Senin, 18 Desember 2017

MEMILIH SAMPO YANG AMAN UNTUK BAYI



Memilih produk yang digunakan untuk bayi memang bisa dikatakan tidak mudah. Termasuk produk seperti sampo untuk bayi. Kulit dan mata bayi yang cenderung sensitif menjadi alasan utama mengapa Ibu perlu cermat dalam memilih produk sampo yang digunakan untuk si kecil. Selain itu, agar rambut si kecil tidak mudah kering, Ibu juga perlu mengetahui jenis sampo yang baik untuk bayi. Berikut merupakan tips penting dalam memilih sampo untuk bayi :  


Diproduksi Khusus Untuk Bayi

Umumnya, sampo yang digunakan oleh orang dewasa mengandung zat kimia yang disebut anionics (dikenal sebagai ammonium laurel sulfate) yang menjadikannya sangat berbusa dan merasa sampo tersebut benar-benar membuat rambut bersih. Sayangnya, kandungan tersebut justru bisa membuat rambut sangat kering. Untuk mengatasinya, orang dewasa biasa menggunakan conditioner dan produk styling yang lain. Bukan hanya itu, orang dewasa juga memiliki kulit kepala yang cenderung lebih berminyak dari bayi, sehingga sampo tersebut tidak akan berdampak pada mereka.
Alasan tersebut menjadikan anak di bawah usia 3 tahun direkomendasikan untuk menggunakan sampo yang memang diformulasikan khusus bagi mereka. Baik sabun maupun sampo bayi umumnya memang mengandung beberapa jenis surfaktan sebagai bahan pembersih.
Jika si kecil cenderung memiliki kulit yang lebih sensitif, Ibu harus selalu melakukan tes terlebih dahulu terhadap tingkat sensitivitas kulit si kecil terhadap sampo yang akan digunakannya. Pastikan saat Ibu melakukan tes tersebut, kulit si kecil tidak menunjukkan efek seperti iritasi dan sejenisnya.
Dalam memilih sampo untuk bayi, hal paling penting yang perlu ibu perhatikan adalah memilih bahan surfaktan yang benar-benar aman untuk mata si kecil, seperti natrium lauril propinat atau cocamidopropyl betaine.

Cuci Rambut Bayi Saat Dibutuhkan

Seberapa sering Ibu mencuci rambut si kecil tergantung pada berbagai faktor, seperti misalnya tipe rambut si kecil. Sebagai orang tua, ibu perlu mengetahui benar kapan rambut si kecil kotor dan bisa segera mencucinya. Jika dirasa rambut si kecil tidak perlu dikeramasi menggunakan sampo, maka Ibu tidak perlu mencucinya menggunakan sampo.
Bagi si kecil yang sudah menginjak batita, Ibu bisa mengajak si kecil keramas sebanyak 3 kali dalam seminggu. Jangan lupa untuk selalu mengeramas si kecil di akhir ritual mandi. Sisir rambut si kecil secara perlahan menggunakan sisir yang tepat. Kecuali jika si kecil masih berusia sangat muda (minggu-minggu hingga beberapa bulan awal kehidupan) yang memang belum begitu membutuhkan sisir untuk bisa membantu merapikan rambutnya.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

MENCUCI RAMBUT BAYI DENGAN BENAR

Rambut bayi mulai rontok antara usia tiga sampai enam bulan dan rambut baru mulai tumbuh. Bagaimanapun tekstur rambut bayi Anda, secara alami rambut bayi lebih lembut dan lebih rapuh dibanding rambut orang dewasa. Jadi, Anda perlu menanganinya dengan benar.

Produk yang digunakan pada rambut bayi

Langkah pertama adalah memilih minyak, sampo dan kondisioner secara hati-hati. Beberapa ibu menggunakan minyak rambut untuk bayi, sedangkan ibu yang lain mungkin merasa tidak perlu. Itu adalah pilihan pribadi Anda.
  • Selalu membeli produk perawatan rambut khusus bayi. Produk tersebut tidak mengandung banyak bahan kimia, sehingga tidak terjadi iritasi pada mata atau kulit bayi.
  • Pilihlah merek terpercaya.
  • Pastikan sampo yang Anda pilih tidak memiliki ph-balance yang tinggi.
  • Gunakan sampo yang wanginya lembut seperti lavender atau jojoba.

Cara mengatasi rambut bayi yang kusut

Jenis rambut bayi berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, dan semuanya bisa saja kusut. Kita akan membahas dua jenis rambut bayi pada artikel ini, yaitu tebal dan tipis (jarang):

1. Rambut tebal yang kusut

Untuk rambut tebal yang kusut, perhatikan hal berikut ini:
  • Jangan terlalu banyak menggunakan sampo, melainkan perbanyak kondisioner. Anda dapat mencuci rambutnya dengan air dan lanjutkan dengan kondisioner.
  • Jika Anda menggunakan kondisioner semprot, maka hanya semprot ujung-ujungnya saja, atau di tempat-tempat di mana rambut itu kusut.
  • Bayi rambut yang tebal dan kusut perlu lebih sering dicuci (dengan air dan kondisioner) agar tidak teranyam.

2.  Rambut tipis yang kusut

Jangan khawatir jika anak Anda rambutnya tipis. Banyak bayi yang lahir dengan rambut tipis, namun kemudian berganti menjadi rambut yang tebal dan indah. Untuk bayi dengan rambut tipis, minimalkan pencucian.
  • Cuci rambut bayi cukup seminggu sekali atau tidak lebih dari dua kali seminggu.
  • Kulit kepala harus tetap bersih dan sehat untuk memastikan pertumbuhan rambut yang sehat pula nantinya.

Beginilah tips cara mencuci rambut bayi Anda dengan benar

Anda harus ekstra hati-hati saat mencuci rambut bayi Anda. Berikut ini adalah tips mencuci rambut bayi Anda agar ia nyaman dan kulit kepalanya tetap sehat:
  1. Buatlah lingkungan yang nyaman dan hangat sebagai tempat mencuci rambutnya. Tempatkan beberapa aksesoris dan mainan yang ia sukai, seperti bebek mainan dll.
  2. Terapkan sampo ke seluruh kulit kepala untuk membersihkan kepalanya. Alihkan dulu perhatiannya sebelum Anda membersihkan kepalanya, sebab sebagian besar bayi tidak suka bila kepalanya terganggu. Anda bisa melakukannya dengan mengajaknya berbicara atau bernyanyi kecil.
  3. Saat mencuci rambut, disarankan untuk menahan bayi Anda dalam posisi yang sedikit berbaring untuk memastikan sabun tidak mengenai mata dan tidak ada banyak air mengenai wajahnya. Pegang kepala dan bahunya dengan kuat namun lembut, sehingga bayi Anda tidak merasa takut.
  4. Gunakan spons lembut untuk mencuci kepala dan rambut. Pertama, basahi rambut bayi Anda dengan spons dan kemudian lanjutkan dengan menerapkan sedikit sampo. Pijatlah dengan lembut dan ringan.
  5. Pastikan Anda tidak menekan dengan keras kulit kepala Anda.
  6. Segera keringkan setelah selesai. Gunakan pengering rambut (atur agar tidak terlalu panas) pada kepala dan tubuh bayi Anda.
Ikutilah tips perawatan rambut bayi diatas untuk membuat kegiatan mencuci rambut menjadi lebih menyenangkan. Jangan lupa untuk membilas semua sisa-sisa sabun dan sampo dengan bersih karena bisa menyebabkan kekeringan atau infeksi.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

MEMANDIKAN BAYI BARU LAHIR


Memandikan bayi yang baru lahir adalah pengalaman berharga bagi kedua orangtua bayi. Pengalaman tersebut bisa mendekatkan anda dengan si buah hati. Akan tetapi, bayi yang baru lahir masih sangat rentan dan peka. Maka, wajar saja jika Anda merasa gugup kalau harus memandikan bayi Anda. Apalagi jika ini pertama kalinya Anda harus memandikan bayi yang baru lahir. Tak perlu khawatir, dengan mengikuti panduan berikut ini, memandikan bayi Anda akan jadi saat-saat yang indah dan begitu dinanti.

Bayi baru lahir sebaiknya mandi seberapa sering?

Bayi yang baru lahir sebenarnya tidak perlu mandi terlalu sering. Yang penting selama Anda mengganti popok bayi, Anda juga ikut membersihkan tubuhnya. Jika mandi terlalu sering, kulit bayi bisa jadi kering. Biasanya memandikan bayi yang baru lahir tiga sampai empat kali seminggu atau dua hari sekali sudah cukup.
Akan tetapi, Anda bisa menyesuaikan sendiri dengan kondisi buah hati. Karena Indonesia adalah negara tropis yang suhunya cukup tinggi dan lembap, Anda mungkin ingin memandikan bayi setiap hari. Ada juga orangtua yang memandikan bayi yang baru lahir dua kali sehari. 

Kapan waktu terbaik untuk memandikan bayi yang baru lahir?

Hindari memandikan bayi setelah minum ASI. Mandi setelah perutnya terisi bisa membuat bayi Anda merasa tidak nyaman. Selain itu, jika ia merasa perutnya tertekan, buah hati Anda bisa sampai muntah. Sebaiknya pilih waktu yang senggang bagi Anda sendiri. Dengan begitu, Anda bisa fokus pada si buah hati dan tidak akan terburu-buru.
Anda bisa memandikan bayi di pagi hari ketika suasana hati bayi Anda sedang baik dan ia tidak begitu mengantuk. Memandikan bayi di sore hari juga tidak jadi masalah. Yang penting Anda menjaga supaya ia tidak kedinginan.

Memandikan bayi baru lahir yang tali pusarnya belum lepas

Kebanyakan bayi berusia di bawah dua atau tiga minggu tali pusarnya belum lepas. Hati-hati karena biasanya tali pusar bayi masih agak basah dan sebaiknya tidak kena air. Untuk itu, Anda bisa memandikannya dengan cara menyeka tubuhnya dengan waslap atau kain lembut. Perhatikan langkahnya berikut ini.
  • Alasi meja atau permukaan yang datar seperti lantai dengan alas empuk yang tahan air atau handuk lembut. Anda juga bisa melakukannya di meja untuk mengganti popok bayi
  • Baringkan bayi pada punggungnya, tahan bagian belakang kepala dan lehernya dengan salah satu tangan Anda
  • Usap tubuh, kepala, dan wajah bayi Anda pelan-pelan dengan waslap yang sudah dibasahi dengan air yang cukup hangat
  • Setelah tubuhnya basah, usap lagi dengan waslap dengan sabun yang sangat lembut dan aman untuk bayi yang baru lahir
  • Untuk membersihkan kedua kelopak matanya, siapkan dua lembar kapas lembut yang tidak banyak seratnya. Mulailah dari bagian mata yang dekat dengan hidung dan usap ke arah luar. Ulangi pada kelopak mata satunya dengan kapas yang baru
  • Pastikan Anda juga menyeka lekukan-lekukan tubuhnya seperti ketiak, leher, belakang telinga, dan lutut bagian belakang
  • Akhiri dengan membersihkan bagian alat kelamin dan pantat bayi, mulai dari depan ke belakang
  • Angkat bayi dengan kedua tangan Anda dan bungkus dengan handuk kering
  • Sebelum memakai popok atau baju, peluk dan timang-timang si buah hati karena hal ini bisa memberikan rangsangan bagi indra perabanya sekaligus membangun ikatan yang kuat antara Anda dan bayi

Memandikan bayi yang tali pusarnya sudah lepas

Setelah tali pusar bayi Anda lepas dan bekas lukanya mengering, Anda bisa mulai memandikan bayi di dalam bak mandi bayi. Caranya pun cukup sederhana. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.
  • Siapkan bak mandi bayi dengan air hangat (dengan suhu kira-kira 37 derajat Celsius) setinggi 5 sentimeter
  • Dengan kedua tangan Anda, pindahkan bayi ke dalam bak mandinya dengan posisi berbaring agak tegak
  • Tahan bagian belakang kepala dan lehernya dengan tangan Anda yang tidak dominan
  • Mulailah dengan menyeka lembut wajah bayi dengan waslap, diikuti dengan kepala dan sekujur tubuhnya
  • Tuang sabun mandi yang aman untuk bayi baru lahir di waslap
  • Usap lagi wajah dan seluruh badan bayi, jangan lupa untuk membersihkan setiap lekukan dan lipatan tubuhnya (tak perlu sampai ke dalam telinga atau hidung)
  • Bersihkan kedua kelopak mata bayi dengan kain lembut atau kapas yang tidak banyak seratnya
  • Akhiri dengan membersihkan area kelamin dan pantat bayi, mulai dari depan ke belakang
  • Untuk menstimulasi indra perabanya, biarkan si buah hati menikmati waktu mandinya dan tuangkan air hangat ke perut atau bahunya pelan-pelan
  • Angkat bayi dengan kedua tangan Anda dan bungkus dengan handuk yang kering
  • Peluk dan timang-timang bayi setelah mandi untuk menjalin ikatan dan kasih sayang antara ibu dan anak


Sabtu, 29 April 2017

KOMUNITAS : EPING, KOMUNITAS IBU MENYUSUI.


Wahyu Prasetyowati, ibu muda dengan dua anak ini, awalnya kesulitan menyusui saat kelahiran anak pertamanya di tahun 2014. Kala itu, ia memilih untuk memompa air susu ibu (ASI)-nya. Dari kesulitan tersebut, ia berpikir tentu banyak ibu muda di luar sana yang memiliki problem yang sama. Dari pemikiran tersebut, akhirnya Wahyu membentuk grup Facebook yang dia beri nama Eping. Grup Eping tak hanya diisi oleh ibu menyusui, tapi banyak pula ibu hamil yang ingin tahu lebih dalam seputar menyusui.

Eping atau Eksklusif Pumping Mama Indonesia pun menjelma menjadi sebuah komunitas para ibu, khususnya bagi ibu yang sedang menyusui. Seperti namanya, komunitas yang dicetuskan Wahyu ini ingin memberikan wadah bagi kaum ibu yang sedang menyusui untuk bertukar pikiran. Anggota grup Eping bukan hanya berasal dari kaum ibu yang sudah sangat memahami soal menyusui. Ada pula ibu muda dengan pengetahuan soal menyusui yang minim atau baru setengah paham.

Wahyu yang berdomisili di Bekasi ini mengaku, awalnya grup yang ia buat hanya beranggotakan teman-temannya yang memiliki keluhan sama. Akan tetapi, tanpa diprediksi, ternyata banyak yang berminat untuk bergabung dalam grup Eping. Hingga akhirnya, sampai saat ini ia sudah memiliki lima administrator yang bertugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para anggota. Grup yang dibuat sejak akhir 2014 ini kini sudah memiliki sekitar 27 ribu anggota. Untuk menghadapi puluhan ribu anggota itu. Wahyu sengaja memilih administrator yang sabar menanggapi pertanyaan-pertanyaan anggota, meskipun pertanyaannya sudah pernah berulang-ulang ditanyakan.

Eping merupakan komunitas non profit sehingga untuk menjadi administrator harus bersedia dengan sukarela tanpa mendapatkan upah. Artinya, semua anggota grup itu adalah volunter. Sementara ini Eping hanya dibuat grup Facebook dan grup Whatsapp yang merupakan grup-grup lokal. Wahyu mengakui, Eping sekarang sudah banyak dikenal di masyarakat dan banyak vendor yang bersedia mensponsori, seperti pembuatan website resmi atau acara gathering.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Minggu, 23 April 2017

MENYIAPKAN MPASI UNTUK SI KECIL


Biasakanlah si kecil mengkonsumsi makanan dengan rasa yang sama seperti makanan ibu. Tentu saja, yang sudah dihaluskan dan bisa dicerna dengan mudah oleh si kecil.

USIA 6-10 BULAN.

Ketika si kecil sudah bisa mengkonsumsi makanan selain ASI, makanan pertama yang bisa diberikan adalah aneka macam bubur. Tentu saja, tanpa menyertakan gula atau garam di dalamnya. Buatlah bubur susu, bubur buah, atau bubur sayur. Bubur susu dibuat menggunakan biskuit bayi yang dihancurkan dan dicampur dengan air. Untuk buah, cobalah bubur pisang, avokad, atau pepaya. Namun jangan dibiasakan untuk terus memakan bubur yang rasanya manis. Berikan pula bubur sayuran dengan sentuhan bumbu asin. Disarankan, ibu memilih sayur organik agar lebih aman. Jangan lupa perhatikan respons si kecil, jangan dipaksa bila ia tidak suka. Gantilah dengan makanan pendamping lain.

USIA 10-12 BULAN.

Di usia ini, si kecil sudah mulai bisa beralih ke makanan kental dan padat, meski pun teksturnya harus tetap lunak. Berikanlah si kecil aneka nasi tim. Selama meminum ASI, si kecil sebenarnya sudah merasakan makanan yang sama dengan ibu. Oleh sebab itu, jangan takut untuk memberikan nasi tim.

USIA 12-24 BULAN.

Si kecil bisa dikenalkan pada makanan keluarga dan makanan padat di usia dini. Namun, itu tetap harus mempertahankan rasa. Hindari makanan yang bisa mengganggu pencernaan anak, seperti makanan yang terlalu pedas, asam, dan berlemak. Si kecil juga sudah bisa memakan finger food seperti kue atau potongan sayur dan buah. Ini penting diperhatikan untuk melatih keterampilan memegang makanan dan merangsang pertumbuhan gigi.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

Sabtu, 22 April 2017

BREASTFEEDING FATHER : KETERLIBATAN AYAH DALAM PROSES MENYUSUI.


Proses menyusui sebenarnya tidak hanya melibatkan dua pihak, yaitu ibu dan bayi. Sosok ayah pun memiliki peran yang besar dalam mendukung dan mempermudah proses menyusui. Bahkan, dikatakan lebih dari 90% keberhasilan ASI eksklusif dikarenakan peran ayah.

Ada istilah breastfeeding father yang tentu bukan berarti ayah menyusui bayi seperti yang dilakukan seorang ibu kepada bayinya. Istilah ini lebih mengarah pada keterlibatan ayah dalam proses menyusui. Dukungan dan peran aktif ayah sangat berarti yang dapat membuat ibu merasa aman, nyaman, mampu memelihara emosi positif dan turut menumbuhkan naluri keibuan.

Karena itulah, seorang ayah perlu memiliki pengetahuan tentang proses menyusui yang tepat dan benar, bahkan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan seorang ayah ? Tentu banyak sekali, dimulai sejak masa kehamilan, bersalin, dan ketika bayi sudah lahir.

SAAT HAMIL.

Inilah momen awal para calon ayah untuk menjadi seorang breastfeeding father. Berikut upaya yang penting dilakukan :

1. Berhenti Merokok.

Bagi suami yang merokok, sebaiknya berupaya berhenti merokok. Memang tak mudah mengubah kebiasaan. Akan tetapi bila diniatkan dengan sungguh-sungguh demi kesehatan istri dan calon bayi, pasti berhasil. Kita tahu, zat utama dalam rokok yaitu nikotin, menimbulkan efek negatif pada janin, bahkan bayi bisa lahir dengan berat badan rendah, bahkan kelak anak rentan mengalami masalah kesehatan. Kalaupun terasa sulit berhenti merokok dan butuh proses yang lama, hindarilah berdekatan dengan istri sehingga asap rokok tak terisap olehnya dan janin dalam kandungan.

2. Perhatikan Asupan Makanan.

Anjurkan istri untuk mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Tak kalah penting, perhatikan asupan asam folat yaitu 400 mikrogram per hari, yang berperan penting dalam pembentukan sistem saraf janin.

3. Ingatkan Untuk Istirahat.

Istrirahat yang cukup selama hamil sangat penting. Jam biologis yang berubah dapat mempengaruhi produksi hormon yang otomatis akan mempengaruhi janin. Jadi, ingatkan istri bila aktivitasnya terlihat lebih tinggi dan minta ia untuk istirahat.

4. Ajak Berolahraga.

Olahraga akan membuat ibu hamil tetap sehat, bugar, serta metabolisme tubuh berjalan baik dan otot-otot tetap terlatih. Ajaklah dan dampingi ia selama berolahraga, entah itu berjalan kaki, berenang, yoga, dan lainnya.

5. Berempati Pada Periode Mual Muntah.

Ini gejala umum yang dialami ibu hamil terutama di awal kehamilan. Bersikaplah empati dengan menawarkan hal-hal yang mungkin meringankan mual muntah, seperti membuatkan teh hangat, mengupaskan jeruk, dan sebagainya.

6. Bijak Menyikapi Perilaku Mengidam.

Mengidam lebih karena faktor psikologis, ibu hamil menjadi manja dan lebih sensitif. Lebih baik ikuti atau turuti saja keinginan istri selama masih dalam batas wajar. Jika mengidam berlebihan, beri pengertian secara baik-baik agar bisa dipahami.

7. Dampingi Saat Konsultasi.

Usahakan selalu mendampingi istri saat kunjungan ke dokter. Selain memberikan dukungan dan perhatian, suami juga bisa tahu tumbuh kembang janin, mendapat informasi dari dokter mengenai gejala yang mungkin dialami istri di periode kehamilan, apa saja yang perlu dilakukan dan lain sebagainya. Suami pun dapat membantu istri menyiapkan pertanyaan agar tidak lupa atau terlewat saat konsultasi.

8. Ikut Menstimulasi Janin.

Bukan hanya ibu, ayah pun perlu mengajak bicara janin, menyapa, memperdengarkan musik atau nyanyian, membacakan cerita, mengelus-elus, usapan pada perut istri, menepuk-nepuk lembut dan lainnya. Semua itu menjadi proses perkenalan awal yang baik.

9. Ikut Kelas Prenatal.

Tak perlu malu atau gengsi mengikuti instruksi bidan saat membantu gerakan senam hamil, karena aktivitas ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil untuk memperlancar proses kehamilan dan persalinan kelak.

10. Susun Rencana Melahirkan.

Sebaiknya siapkan dana terhitung mulai proses merencanakan kehamilan untuk keperluan konsultasi ke dokter selama sembilan bulan kehamilan, dana persalinan, mencari fasilitas kesehatan untuk persalinan nanti, hingga dana pascalahir seperti selamatan tujuh bulan.

MASA BERSALIN.

Pada fase ini, diharapkan ayah dapat hadir mendampingi ibu ketika melahirkan. Suami yang hadir pada saat persalinan dapat memotivasi dan menguatkan istri agar proses yang dijalani berjalan lancar serta mengurangi rasa takut dan sakit karena istri mendapat dukungan secara psikis. Ayah juga berperan untuk memastikan istri melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Selama proses IMD, ayah bisa memberikan dukungan berupa pujian dan kata-kata positif kepada istri untuk meningkatkan rasa percaya dirinya untuk menyusui.

SETELAH LAHIR.

Beberapa hari pertama usia bayi biasanya adalah waktu-waktu yang sangat melelahkan secara fisik dan mental bagi istri. Seorang ayah dapat lebih berperan dalam proses pengasuhan bayinya dengan melakukan beberapa hal yang bersifat praktis. Misalnya, membantu mengganti popok, memijat bayi, menyendawakan bayi, menenangkan bayi menangis, membawa bayi yang sedang menangis kepada ibu untuk disusui. Suami juga bisa memijat pundak istri ketika menyusui, menemani istri bangun malam untuk menyusui, memberikan kenyamanan pada istri kala menyusui dengan membantunya menemukan posisi yang nyaman, menjaga komunikasi yang baik dan menyenangkan agar istri senantiasa tenteram, segera membersihkan diri sepulang bekerja agar dapat memberikan dekapan hangat kepada bayi dan ibunya, serta menemani istri saat memompa ASI.

Hal lainnya, membawakan makanan atau minuman hangat untuk istri ketika menyusui, memberi pujian pada istri, berbagi pekerjaan rumah tangga dan sebagainya sehingga istri memiliki waktu istirahat yang cukup. 

Pada intinya, hal-hal di atas bertujuan untuk menciptakan suasana yang memudahkan dan membuat ibu nyaman dalam menyusui bayinya, yang pada akhirnya akan berefek kepada meningkatnya refleks pengeluaran ASI. Alhasil, ibu mampu menyusui dengan optimal. Maka, tak berlebihan bila ada yang mengatakan, lebih dari 90% keberhasilan ASI eksklusif dikarenakan peran ayah. Umumnya, kegagalan ASI eksklusif disebabkan kurangnya dukungan dari lingkungan, selain masih belum dikuasai ilmu tentang menyusui dan ASI.

BAYI DEKAT DENGAN AYAH.

Apa saja manfaat yang bisa dipetik bila ayah terlibat dalam proses menyusui ? Secara umum, kedekatan emosi suami istri akan lebih baik. Emosi positif ini akan berdampak langsung terhadap lancarnya ASI karena menyusui memang sangat dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Bayi ASI juga terbukti lebih sehat, sehingga pos pemeliharaan kesehatan bayi dapat lebih ditekan.

Kerja sama yang baik antara suami istri ini juga dapat meningkatkan jumlah jam tidur malam, karena bayi lebih mudah ditenangkan ketika menangis waktu malam. Bahkan ada juga yang berpendapat, bahwa ketika ayah membawakan bayi yang sedang menangis kepada ibu untuk disusui maka bayi akan mengenali ayah sebagai 'transportasi' menuju makanan. Hal ini akan mendekatkan hubungan emosional antara ayah-ibu-bayi. Bahkan, bayi akan merasakan peran dan kehadiran ayah untuk dirinya. Dalam perkembangan selanjutnya, bayi tak hanya dekat dengan ibunya tetapi juga ayahnya.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.




Jumat, 21 April 2017

MANFAAT ASI UNTUK MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI ANAK.


Begitu lahir, untuk pertama kalinya bayi mencoba menyusu pada ibunya. Di sinilah manfaat pertama menyusui dirasakan ibu dan bayinya, yaitu perasaan dan ikatan baik yang kuat (bonding) di antara keduanya. Sebuah penelitian menemukan bahwa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat mencegah 22% kematian bayi baru lahir.

ASI SARAT MANFAAT.

Semua gizi yang dibutuhkan bayi ada di dalam ASI. ASI mengandung air, protein, karbohidrat, lemak, dan DHA (docosahexaenoic acid)/ARA (arachidonic acid), vitamin, mineral, enzim, faktor pertumbuhan dan faktor antiparasit, antialergi, antivirus, dan antibodi. Beberapa penelitian menyebutkan, bayi yang diberi ASI terlindungi dari infeksi paru/pneumonia, infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan/diare, dan infeksi sepsis/infeksi dalam pembuluh darah. Waktu menyusui yang lebih panjang juga dapat mengurangi risiko anak menderita asma dan risiko alergi. ASI juga mengurangi risiko diabetes dan risiko kegemukan/obesitas.

Selain berbagai penelitian tersebut, riset yang dilakukan di universitas Lund dan Gothenburg di Swedia juga menemukan bahwa ASI mengandung zat khusus yang disebut HAMLET (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour cells) yang dapat membunuh 40 jenis sel kanker dan tetap menjaga sel yang sehat. Dalam hal kecerdasan anak, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa menyusui berhubungan dengan peningkatan kemampuan kognitif anak.

Selain manfaat secara fisik, ASI juga memberi manfaat psikologis. Bayi yang menyusu juga dapat terhindar dari gangguan mental pada usia anak dan remaja. Beberapa penelitian menyebutkan ada korelasi antara menyusui dengan  psikologis dan perilaku anak. Sebuah studi di Australia yang dipublikasikan di Journal Pediatric menyebutkan, menyusui 6 bulan dibandingkan menyusui lebih dari 6 bulan dapat mempengaruhi mental anak baik internal maupun eksternal. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti perilaku dan mental bayi-bayi sejak lahir hingga mereka berusia 14 tahun. Penelitian ini kemudian merekomendasikan untuk menyusui lebih lama karena memberikan manfaat pada kesehatan mental anak dan remaja.

ASI MEMBANGUN BONDING ANTARA IBU DAN BAYI.

Menyusui bayi tidak sekedar memberikan gizi, melainkan juga merupakan bentuk kasih sayang ibu. Menyusui memuaskan kebutuhan gizi dan emosi bayi dengan lebih baik dibandingkan metode menyusui lainnya. Saat bayi menangis karena lapar dan mulai memperlihatkan refleks mengisap, proses menyusui secara langsung tidak hanya untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi, bayi juga merasa tenang. Maka terkadang mulut bayi tetap menempel di payudara tanpa mengisap (comfort nursing)/mengempeng. Kegiatan mengempeng ini menunjukkan bahwa menyusui secara langsung adalah salah satu cara alami dalam menenangkan bayi.

Dengan menyusui secara langsung, bayi akan merasa dekat dengan ibunya. Sentuhan puting dan aerola (bagian hitam sekitar puting) memberi rasa aman dan nyaman bagi bayi. Bayi yang kebutuhannya cepat terpenuhi (secara fisik maupun emosi), akan terbangun rasa aman dan percaya terhadap ibunya. Rasa aman dan percaya ini menjadi modal awal bayi untuk secara psikologis berkembang dengan sehat.

ASI MEMBANGUN KELEKATAN YANG AMAN ANTARA IBU DAN BAYI.

Bayi pada usia 0-2 tahun masih sangat mengandalkan pengaruh utamanya dalam memenuhi segala kebutuhannya. Karena itu, penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan bayi dengan sesuai dan cepat. Kebutuhan-kebutuhan seperti gizi yang seimbang, perasaan aman, perasaan dikasihi, dan berbagai stimulasi (seperti stimulasi mengasah kemampuan sensorik, motorik kognitif, sosial, emosional) diperlukan bayi untuk berkembang. Seiring waktu, ibu akan semakin terampil membaca petunjuk-petunjuk yang diperlihatkan bayi, seperti refleks mengenyot, mengisap, dan menangis ketika ia merasa lapar. Hal ini menunjukkan, proses menyusui juga menguatkan hubungan (bonding) ibu dengan bayi.

Bonding adalah ikatan emosional yang mendalam yang menghubungkan satu orang dengan yang lainnya. Teori Bowlby mengatakan, bayi sejak lahir sudah mulai membangun kelekatan atau attachment dengan ibu atau pengasuh utamanya. Kelekatan ini dapat dibangun dengan adanya sentuhan fisik, pemenuhan kebutuhan bayi yang cepat, dan emosi ibu yang konsisten. Ibu yang sensistif, konsisten, dan responsif dalam memenuhi kebutuhan sang bayi, akan membantu bayi membangun kelekatan yang aman (secure attachment) dengan ibu. Untuk membantu terbangunnya attachment saat sedang menyusui, ibu harus cepat tanggap memberi ASI ketika melihat bayi menampilkan tanda-tanda ingin menyusu, seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menangis, dan rewel. Coba tatap dan perhatikan wajahnya, ajak bicara, dan berikan sentuhan fisik seperti tepukan atau belaian.

Bayi yang memiliki secure attachment juga akan mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, sosial, lingusitik, dan emosional yang lebih optimal. Hasilnya, anak akan tumbuh dengan perasaan dikasihi, perasaan aman, lebih berani mengeksplorasi dunia sekitarnya, lebih bahagia, lebih memiliki inisiatif, dan juga lebih percaya diri.

ASI MEMBANGUN KEMANDIRIAN DAN PERCAYA DIRI ANAK.

Masa bayi adalah masa menumbuhkan kepercayaan dirinya dengan orang-orang di sekitarnya (usia 0-1 tahun). Kondisi ini terutama didapatkan dari ibu dan orang-orang di sekitarnya. Dengan menyusui lebih lama apalagi hingga 2 tahun atau lebih, bayi akan tumbuh lebih mandiri dan percaya diri. Kepercayaan diri adalah perasaan di mana seseorang merasa nyaman untuk dirinya sendiri, percaya akan dirinya, merasa berharga, dikasihi, dan mengetahui bahwa dirinya mampu, secara tidak berlebihan atau over confident. Pada anak, kepercayaan diri tumbuh ketika ia mengetahui bahwa dirinya dikasihi dan dihargai.

Bayi 0-2 tahun sebenarnya belum betul-betul memperlihatkan aspek kepercayaan dirinya. Akan tetapi, orangtua dapat memulai menanamkan kepercayaan diri dengan cara merawat bayi, merespons kebutuhan dan tangisan bayi, dan menunjukkan kasih sayang. Setelah ia lebih besar, dengan adanya dukungan, bimbingan, dan kesempatan untuk memilih, barulah anak mulai mengetahui keberhagaan dirinya dan mulai mengembangkan rasa percaya diri yang positif.

Anak yang memiliki kepercayaan diri akan cenderung menyukai interaksi sosial. Mereka mampu merasa nyaman dalam situasi sosial (suka bermain dengan teman-temannya), tahu kekuatan dan kelemahannya serta mampu menerima hal tersebut, dan mencari solusi ketika menemukan masalah (dan bukannya menghindari masalah). Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri juga cenderung optimis dalam melihat dunianya. Jadi tidak diragukan lagi bahwa menyusui dapat memberikan begitu banyak manfaat baik secara fisik maupun psikologis pada anak. Sehingga direkomendasikan pemberian standar emas makanan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yaitu IMD, menyusui eksklusif selama 6 bulan, memberikan tambahan MPASI (Makanan Pendamping ASI) ketika bayi berusia 6 bulan dan terus menyusui hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk ibu dan buah hati. Tlp & sms : 085695138867.

fixedbanner