi. Caranya antara lain :
  • Siapkan peralatan yang akan digunakan seperti baskom berisi air hangat, minyak alami seperti baby oil atau minyak zaitun, waslap, dan kapas.
  • Bersihkan daerah payudara dengan waslap air hangat.
  • Ratakan minyak pada kedua tangan. Minyak ini untuk melenturkan dan melembapkan payudara saat dipijat.
  • Letakkan satu tangan di bagian bawah payudara dan satu tangan di atasnya, kemudian lakukan gerak memutar dengan telapak tangan searah jarum jam. Lakukan pula gerakan serupa berbalik arah atau berlawanan.
  • Geser perlahan telapak tangan ke arah puting dengan sedikit diberi tekanan. Begitu pun bagian dari bawah payudara ke arah puting.
  • Lakukan gerakan tersebut masing-masing secara berulang dengan 12 hitungan hingga seluruh saluran susu terpijat.
  • Selesai pemijatan, gunakan ujung jari dan ketuk-ketuklah payudara, agar sirkulasi darah  lebih lancar.
  • Bersihkan pula bagian puting dengan kapas air hangat, kemudian bersihkan seluruh daerah payudara dengan waslap basah kembali. Setelah itu, keringkan.


    Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

BERBAGAI MASALAH PAYUDARA PADA IBU MENYUSUI





Permasalahan pada payudara merupakan salah satu komplikasi menyusui yang sering ditemui di klinik laktasi.

Payudara Penuh (Breast Fullness)

Payudara penuh ini merupakan bagian yang normal dari proses fisiologi produksi ASI oleh payudara. Penyebabnya adalah peningkatan pasokan darah juga pengaruh perubahan hormon setelah ibu melahirkan.
  • Payudara penuh merupakan kondisi yang normal
  • Payudara penuh menimbulkan rasa tidak nyaman karena payudara terasa berat, panas dan keras.
  • Payudara penuh sedang berisi ASI sehingga payudara mudah ditekan dan masih terasa lembut saat ditekan
  • Bila payudara diperiksa ASI bisa keluar
  • Badan tidak ada demam. 
Payudara ibu biasanya akan terasa penuh di hari kedua hingga keempat setelah melahirkan. Payudara penuh yang normal bisa terasa lebih berat  dan hangat, juga terkadang membuat ibu tidak nyaman. Bagi banyak ibu ini merupakan tanda bahwa di dalam payudara sudah ada ASI. Payudara penuh sama sekali tidak mengganggu proses menyusui. Kondisi ini biasanya segera membaik dalam 2 – 3 minggu setelah bayi menyusu dengan baik. Saat payudara menjadi  kempes/lebih lembut bukan berarti produksi ASI menurun, namun produksi ASI telah disesuaikan dengan permintaan bayi. Payudara penuh yang tidak dimanajemen dengan baik bisa memburuk menjadi payudara bengkak. Oleh sebab itu supaya tidak memburuk sebaiknya ibu melakukan :
  • Inisiasi menyusui bayi secepatnya.
  • Menyusui dengan sering dan tidak dibatasi –> biarkan bayi memimpin
  • Keluarkan ASI dari payudara secara efektif.
  • Pastikan posisi dan perlekatan saat menyusui bayi telah baik.
  • Jangan memberikan suplementasi PASI tanpa indikasi medis.

Payudara Bengkak (Breast Engorgement)

Payudara bengkak berbeda dengan payudara penuh.
  • Payudara bengkak adalah kondisi yang tidak normal
  • Payudara bengkak terasa sangat sakit karena payudara membengkak, tampak udema, puting serta areola kencang, kulit mengkilat dan bisa tampak memerah.
  • Seluruh payudara mengencang dan sakit.
  • Payudara sulit untuk dipencet/ditekan, terasa keras. Payudara bengkak tersusun dari : ASI yang terakumulasi + kongesti akibat peningkatan perdarahan di sekitar jaringan payudara + edema akibat sumbatan di pembuluh darah serta saluran limfe payudara.
  • Bila diperiksa/dihisap ASI tidak keluar.
  • Badan bisa demam setelah 24 jam. Demam biasanya demam ringan.
  • Tangan dan lengan terkadang terasa kebas dan geli jika payudara sangat bengkak
Payudara bengkak sering terjadi di hari ketiga menyusui ketika ASI mulai bertambah banyak jika ibu terlambat mulai menyusui, posisi serta perlekatan menyusui kurang baik, membatasi waktu menyusui dan kurang sering memberikan/mengeluarkan ASI. Payudara bengkak juga bisa terjadi jika bayi menolak menyusu atau pada ibu yang tidak disiplin memerah ASI ketika jauh dari bayi. Penyebab payudara bengkak adalah ibu tidak mengeluarkan ASI secara efektif. Penyebab yang sering menimbulkan payudara bengkak terbagi menjadi dua faktor, yaitu :
Faktor ibu, antara lain disebabkan :
  • Posisi dan perlekatan ketika menyusui bayi tidak baik.
  • Memberikan bayinya suplementasi PASI dan empeng/dot.
  • Membatasi penyusuan dan jarang menyusui bayi.
  • Terpisah dari bayi dan tidak mengosongkan payudara dengan efektif.
  • Mendadak menyapih bayi.
  • Payudara tidak normal, misalnya terdapat saluran ASI yang tersumbat.
  • Ibu stres.
  • Ibu kecapekan.
Faktor bayi, antara lain disebabkan:
  • Bayi menyusu tidak efektif
  • Bayi sakit, misalnya jaundice/bayi kuning
  • Menggunakan pacifier (dot/empeng)
Payudara yang penuh dan bengkak ini rasanya tidak nyaman, bahkan sakit, sehingga ibu sebaiknya diberikan beberapa saran berikut ini:
  • Ibu menyusui bayi dengan sedini mungkin, frekuensi menyusui sering, dan jangan dibatasi. Ikuti kemauan bayi (namun seringkali bayi baru lahir cenderung mengantuk). Tujuannya supaya ASI keluar dengan efektif.
  • Ibu dan bayi sering melakukan kontak kulit.
  • Pastikan terjadi let-down reflex atau refleks aliran ASI sehingga ASI bisa keluar dengan efektif.
Cara membangkitkan let-down reflex (LDR) atau refleks oksitosin ketika payudara penuh/bengkak :
  • Ibu menyusui bayi di tempat yang tenang dan nyaman
  • Lakukan relaksasi: mandi air hangat, kompres hangat di punggung dan pundak, pijat oksitosin, lakukan relaksasi pernafasan, minum hangat dan ambil posisi yang nyaman
  • Lakukan manajemen untuk mengurangi rasa nyeri
Ibu bisa meminum obat pereda rasa sakit (analgesik) seperti parasetamol atau ibuprofen bila diperlukan (selama ibu tidak alergi terhadap obat tersebut). Analgesik bisa membantu terjadinya LDR. Ibuprofen dikatakan lebih efektif dari parasetamol/acetaminophen untuk mengurangi gejala dan aman bagi ibu menyusui. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk pemakaian lebih lanjut.
  • Segera menyusui sebelum bayi menangis kelaparan.
  • Lakukan kontak kulit dengan bayi : buka bedong+baju+sarung tangan bayi, pakaikan popok saja. Jika dingin bisa pakaikan kaus kaki, topi serta ibu dan bayi berselimut bersama
  • Pijat payudara dengan lembut  –> Saat ini memijat payudara yang sedang radang tidak disarankan. Ibu harus berhati-hati memijat payudara yang bengkak dan meradang karena jika terlalu keras justru akan semakin memperparah radang payudara.
  • Lakukan stimulasi puting, dengan menggulung-gulung puting diantara jari telunjuk dan ibu jari sampai terasa ASI keluar.
  • Perah ASI hingga payudara lebih lembut. Lakukan pemerahan jika ibu terpisah dengan bayi atau bayi tidak bisa mengosongkan ASI dengan efektif. Namun perah ASI jangan sampai terlalu kosong, cukup hingga membuat payudara nyaman. Karena pemerahan bisa menstimulasi.
  • Kompres hangat di punggung atau pundak ibu. Kadang beberapa ibu terbantu dengan kompres hangat di payudara, namun kompres hangat di payudara akan meningkatkan vasokongesti sehingga ibu bertambah tidak nyaman.
  • Kompres dingin di payudara selama beberapa menit. Kompres dingin bisa menggunakan: air es, kompres flu, diapers yang dibasahi, es yang dihancurkan, sayuran beku. Es/sayuran beku (seperti kacang polong beku) harus dibungkus kain terlebih dahulu. Batasi jangan langsung terkena kulit karena berisiko luka.

Saat menyusui bayi

Pastikan bayi menyusu dengan baik. Posisi perlekatan harus baik. Pastikan bayi menghisap aktif sehingga ASI bisa dikeluarkan secara efektif. Lakukan kompresi payudara saat bayi tidak menghisap dan menelan dengan efektif, secara bergantian hingga seluruh payudara kosong.

Setelah menyusui bayi

Jika bayi telah kenyang dan menyusu dengan  baik namun payudara masih terasa penuh dan keras maka ibu sebaiknya memerah payudara hingga terasa enteng, kosong dan lembut. Kedua payudara harus sama-sama terasa lembut dan enteng. Jika payudara terasa nyeri bisa dikompres dengan kompres dingin.
Jika kita membaca literatur di luar negri terkadang kita temukan saran mengompres payudara bengkak dengan daun kubis hijau. Beberapa ibu terbantu dengan kompres menggunakan daun kubis hijau. Prinsipnya sama dengan kompres dingin. Namun, daun kubis bisa terkontaminasi bakteri seperti Listeria. Listeriosis ini sangat berbahaya bagi wanita hamil, bayi baru lahir dan dengan gangguan sistem imunitas.

Maka tidak disarankan memakai kompres daun kubis jika ada luka terbuka pada puting dan payudara. Pengunaan daun kubis untuk mengatasi payudara bengkak sebenarnya tidak terbukti melalui penelitian terkontrol dibandingkan terapi yang lain. Namun beberapa ibu di luar negri mengatakan sangat terbantu dengan penggunaan daun kubis ini dibandingkan mempersiapkan sekantong remukan es untuk kedua payudara.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang daun kubis
  • Gunakan daun kubis hijau yang bersih. Cuci daun hingga bersih menggunakan air yang bisa diminum.
  • Lemaskan daun kubis dengan penggiling kue agar lebih mudah membentuk payudara ibu
  • Iris tulang daunnya yang besar, lubangi untuk tempat puting dan gunakan di dalam bra selama dua puluh hingga tiga puluh menit
  • Pasang daun kubis setelah menyusui dan biarkan hingga layu, biasanya 2 – 4 jam, ganti dengan daun segar yang baru jika sudah layu.
  • Ulangi dua hingga tiga kali sehari hingga bendungan ASI sembuh.
Hentikan penggunaan kompres daun kubis jika bengkak payudara sudah sembuh. Biasanya bengkak payudara sembuh dalam 8 jam. Penggunaan daun kubis berlebihan bisa menurunkan produksi ASI. Penggunaan daun kubis bisa membuat payudara beraroma dan terasa seperti daun kubis yang sedang dimasak. Jadi, pertimbangkan dengan baik jika ibu ingin melakukan kompres dengan daun kubis ini.

Intervensi medis di luar manajemen laktasi yang optimal

Beberapa dokter menyarankan untuk melakukan terapi seperti ultrasonografi, pemberian oksitosin dan akupuntur. Beberapa ibu merasa membaik setelah menjalani terapi. Namun, review sistematik menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan antara pemberian intervensi dengan yang tidak dilakukan intervensi.  Diskusikan lebih lanjut dengan dokter and.

Beberapa ahli ada juga yang menyarankan untuk merendam payudara di larutan salin kadar rendah atau garam epsom (magnesium sulfat). Fungsinya kemungkinan besar untuk mengurangi edema jaringan payudara. Memang belum ada penelitian yang mendukung intervensi ini, namun tidak berbahaya SELAMA tidak tertelan oleh bayi.

Komplikasi payudara bengkak

Payudara bengkak yang tidak diatasi dengan baik bisa mengakibatkan beberapa komplikasi berikut ini:
  • Bayi sulit melekat pada payudara yang keras
  • Puting nyeri
  • ASI sulit keluar sehingga asupan ASI pada bayi menurun
  • ASI sulit keluar secara efisien sehingga banyak ASI yang masih tertinggal di payudara, akibatnya lama-kelamaan pasokan ASI bisa menurun
  • Kerusakan sel-sel alveoli pembuat ASI
  • Stasis ASI di payudara
  • Ductus saluran ASI menjadi tersumbat
  • Mastitis
  • Ibu kesakitan sehingga menjadi menurun motivasinya untuk terus menyusui bayi.
Jangan istirahatkan payudara saat payudara sakit, karena akan semakin sakit 

Pencegahan merupakan prioritas utama untuk mengatasi payudara bengkak dan seluruh komplikasi menyusui, karena sesungguhnya menyusui itu mudah dan tidak menyakitkan ;)


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867


fixedbanner