Rabu, 07 Mei 2014

MANAJEMEN ASI PERAH




Sesuai saran World Health Organization, ASI eksklusif untuk bayi sebaiknya dilakukan tanpa putus, khususnya hingga berusia enam bulan. Bayi sangat memerlukan kolostrum dan protein yang lebih tinggi, yang itu bisa didapat dari ASI. Manajemen yang rapih dan disiplin bisa membantu, khususnya bagi ibu pekerja. Dimulai dari proses memerah hingga menyiapkan agar stok ASI siap dikonsumsi bayi.

PEMERAHAN

1.       Pada masa awal menyusui, cari benjolan-benjolan kecil di payudara yang menandakan penyumbatan kelenjar. Lalu, pijat atau tekan pelan-pelan untuk menghilangkan benjolan supaya ASI bisa keluar.
2.      Setiap payudara terasa kering, oleskan minyak zaitun atau baby oil dan pijat pelan. Atau, keluarkan sedikit ASI dan usapkan ke permukaan payudara. Cara lain, kompres dengan air panas dan air dingin.
3.      ASI bisa diperah menggunakan tangan, pompa manual, atau pompa elektrik. Pilihan ini tak mempengaruhi produksi ASI, tapi memiliki tingkat kepraktisan yang berbeda. Saat memilih manual, ibu tak harus mengeluarkan biaya namun cenderung melelahkan dan perlu mempelajari tehnik memerah dengan tangan. Sementara itu pompa elektrik memang terbilang mahal namun praktis.
4.     Hormon oksitosin diperlukan saat memerah ASI. Salah satu cara memancing hormon yang banyak dilakukan ibu menyusui adalah memerah sambil memegang foto bayi atau membayangkan bayinya. Selain itu, setelah memerah selama lima belas menit, produksi ASI akan berkurang. Rangsang saja dengan menekan-nekan puting agar hormon oksitosin bertambah.
5.      Pemerahan idealnya dilakukan setiap 2-3 jam sekali. Produksi ASI bisa menurun jika tak diperah. Tak masalah jika sekali memerah menghasilkan jumlah ASI yang sedikit, asal sering dilakukan.

PENYIMPANAN

1.       Anda bisa memilih botol berpenutup karet atau plastik ASI. Botol lebih kokoh dan dapat digunakan berulang kali, tapi plastik hanya sekali pakai. Namun, plastik lebih ringkas karena dapat memuat banyak saat dibawa di cooler. Sementara tempat penyimpanan berupa botol lebih boros tempat.
2.      Tempat penyimpanan ASI yang terbaik adalah freezer kulkas dua pintu. Pasalnya, area freezer yang terpisah membuatnya jarang dibuka dan tutup, sehingga terhindar perubahan suhu yang dapat mempengaruhi kandungan ASI. Jika ASI disimpan di kulkas bagian bawah, taruh di bagian dalam yang temperaturnya lebih stabil.
3.      Di freezer kulkas dua pintu, ASI tahan hingga enam bulan. Sementara jika disimpan di freezer satu pintu, ketahanan ASI hanya mencapai sebulan. Bila ASI disimpan di kulkas area bawah, ASI hanya tahan hingga satu minggu. Contoh lain, saat anda memerah di luar rumah dan tak bisa langsung dimasukkan ke kulkas, ketahanan ASI hanya sekitar 7 jam sebelum dimasukkan ke kulkas.
4.     Tulis tanggal dan jam pemerahan di botol atau plastik ASI agar usia susu yang disimpan tak dilupakan.
5.      Pendingin atau kulkas sebaiknya tak dicampur sayur atau benda lain agar jarang dibuka dan ditutup.

PENCAIRAN

1.       Kenali kebiasaan konsumsi ASI pada bayi agar ASI dapat dikeluarkan sesuai kebutuhan. Umumnya jumlah kecukupan ASI adalah sebanyak 30 cc bagi bayi baru lahir.
2.      Saat ASI akan dikonsumsi bayi, pilih botol atau plastik yang paling lama atau lebih dulu ditaruh di kulkas. Inilah pentingnya memberikan label waktu pemerahan. Atau, simpan ASI secara mengantre sehingga anda bisa dengan mudah mengaplikasikan sistem “first in, first out”.
3.      Usahakan ASI tak mengalami perubahan suhu yang terlalu drastis. Jika ASI ditaruh di freezer, maka simpan terlebih dahulu di kulkas bagian bawah hingga mencair. Jika ASI beku langsung dipanaskan, antibodi dan gizinya bisa rusak.
4.     Setelah itu, taruh di luar kulkas selama kurang lebih tiga puluh menit atau hingga suhunya tak terlalu dingin.

PEMANASAN

1.       Panaskan ASI, setelah ASI bersuhu netral. Anda dapat menggunakan alat khusus pemanas ASI atau taruh di mangkuk berisi air hangat. Hindari memanaskan langsung di air mendidih atau microwave karena bisa merusak kandungan gizinya.
2.      ASI yang diberikan pada bayi sebaiknya bersuhu sekitar 30 derajat Celcius atau terasa nyaman saat diteteskan di punggung tangan.
3.      Sebelum diberikan pada bayi, kocok ASI dengan lembut. Jangan mengocok terlalu kencang seperti saat sedang mengocok botol susu formula, karena enzim-enzim pada ASI lebih mudah dicerna sehingga larutannya pun lebih mudah homogen.
4.     Setelah dipakai, cuci botol dengan sabun biasa, lalu sterilkan dengan merendamnya di air mendidih atau gunakan alat pensteril.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

fixedbanner