Rabu, 12 Maret 2014

PENTINGNYA MENJAGA NUTRISI DI TRIMESTER KETIGA KEHAMILAN




Periode kehamilan trimester ketiga bisa dibilang masa yang paling dinantikan oleh calon ibu. Di periode inilah sang buah hati akan lahir. Tentunya, kegembiraan di ujung masa penantian tersebut hendaknya tak membuat perempuan yang sedang mengandung meremehkan kesehatannya. Sebab, periode ini termasuk masa rawan bagi kehamilan.

Seperti juga di trimester sebelumnya, ibu hamil juga harus tetap memperhatikan asupan gizi di trimester terakhir ini. Pada kondisi kehamilan, asupan gizi yang mencukupi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta kondisi kesehatan ibu. Lebih dari itu berdasarkan temuan terbaru, kesehatan ibu semasa mengandung juga mempengaruhi kondisi kesehatan keturunansi janin di masa yang akan datang (transgenerasi).

Perempuan hamil memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dibanding saat tidak hamil. Calon ibu akan menyengsarakan janinnya ketika ia mengalami kekurangan asupan gizi semasa hamil. Bayinya kelak akan lahir dengan berat badan rendah. Bayi masuk dalam kategori demikian jika berat lahirnya di bawah 2.500 gram. Dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram, bayi berarti mengalami malnutrisi selama masa pertumbuhannya selagi masih di dalam kandungan.

Kecukupan gizi sangatlah penting dan tak boleh diabaikan. Harus ada peningkatan status gizi agar tidak hanya ibunya yang sehat, tetapi juga bayinya. Pada trimester ketiga, proses pertumbuhan janin berjalan cepat. Untuk itu, berat badan ibu harus cukup untuk menopang pertumbuhan berat badan bayi. Kalau di trimester ketiga pertambahan berat badan ibu kurang dari sepuluh kilogram, artinya pertumbuhan bayinya kurang bagus.

Pertambahan berat badan normal di trimester ketiga harus di atas 10 kilogram. Idealnya sekitar 12 hingga 13 kilogram. Penambahan berat badan terdistribusi ke bagian-bagian penting. Ada beberapa alasan mengapa berat badan ibu harus naik selama masa kehamilan. Untuk penyimpanan lemak (maternal fat) yang akan menjadi makanan paling bagus bagi bayi, ibu butuh menaikkan bobotnya 3,1 kilogram. Lalu untuk pembesaran rahim dan pembesaran payudara sehingga dapat menyusui, berat badan ibu mesti naik 1,8 kilogram.

Sementara itu untuk pertambahan darah, butuh kenaikan berat 1,3 hingga 1,8 kilogram. Untuk memungkinkan terjadinya pertumbuhan janin, bobot ibu perlu naik sekitar 3,1 kilogram. Pembentukan plasenta, air ketuban, dan cairan lainnya, ibu memerlukan ekstra bobot 3,6 kilogram. Calon ibu tak perlu takut ketika bobotnya naik. Selama prosesnya sehat, tak masalah. Pasalnya, dengan penambahan berat badan selama masa kehamilan inilah tubuh mempersiapkan kelahiran bayi dalam keadaan sehat.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

fixedbanner