Sabtu, 29 April 2017

KOMUNITAS : EPING, KOMUNITAS IBU MENYUSUI.


Wahyu Prasetyowati, ibu muda dengan dua anak ini, awalnya kesulitan menyusui saat kelahiran anak pertamanya di tahun 2014. Kala itu, ia memilih untuk memompa air susu ibu (ASI)-nya. Dari kesulitan tersebut, ia berpikir tentu banyak ibu muda di luar sana yang memiliki problem yang sama. Dari pemikiran tersebut, akhirnya Wahyu membentuk grup Facebook yang dia beri nama Eping. Grup Eping tak hanya diisi oleh ibu menyusui, tapi banyak pula ibu hamil yang ingin tahu lebih dalam seputar menyusui.

Eping atau Eksklusif Pumping Mama Indonesia pun menjelma menjadi sebuah komunitas para ibu, khususnya bagi ibu yang sedang menyusui. Seperti namanya, komunitas yang dicetuskan Wahyu ini ingin memberikan wadah bagi kaum ibu yang sedang menyusui untuk bertukar pikiran. Anggota grup Eping bukan hanya berasal dari kaum ibu yang sudah sangat memahami soal menyusui. Ada pula ibu muda dengan pengetahuan soal menyusui yang minim atau baru setengah paham.

Wahyu yang berdomisili di Bekasi ini mengaku, awalnya grup yang ia buat hanya beranggotakan teman-temannya yang memiliki keluhan sama. Akan tetapi, tanpa diprediksi, ternyata banyak yang berminat untuk bergabung dalam grup Eping. Hingga akhirnya, sampai saat ini ia sudah memiliki lima administrator yang bertugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para anggota. Grup yang dibuat sejak akhir 2014 ini kini sudah memiliki sekitar 27 ribu anggota. Untuk menghadapi puluhan ribu anggota itu. Wahyu sengaja memilih administrator yang sabar menanggapi pertanyaan-pertanyaan anggota, meskipun pertanyaannya sudah pernah berulang-ulang ditanyakan.

Eping merupakan komunitas non profit sehingga untuk menjadi administrator harus bersedia dengan sukarela tanpa mendapatkan upah. Artinya, semua anggota grup itu adalah volunter. Sementara ini Eping hanya dibuat grup Facebook dan grup Whatsapp yang merupakan grup-grup lokal. Wahyu mengakui, Eping sekarang sudah banyak dikenal di masyarakat dan banyak vendor yang bersedia mensponsori, seperti pembuatan website resmi atau acara gathering.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Minggu, 23 April 2017

MENYIAPKAN MPASI UNTUK SI KECIL


Biasakanlah si kecil mengkonsumsi makanan dengan rasa yang sama seperti makanan ibu. Tentu saja, yang sudah dihaluskan dan bisa dicerna dengan mudah oleh si kecil.

USIA 6-10 BULAN.

Ketika si kecil sudah bisa mengkonsumsi makanan selain ASI, makanan pertama yang bisa diberikan adalah aneka macam bubur. Tentu saja, tanpa menyertakan gula atau garam di dalamnya. Buatlah bubur susu, bubur buah, atau bubur sayur. Bubur susu dibuat menggunakan biskuit bayi yang dihancurkan dan dicampur dengan air. Untuk buah, cobalah bubur pisang, avokad, atau pepaya. Namun jangan dibiasakan untuk terus memakan bubur yang rasanya manis. Berikan pula bubur sayuran dengan sentuhan bumbu asin. Disarankan, ibu memilih sayur organik agar lebih aman. Jangan lupa perhatikan respons si kecil, jangan dipaksa bila ia tidak suka. Gantilah dengan makanan pendamping lain.

USIA 10-12 BULAN.

Di usia ini, si kecil sudah mulai bisa beralih ke makanan kental dan padat, meski pun teksturnya harus tetap lunak. Berikanlah si kecil aneka nasi tim. Selama meminum ASI, si kecil sebenarnya sudah merasakan makanan yang sama dengan ibu. Oleh sebab itu, jangan takut untuk memberikan nasi tim.

USIA 12-24 BULAN.

Si kecil bisa dikenalkan pada makanan keluarga dan makanan padat di usia dini. Namun, itu tetap harus mempertahankan rasa. Hindari makanan yang bisa mengganggu pencernaan anak, seperti makanan yang terlalu pedas, asam, dan berlemak. Si kecil juga sudah bisa memakan finger food seperti kue atau potongan sayur dan buah. Ini penting diperhatikan untuk melatih keterampilan memegang makanan dan merangsang pertumbuhan gigi.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Sabtu, 22 April 2017

BREASTFEEDING FATHER : KETERLIBATAN AYAH DALAM PROSES MENYUSUI.


Proses menyusui sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pihak, yaitu ibu dan bayi. Sosok ayah pun memiliki peran yang besar dalam mendukung dan mempermudah proses menyusui. Bahkan, dikatakan lebih dari 90% keberhasilan ASI eksklusif dikarenakan peran ayah.

Ada istilah breastfeeding father yang tentu bukan berarti ayah menyusui bayi seperti yang dilakukan seorang ibu kepada bayinya. Istilah ini lebih mengarah pada keterlibatan ayah dalam proses menyusui. Dukungan dan peran aktif ayah sangat berarti yang dapat membuat ibu merasa aman, nyaman, mampu memelihara emosi positif dan turut menumbuhkan naluri keibuan.

Karena itulah, seorang ayah perlu memiliki pengetahuan tentang proses menyusui yang tepat dan benar, bahkan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan seorang ayah ? Tentu banyak sekali, dimulai sejak masa kehamilan, bersalin, dan ketika bayi sudah lahir.

SAAT HAMIL.

Inilah momen awal para calon ayah untuk menjadi seorang breastfeeding father. Berikut upaya yang penting dilakukan :

1. Berhenti Merokok.

Bagi suami yang merokok, sebaiknya berupaya berhenti merokok. Memang tak mudah mengubah kebiasaan. Akan tetapi bila diniatkan dengan sungguh-sungguh demi kesehatan istri dan calon bayi, pasti berhasil. Kita tahu, zat utama dalam rokok yaitu nikotin, menimbulkan efek negatif pada janin, bahkan bayi bisa lahir dengan berat badan rendah, bahkan kelak anak rentan mengalami masalah kesehatan. Kalaupun terasa sulit berhenti merokok dan butuh proses yang lama, hindarilah berdekatan dengan istri sehingga asap rokok tak terisap olehnya dan janin dalam kandungan.

2. Perhatikan Asupan Makanan.

Anjurkan istri untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Tak kalah penting, perhatikan asupan asam folat yaitu 400 mikrogram per hari, yang berperan penting dalam pembentukan sistem saraf janin.

3. Ingatkan Untuk Istirahat.

Istrirahat yang cukup selama hamil sangat penting. Jam biologis yang berubah dapat mempengaruhi produksi hormon yang otomatis akan mempengaruhi janin. Jadi, ingatkan istri bila aktivitasnya terlihat lebih tinggi dan minta ia untuk istirahat.

4. Ajak Berolahraga.

Olahraga akan membuat ibu hamil tetap sehat, bugar, serta metabolisme tubuh berjalan baik dan otot-otot tetap terlatih. Ajaklah dan dampingi ia selama berolahraga, entah itu berjalan kaki, berenang, yoga, dan lainnya.

5. Berempati Pada Periode Mual Muntah.

Ini gejala umum yang dialami ibu hamil terutama di awal kehamilan. Bersikaplah empati dengan menawarkan hal-hal yang mungkin meringankan mual muntah, seperti membuatkan teh hangat, mengupaskan jeruk, dan sebagainya.

6. Bijak Menyikapi Perilaku Mengidam.

Mengidam lebih karena faktor psikologis, ibu hamil menjadi manja dan lebih sensitif. Lebih baik ikuti atau turuti saja keinginan istri selama masih dalam batas wajar. Jika mengidam berlebihan, beri pengertian secara baik-baik agar bisa dipahami.

7. Dampingi Saat Konsultasi.

Usahakan selalu mendampingi istri saat kunjungan ke dokter. Selain memberikan dukungan dan perhatian, suami juga bisa tahu tumbuh kembang janin, mendapat informasi dari dokter mengenai gejala yang mungkin dialami istri di periode kehamilan, apa saja yang perlu dilakukan dan lain sebagainya. Suami pun dapat membantu istri menyiapkan pertanyaan agar tidak lupa atau terlewat saat konsultasi.

8. Ikut Menstimulasi Janin.

Bukan hanya ibu, ayah pun perlu mengajak bicara janin, menyapa, memperdengarkan musik atau nyanyian, membacakan cerita, mengelus-elus, usapan pada perut istri, menepuk-nepuk lembut dan lainnya. Semua itu menjadi proses perkenalan awal yang baik.

9. Ikut Kelas Prenatal.

Tak perlu malu atau gengsi mengikuti instruksi bidan saat membantu gerakan senam hamil, karena aktivitas ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil untuk memperlancar proses kehamilan dan persalinan kelak.

10. Susun Rencana Melahirkan.

Sebaiknya siapkan dana terhitung mulai proses merencanakan kehamilan untuk keperluan konsultasi ke dokter selama sembilan bulan kehamilan, dana persalinan, mencari fasilitas kesehatan untuk persalinan nanti, hingga dana pascalahir seperti selamatan tujuh bulan.

MASA BERSALIN.

Pada fase ini, diharapkan ayah dapat hadir mendampingi ibu ketika melahirkan. Suami yang hadir pada saat persalinan dapat memotivasi dan menguatkan istri agar proses yang dijalani berjalan lancar serta mengurangi rasa takut dan sakit karena istri mendapat dukungan secara psikis. Ayah juga berperan untuk memastikan istri melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Selama proses IMD, ayah bisa memberikan dukungan berupa pujian dan kata-kata positif kepada istri untuk meningkatkan rasa percaya dirinya untuk menyusui.

SETELAH LAHIR.

Beberapa hari pertama usia bayi biasanya adalah waktu-waktu yang sangat melelahkan secara fisik dan mental bagi istri. Seorang ayah dapat lebih berperan dalam proses pengasuhan bayinya dengan melakukan beberapa hal yang bersifat praktis. Misalnya, membantu mengganti popok, memijat bayi, menyendawakan bayi, menenangkan bayi menangis, membawa bayi yang sedang menangis kepada ibu untuk disusui. Suami juga bisa memijat pundak istri ketika menyusui, menemani istri bangun malam untuk menyusui, memberikan kenyamanan pada istri kala menyusui dengan membantunya menemukan posisi yang nyaman, menjaga komunikasi yang baik dan menyenangkan agar istri senantiasa tenteram, segera membersihkan diri sepulang bekerja agar dapat memberikan dekapan hangat kepada bayi dan ibunya, serta menemani istri saat memompa ASI.

Hal lainnya, membawakan makanan atau minuman hangat untuk istri ketika menyusui, memberi pujian pada istri, berbagi pekerjaan rumah tangga dan sebagainya sehingga istri memiliki waktu istirahat yang cukup. 

Pada intinya, hal-hal di atas bertujuan untuk menciptakan suasana yang memudahkan dan membuat ibu nyaman dalam menyusui bayinya, yang pada akhirnya akan berefek kepada meningkatnya refleks pengeluaran ASI. Alhasil, ibu mampu menyusui dengan optimal. Maka, tak berlebihan bila ada yang mengatakan, lebih dari 90% keberhasilan ASI eksklusif dikarenakan peran ayah. Umumnya, kegagalan ASI eksklusif disebabkan kurangnya dukungan dari lingkungan, selain masih belum dikuasai ilmu tentang menyusui dan ASI.

BAYI DEKAT DENGAN AYAH.

Apa saja manfaat yang bisa dipetik bila ayah terlibat dalam proses menyusui ? Secara umum, kedekatan emosi suami istri akan lebih baik. Emosi positif ini akan berdampak langsung terhadap lancarnya ASI karena menyusui memang sangat dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Bayi ASI juga terbukti lebih sehat, sehingga pos pemeliharaan kesehatan bayi dapat lebih ditekan.

Kerja sama yang baik antara suami istri ini juga dapat meningkatkan jumlah jam tidur malam, karena bayi lebih mudah ditenangkan ketika menangis waktu malam. Bahkan ada juga yang berpendapat, bahwa ketika ayah membawakan bayi yang sedang menangis kepada ibu untuk disusui maka bayi akan mengenali ayah sebagai 'transportasi' menuju makanan. Hal ini akan mendekatkan hubungan emosional antara ayah-ibu-bayi. Bahkan, bayi akan merasakan peran dan kehadiran ayah untuk dirinya. Dalam perkembangan selanjutnya, bayi tak hanya dekat dengan ibunya tetapi juga ayahnya.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.




Jumat, 21 April 2017

MANFAAT ASI UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI ANAK.


Begitu lahir, untuk pertama kalinya bayi mencoba menyusu pada ibunya. Di sinilah manfaat pertama menyusui dirasakan ibu dan bayinya, yaitu perasaan dan ikatan baik yang kuat (bonding) di antara keduanya. Sebuah penelitian menemukan bahwa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat mencegah 22% kematian bayi baru lahir.

ASI SARAT MANFAAT.

Semua gizi yang dibutuhkan bayi ada di dalam ASI. ASI mengandung air, protein, karbohidrat, lemak, dan DHA (docosahexaenoic acid)/ARA (arachidonic acid), vitamin, mineral, enzim, faktor pertumbuhan dan faktor antiparasit, antialergi, antivirus, dan antibodi. Beberapa penelitian menyebutkan, bayi yang diberi ASI terlindungi dari infeksi paru/pneumonia, infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan/diare, dan infeksi sepsis/infeksi dalam pembuluh darah. Waktu menyusui yang lebih panjang juga dapat mengurangi risiko anak menderita asma dan risiko alergi. ASI juga mengurangi risiko diabetes dan risiko kegemukan/obesitas.

Selain berbagai penelitian tersebut, riset yang dilakukan di universitas Lund dan Gothenburg di Swedia juga menemukan bahwa ASI mengandung zat khusus yang disebut HAMLET (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour cells) yang dapat membunuh 40 jenis sel kanker dan tetap menjaga sel yang sehat. Dalam hal kecerdasan anak, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa menyusui berhubungan dengan peningkatan kemampuan kognitif anak.

Selain manfaat secara fisik, ASI juga memberi manfaat psikologis. Bayi yang menyusu juga dapat terhindar dari gangguan mental pada usia anak dan remaja. Beberapa penelitian menyebutkan ada korelasi antara menyusui dengan  psikologis dan perilaku anak. Sebuah studi di Australia yang dipublikasikan di Journal Pediatric menyebutkan, menyusui 6 bulan dibandingkan menyusui lebih dari 6 bulan dapat mempengaruhi mental anak baik internal maupun eksternal. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti perilaku dan mental bayi-bayi sejak lahir hingga mereka berusia 14 tahun. Penelitian ini kemudian merekomendasikan untuk menyusui lebih lama karena memberikan manfaat pada kesehatan mental anak dan remaja.

ASI MEMBANGUN BONDING ANTARA IBU DAN BAYI.

Menyusui bayi tidak sekedar memberikan gizi, melainkan juga merupakan bentuk kasih sayang ibu. Menyusui memuaskan kebutuhan gizi dan emosi bayi dengan lebih baik dibandingkan metode menyusui lainnya. Saat bayi menangis karena lapar dan mulai memperlihatkan refleks mengisap, proses menyusui secara langsung tidak hanya untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, bayi juga merasa tenang. Maka terkadang mulut bayi tetap menempel di payudara tanpa mengisap (comfort nursing)/mengempeng. Kegiatan mengempeng ini menunjukkan bahwa menyusui secara langsung adalah salah satu cara alami dalam menenangkan bayi.

Dengan menyusui secara langsung, bayi akan merasa dekat dengan ibunya. Sentuhan puting dan aerola (bagian hitam sekitar puting) memberi rasa aman dan nyaman bagi bayi. Bayi yang kebutuhannya cepat terpenuhi (secara fisik maupun emosi), akan terbangun rasa aman dan percaya terhadap ibunya. Rasa aman dan percaya ini menjadi modal awal bayi untuk secara psikologis berkembang dengan sehat.

ASI MEMBANGUN KELEKATAN YANG AMAN ANTARA IBU DAN BAYI.

Bayi pada usia 0-2 tahun masih sangat mengandalkan pengaruh utamanya dalam memenuhi segala kebutuhannya. Karena itu, penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan bayi dengan sesuai dan cepat. Kebutuhan-kebutuhan seperti gizi yang seimbang, perasaan aman, perasaan dikasihi, dan berbagai stimulasi (seperti stimulasi mengasah kemampuan sensorik, motorik kognitif, sosial, emosional) diperlukan bayi untuk berkembang. Seiring waktu, ibu akan semakin terampil membaca petunjuk-petunjuk yang diperlihatkan bayi, seperti refleks mengenyot, mengisap, dan menangis ketika ia merasa lapar. Hal ini menunjukkan, proses menyusui juga menguatkan hubungan (bonding) ibu dengan bayi.

Bonding adalah ikatan emosional yang mendalam yang menghubungkan satu orang dengan yang lainnya. Teori Bowlby mengatakan, bayi sejak lahir sudah mulai membangun kelekatan atau attachment dengan ibu atau pengasuh utamanya. Kelekatan ini dapat dibangun dengan adanya sentuhan fisik, pemenuhan kebutuhan bayi yang cepat, dan emosi ibu yang konsisten. Ibu yang sensistif, konsisten, dan responsif dalam memenuhi kebutuhan sang bayi, akan membantu bayi membangun kelekatan yang aman (secure attachment) dengan ibu. Untuk membantu terbangunnya attachment saat sedang menyusui, ibu harus cepat tanggap memberi ASI ketika melihat bayi menampilkan tanda-tanda ingin menyusu, seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menangis, dan rewel. Coba tatap dan perhatikan wajahnya, ajak bicara, dan berikan sentuhan fisik seperti tepukan atau belaian.

Bayi yang memiliki secure attachment juga akan mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, sosial, lingusitik, dan emosional yang lebih optimal. Hasilnya, anak akan tumbuh dengan perasaan dikasihi, perasaan aman, lebih berani mengeksplorasi dunia sekitarnya, lebih bahagia, lebih memiliki inisiatif, dan juga lebih percaya diri.

ASI MEMBANGUN KEMANDIRIAN DAN PERCAYA DIRI ANAK.

Masa bayi adalah masa menumbuhkan kepercayaan dirinya dengan orang-orang di sekitarnya (usia 0-1 tahun). Kondisi ini terutama didapatkan dari ibu dan orang-orang di sekitarnya. Dengan menyusui lebih lama apalagi hingga 2 tahun atau lebih, bayi akan tumbuh lebih mandiri dan percaya diri. Kepercayaan diri adalah perasaan di mana seseorang merasa nyaman untuk dirinya sendiri, percaya akan dirinya, merasa berharga, dikasihi, dan mengetahui bahwa dirinya mampu, secara tidak berlebihan atau over confident. Pada anak, kepercayaan diri tumbuh ketika ia mengetahui bahwa dirinya dikasihi dan dihargai.

Bayi 0-2 tahun sebenarnya belum betul-betul memperlihatkan aspek kepercayaan dirinya. Akan tetapi, orangtua dapat memulai menanamkan kepercayaan diri dengan cara merawat bayi, merespons kebutuhan dan tangisan bayi, dan menunjukkan kasih sayang. Setelah ia lebih besar, dengan adanya dukungan, bimbingan, dan kesempatan untuk memilih, barulah anak mulai mengetahui keberhagaan dirinya dan mulai mengembangkan rasa percaya diri yang positif.

Anak yang memiliki kepercayaan diri akan cenderung menyukai interaksi sosial. Mereka mampu merasa nyaman dalam situasi sosial (suka bermain dengan teman-temannya), tahu kekuatan dan kelemahannya serta mampu menerima hal tersebut, dan mencari solusi ketika menemukan masalah (dan bukannya menghindari masalah). Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri juga cenderung optimis dalam melihat dunianya. Jadi tidak diragukan lagi bahwa menyusui dapat memberikan begitu banyak manfaat baik secara fisik maupun psikologis pada anak. Sehingga direkomendasikan pemberian standar emas makanan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yaitu IMD, menyusui eksklusif selama 6 bulan, memberikan tambahan MPASI (Makanan Pendamping ASI) ketika bayi berusia 6 bulan dan terus menyusui hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Kamis, 20 April 2017

SELEBRITI & ASI EKSKLUSIF : SISSY PRISICILLIA - MENYUSUI DUA ANAK SEKALIGUS.



Bagi pemeran tokoh Milly dalam film Ada Apa Dengan Cinta, Sissy Priscillia, memberi ASI kepada anak merupakan hal yang sangat penting. Kata istri pembalap Rifat Sungkar ini, bisa memperat hubungan antara dirinya dan sang anak. Apalagi, menurut Sissy, menyusui anak sama sekali tidak merepotkan, dan justru lebih repot membuat susu botol. Maka, di tengah-tengah kesibukannya, ia pun selalu menyempatkan diri untuk memberikan ASI secara langsung. Jika benar-benar sibuk, baru Sissy memberikan ASI perah yang sebelumnya disimpan dalam lemari pendingin.

Sissy pun bercerita ketika ia sibuk syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2. Meski harus syuting sepanjang hari, ia berusaha menyediakan ASI bagi anak-anaknya. Begitu break satu scene, ia mengusahakan untuk pumping. Begitu saja seterusnya. Jadi stok ASI yang dimilikinya pun bisa mencukupi kebutuhan anak. Aktris yang pernah bermain dalam film Cintapuccino ini bahkan pernah dalam waktu tertentu memberikan ASI tandem langsung kepada dua anaknya yang jarak kelahirannya 1,5 tahun, yaitu El Mayka Rifat Sungkar dan Mikkairo Riley Sungkar. Ketika harus menyusui dua anak sekaligus ini, Sissy baru merasakan sedikit kerepotan. Namun meski repot, tapi baginya sangat menyenangkan. Sissy sangat menikmati kebersamaan dengan anak-anaknya itu.

Dalam menjaga kualitas ASI, Sissy menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki pantangan terhadap makanan tertentu. Namun, bagi Sissy pribadi, menjaga pikiran positif merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas ASI. Saat mulai menyusui anak pertama, Sissy sampai pernah mengikuti program sekolah ASI. Dari program sekolah ASI tersebut, Sissy mendapatkan hal positif. Seperti bagaimana cara menyusui yang baik, yang menyenangkan, dan tidak membuat stres. Sissy pun berusaha untuk memenuhi kewajiban memberikan ASI yang ideal yakni selama dua tahun. Dan ternyata ia berhasil, menyusui selama dua tahun pada kedua anaknya.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

SELEBRITI & ASI EKSKLUSIF : SHEZY IDRIS - PENGALAMAN MENYUSUI DI KAMAR GANTI.


Merasa dibutuhkan oleh anak. Itulah yang dirasakan model, pembawa acara, dan pemain sinetron Shezy Idris di masa-masa pemberian ASI secara langsung kepada anak. Apalagi, kedua buah hatinya, Kayana Rizky Pratama Wirasanjaya dan Keisha Adeeva Ghania memang mendapat ASI eksklusif. Menurut Shezy, memberikan ASI secara langsung juga dapat meningkatkan imun anak. Jadi, anak tidak gampang sakit. Kandungan nutrisi ASI juga tidak ada yang bisa mengalahkan. Oleh karena itu, ASI sangat penting bagi anak.

Tak heran, menyadari pentingnya ASI, Shezy bahkan rela berhenti sejenak dari panggung hiburan. Selama masa memberikan ASI, Shezy juga berupaya membawa anak-anaknya, kemanapun ia pergi. Bahkan, bila sedang berada di mal, lalu tiba-tiba anaknya rewel ingin menyusu, dan kebetulan tidak terdapat nursing room, Shezy terpaksa memberikan ASI di fitting room selama beberapa menit. Pemilik nama asli Shiya Patrice Kirana Idris tersebut pernah punya pengalaman unik lainnya saat sedang berbelanja ke Tanah Abang. Kesulitan menemukan ruang khusus untuk menyusui, ia pun memberanikan diri untuk menyusui anaknya di dalam toko bahan pakaian. Untungnya, sang pemilik toko tersebut mau membantu dengan menutupinya pakai kain.

Kendati kerap mengalami kerepotan harus menyusui anak di tempat umum, namun perempuan kelahiran 6 Oktober 1981 ini tidak pernah menjadikan hal itu sebagai hambatan atau beban. Justru menurutnya, menyusui secara langsung tidak repot, dibanding harus membawa botol kemana-mana. Belum lagi setelah dipakai harus buru-buru dibersihkan. Apalagi, kakak dari Sheza Idris ini tidak pernah menggunakan alat khusus untuk memberikan ASI. Shezy memang memilih untuk memberikan ASI langsung kepada kedua anaknya. Ia mengistilahkan dirinya sebagai 'sapi' untuk anak-anaknya.

Mengenai asupan makanan, Shezy tidak ambil pusing. Ia tidak pantangan secara spesifik pada jenis makanan tertentu untuk menjaga kualitas ASI. Ia juga tidak khawatir timbangan badannya naik karena banyak makan di masa menyusui. Selama dirinya enjoy, apa yang ia makan, ia yakin hasil ASI-nya akan banyak dan bagus. Shezy pun tak lupa selalu menyimpan camilan untuk dirinya sendiri seperti biskuit atau susu.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Rabu, 19 April 2017

MANAJEMEN ASIP YANG TEPAT DEMI MENJAGA KUALITAS ASI.


Apa yang dimaskud dengan ASI Perah (ASIP) ? ASI perah (ASIP) adalah ASI yang diperah kemudian disimpan untuk diberikan kepada bayi. Ini penting bagi ibu menyusui yang harus kembali pada rutinitas kerja dapat memberikan ASI eksklusif dengan cara ASIP. Manfaat ASIP sama halnya dengan pemberian ASI secara langsung, memberikan manfaat untuk bayi. Tujuan dari memerah ASI adalah mengurangi payudara bengkak, mempertahankan dan memproduksi ASI. ASI perah adalah pilihan terbaik saat bayi tidak bersama ibu.

Agar ASIP tetap terjaga kualitasnya, lakukan manajemen ASIP dengan baik. Perhatikan wadah, isi, dan tanggal penyimpanan.

1. WADAH.

Cuci bersih wadah menggunakan sabun khusus untuk peralatan bayi. Bilas dengan air matang dan simpan di wadah yang kedap udara agar rawan dari kebocoran dan kontaminasi bakteri yang masuk.

2. ISI.

Saat mengisi jangan sampai memenuhi botol, tapi disisakan sampai di bawah leher botol. Dikhawatirkan jika kepenuhan botol bisa retak saat disimpan di kulkas.

3. CATAT.

Sehabis memerah jangan langsung masuk ke freezer karena akan terlalu drastis perubahannya. Lalu, catat tanggal penyimpanan dan sebaiknya jangan disimpan di pintu kulkas karena rawan perubahan suhu. Yang penting, prinsipnya meminimalkan perubahan suhu yang drastis. Saat diambil dari freezer dan hendak digunakan, masukkan dulu ke kulkas agar cair. Setelah cair diamkan di suhu udara, hangatkan pada saat diberikan dengan memasukkan ke mangkuk berisi air hangat atau dialirkan dari keran air hangat.

Pada saat ingin memerah di kantor, jangan menunggu sampai payudara bengkak. Jadwalnya sama dengan jadwal bayi menyusui ketika ibu belum bekerja. Bisa jadi suatu saat listrik mati, ganjal ASIP dengan es batu sebanyak mungkin. Lalu, tutup pintu freezer jangan dibuka sampai listrik menyala kembali. Setelah listrik menyala periksa kondisi ASIP, ada beberapa yang masih beku tapi ada juga yang sudah mencair. Kalau sudah mencair sedikit atau masih ada bonggolnya, masih bisa disimpan di freezer. Tapi jika sudah mencair jangan dimasukkan ke freezer lagi. Tapi simpan di kulkas dan harus dikonsumsi dalam waktu 1x24 jam.

CARA MEMERAH

Memerah dengan tangan akan lebih mudah dibandingkan dengan alat karena tidak akan ketinggalan, tidak perlu dicolok listrik apalagi dalam kasus darurat. Pastikan tangan dalam kondisi bersih dan dengan cara yang benar :

1. Aktifkan hormon oksitosin yang bisa dipengaruhi dari keadaan psikis ibu. Kondisi ibu harus tenang, rileks, berpikir positif, tidak stres, tidak boleh capek, berada di ruangan yang tenang untuk memerah ASI.

2. Ketika ibu sudah tenang dan rileks rangsang hormon tersebut. Misalnya, minum minuman yang hangat dan manis, melakukan relaksasi, pandangi bayi, foto, video, atau baju bayi, atau mengelus-elus payudara dan puting.

3. Ketika sudah dirangsang baru diperah dengan teknik yang benar. Bukan memencet atau menarik puting, tapi memerah pabrik ASI yang letaknya di daerah bawah sekitar aerola. Lakukan posisi C atau U. Lalu, ditarik garis lurus melewati puting antara jempol dan telunjuk, misalnya jam 6-12, 3-9, 5-11.

4. Gerakan yang dilakukan bukan menarik atau dipencet, tapi ditekan ke arah dada. Tiga jari menyangga payudara, digulung ke depan seolah-olah telunjuk dan jempol bertemu di belakang aerola. Semakin sering dilakukan akan menemukan selanya sendiri, makin lama akan makin cepat.

CARA PENYIMPANAN

1. Penyimpanan dengan suhu ruangan 16-29 derajat Celcius :
  • ASI segar 3-4 jam (optimal), 6-8 jam (kondisi sangat bersih).
  • ASI beku yang sudah dicairkan selama 4 jam.
  • ASI yang sudah dihangatkan segera diminumkan.
  • Sisa minum selama 1 jam. Jika masih sisa, harus dibuang.
2. Penyimpanan di cooler bag ditambah es batu atau ice pack suhu 4-15 derajat Celcius :
  • ASI segar selama 24 jam.
  • ASI beku yang sudah dicairkan tidak disarankan.
  • ASI yang sudah dihangatkan tidak disarankan.
  • Sisa minum harus dibuang.
3. Penyimpanan di lemari es suhu 0-4 derajat Celcius :
  • ASI segar 3 hari (optimal), 8 hari (jika kondisi sangat bersih).
  • ASI beku yang sudah dicairkan selama 24 jam. Lebih dari itu tidak diketahui keamanannya.
  • ASI yang sudah dihangatkan selama 4 jam.
  • Sisa minum harus dibuang.
4. Penyimpanan di freezer tergantung dimana ditempatkan :
  • Lemari es 1 pintu suhu -15 derajat Celcius. ASI segar selama 2 minggu.
  • Lemari es 2 pintu -18 derajat Celcius. ASI segar selama 3 bulan (optimal) dan 6 bulan (dapat diterima).
  • Freezer tunggal. ASI segar selama 6 bulan (optimal) dan 12 bulan (dapat diterima)
  • Untuk semua penyimpanan ASI beku yang sudah dicairkan dan ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dibekukan.
  • Untuk semua penyimpanan, sisa minum harus dibuang.

TEKNIK MEMERAH ASI DENGAN JARI

1. Letakkan tangan di salah satu payudara, tepatnya di tepi aerola. Tempatkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 - 3,8 cm, di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi pukul jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan.

2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.

3. Buatlah gerakan menggulung dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu.

4. Ulang gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkah lokasi ibu jari ke posisi lain (misal arah jam 9 dan jari-jari ke arah jam 3), lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.

5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Letakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

TIPS

1. ASIP dari jadwal memerah yang berbeda dapat digabungkan, dengan syarat jarak waktu memerah maksimal 24 jam. Dinginkan hasil perahan minimal 1 jam dalam lemari es bukan freezer sebelum digabungkan.

2. Jangan menggabungkan ASI hangat atau baru perah dengan ASI yang sudah dingin atau beku.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.





fixedbanner