Senin, 08 Oktober 2012

3 ISTILAH POPULER TENTANG PERSALINAN.




Mengandung, melahirkan dan menyusui merupakan tiga keistimewaan perempuan. Selagi menjalaninya, banyak rasa yang bercampur aduk di dalam sanubari. Tak jarang, rasa takut maupun khawatir terhadap proses melahirkan dan masa awal perawatan bayi dominan berkecamuk.

Lantas lahirlah sejumlah cara untuk meredakan rasa itu. Setiap tehnik tentu ada plus dan minusnya. Mari kenali makna yang terkandung dibalik istilah popular terkait persalinan dan perawatan bayi.

HYPNOBIRTH

Ada banyak cara untuk meredakan rasa takut yang melanda ibu saat persalinan berlangsung. Salah satunya, dengan bantuan hypnosis. Hypnobirth merupakan tehnik relaksasi dengan cara menghipnosis diri sendiri melalui media pernapasan. Cara itu sebenarnya sudah jamak dipraktikkan oleh para dokter kandungan. Siapapun bisa belajar tehnik ini. Kalau tidak punya waktu ikut kelas khusus, peminatnya dapat belajar dari buku atau tutorial di internet.

Dalam kelas edukasi pra persalinan, ibu hamil akan diajari bernapas secara sadar. Kesadaran ini akan membentuk kontrol diri yang dibutuhkan untuk mengimbangi emosi yang sering muncul, baik di masa kehamilan hingga proses kelahiran. Mereka akan dilatih untuk membayangkan hal-hal yang baik dan menyenangkan hati saja. Jika sang ibu rileks, persalinan pun akan berjalan lebih mudah.

Untuk itu dianjurkan agar tiap ibu hamil mempelajari tehnik tersebut. Terlepas dari apapun proses melahirkan yang akhirnya dipilih, hypnobirth patut diterapkan. Praktikkan saja sejak kehamilan usia 24 minggu. Sekali menguasai hypnobirth, sang ibu bisa menerapkan pada kehamilan berikutnya.

Banyak keuntungan yang didapat dari penguasaan tehnik hypnosis untuk ibu hamil. Pertama, rasa mual saat kehamilan dan rasa sakit saat melahirkan akan berkurang. Ini berarti, praktisinya tidak perlu mengkonsumsi obat anti mual atau anti nyeri secara berkala. Kedua, tehnik ini memangkas waktu yang dibutuhkan untuk melahirkan. Untuk kelahiran anak pertama, waktunya lebih singkat tiga jam. Pada kelahiran kedua, waktu yang berkurang sekitar satu jam. Tenaga si ibu juga tidak cepat terkuras habis.

Siapa sebetulnya yang memerlukan bantuan hypnosis ? Idealnya, ibu hamil harus mampu memilah segala macam informasi yang masuk. Mereka mesti bisa mengendalikan diri dengan mengedepankan pikiran positif. Dengan begitu, bentuk emosi yang muncul juga positif. Jika diperlukan, barulah dilibatkan hypnosis untuk membantu membuat perasaannya tetap nyaman dan tentram.

Latihan berpikir positif juga ampuh mencegah depresi. Usai kehamilan, banyak ibu baru terserang baby blues. Ibu yang menguasai hypnobirth hampir tidak ada yang kena depresi. Penguasaan hypnobirth membuat ibunda lebih siap melakukan persalinan normal. Kontrol diri yang baik menumbuhkan rasa percaya diri dan asupan semangat yang begitu besar. Pikiran yang sehat membuat otot menjadi rileks dan menjadikan melahirkan betul-betul sebagai pengalaman yang membahagiakan.      

WATER BIRTH

Water birth adalah melahirkan dengan berendam di dalam air hangat. Sebagian ibu hamil memilih berendam saat menunggu jalan lahir terbuka sempurna dan keluar dari kolam sesaat menjelang kelahiran bayinya. Sebagian lainnya lebih suka menjalani keseluruhan prosesnya di dalam air.

Di Indonesia water birth mulai populer tahun 2006. Cara ini memikat lantaran menguntungkan ibu sekaligus bayi. Begitu bersentuhan dengan kulit ibu, air hangat memicu produksi hormon endorphin yang menekan kadar stres. Sementara itu, begitu terlahir bayi akan merasakan kehangatan yang kurang lebih sama dengan nyamannya rahim bunda.

Tidak semua perempuan aman menjalani water birth. Ibu hamil yang mengidap herpes, posisi bayinya sungsang, dan bertekanan darah tinggi mendapat lampu merah untuk water birth. Di samping itu, hanya dokter dengan keterampilan khusus yang boleh membantu kelahiran di dalam air. Jadi, jangan sembarangan memilih dokter kandungan jika tertarik water birth.

Selain itu, dimohon pula bagi ibu hamil untuk tidak melakukan water birth sendirian atau dengan bantuan orang awam, bahkan bidan sekalipun. Resikonya teramat besar. Bayi bisa tertelan air ketuban, tenggelam, atau kehabisan nafas.

Andaikan berminat besar untuk melahirkan dengan cara water birth, ibu hamil harus mengikuti serangkaian latihan intensif. Tanpa latihan, risiko persalinan di dalam kolam air ini akan meningkat. Otot-otot yang tak terlatih bisa menghambat jalan lahir.  

Untuk kelahiran anak pertama, dokter akan mengarahkan ibu masuk ke air setelah mengalami pembukaan ke delapan. Sedangkan, untuk kehamilan anak ke dua, ibu sudah boleh masuk ketika mencapai bukaan ke tujuh. Saat kritis pada proses ini adalah ketika bayi diangkat dari dalam air. Bayi akan berada di dalam kolam selama sekitar 10 detik padahal dia belum memiliki kontrol napas yang sempurna. Bernapas di dalam air dengan di udara bebas tentu berbeda. Dokter yang berpengalaman mampu menentukan waktu yang tepat untuk mengangkat bayi keluar dari air.

LOTUS BIRTH

Lotus birth sejatinya bukanlah metode persalinan. Lotus birth merupakan perawatan tali pusat bayi. Berbeda dengan praktik kedokteran arus utama, lotus birth membiarkan tali pusat putus secara alami, tanpa bantuan alat pemotong.

Terminologi lotus dipakai merujuk pada pengaruh ajaran Hindu yang menjadi inspirasi lahirnya pendekatan tersebut. Menunggu putusnya tali pusat secara alami sesuai dengan pemikiran ahimsa yang meniadakan kekerasan dalam kehidupan. Tanpa proses pemotongan, tali pusat,-yang semula bertugas membawa darah berisi nutrisi dan oksigen dari plasenta-, bisa putus secara alami dalam waktu tiga sampai sepuluh hari.

Penanganan tersebut hingga kini masih mengundang tanda tanya dalam dunia kedokteran arus utama. Alasannya sederhana, tali pusat yang menggantung di tubuh bayi sudah tidak berguna. Tali pusat akan langsung menyempit sekitar tiga menit pertama usai kelahiran. Artinya, tidak ada darah ibu yang bisa dihantarkan dengan baik kepada bayi. Tidak ada kontak ibu-anak yang sebelumnya terjadi melalui tali pusat.

Ketika menunggu tali pusat putus, bunda tentu akan kerepotan. Kemanapun ia melangkah bersama bayinya, satu paket ari-ari harus ikut dibawa. Bau yang keluar dari ari-ari juga tidak sdap untuk dihirup. Pelakon lotus birth biasanya akan meletakkan minyak murni untuk menetralkan bau busuk tersebut.

Meski belum terbukti manfaatnya, ada saja ibu hamil yang tertarik mempraktikkan lotus birth. Sebetulnya, selain lotus birth ada alternatif lain yang lebih masuk akal, yaitu delayed cord clamping. Yakni tali pusat bayi akan dijepit dahulu, baru kemudian dipotong setelah tidak berdenyut lagi.

Penundaan pemotongan hanya dilakukan sekitar satu hingga tiga menit pasca kelahiran. Dengan begitu akan ada ekstra pasokan darah ke jantung dan otak bayi selama sekian menit tersebut. Ekstra darah yang didapat akan menurunkan kejadian anemia pada bayi. Buah hati juga akan terhindar dari penyakit kuning yang biasanya terjadi di minggu-minggu awal kelahirannya.  Ini jauh lebih masuk akal daripada lotus birth.



Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

fixedbanner