Selasa, 09 Oktober 2012

MEMILIKI KETURUNAN DENGAN BAYI TABUNG




Ketika mendengar kata bayi tabung, tidak semua orang dapat segera menerimanya sebagai suatu hal yang positif. Padahal, bayi tabung adalah salah satu metode medis untuk memudahkan pasangan agar mempunyai keturunan, dengan memilih sel-sel terbaik dari orang tuanya.

Sosialisasi dan pemahaman terhadap bayi tabung memang masih sangat rendah. Padahal, metode ini sudah ada di Indonesia sejak 1987. Hal ini akibat dari banyaknya orang yang belum tahu dan ragu pada metode ini. Sehingga, pengguna metode bayi tabung di Indonesia masih kecil. Sebab lainnya adalah belum banyak orang di Indonesia yang tahu banyak klinik yang membuka layanan ini. Padahal jumlahnya lebih dari 20 buah, baik swasta maupun milik pemerintah, dan tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Bayi tabung di Indonesia juga lebih murah, hanya sekitar Rp 60 juta dengan fasilitas dan kualitas yang sama dibandingkan luar negeri dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal.

Dari jumlah keseluruhan pasangan suami istri (pasutri) d Indonesia, sekitar 15 persennya tidak bisa mempunyai keturunan. Bayi tabung menjadi sebuah opsi jika pasangan tersebut memang berkehendak memiliki keturunan walaupun keberhasilannya baru 39 persen. Dalam setahun, baru ada tiga ribu pasien yang melakukan metode bayi tabung.

Metode bayi tabung diperkenalkan bagi pasangan yang infertile. Sebabnya, bisa karena sperma suami jelek atau saluran tuba sang istri tertutup. Dokter pun kemudian akan memilih sel sperma dan sel telur terbaik dari pasangan tersebut, kemudian akan dipertemukan untuk djadikan embrio melalui alat berupa tabung di laboratorium.  

Bagi pasutri yang ingin menempuh layanan bayi tabung, perlu dilakukan pemeriksaan kesuburan, hormone, sperma, virus, infeksi, dan check up medis lainnya terlebih dahulu. Jika salah satu pasangan ada yang memiliki penyakit, seperti diabetes, jantung, atau hipertensi, sebaiknya pulihkan terlebih dahulu kondisi kesehatannya.

Setelah kondisi kesehatan pasutri dinyatakan sehat, akan diberikan obat stimulasi agar sel sperma dan sel telur yang dihasilkan nantinya bisa berkualitas baik. Sel sperma dan sel telur mereka bisa diambil, kemudian dimasukkan ke tabung khusus. Selama tiga hari, kedua sel yang telah menjadi embrio, dimasukkan ke rahim sang istri dengan menggunakan kateter dan tindakan medis. Maksimal ada tiga embrio yang dimasukkan ke rahim.

Sisa embrio yang tidak dikembalikan ke rahim tersebut akan disimpan dan bisa disuntikkan lagi ke rahim istri bila ingin mempunyai keturunan lagi. Jika sudah memiliki embrio di tabung, biayanya akan murah, hanya ratusan ribu saja.

Berhasil atau tidaknya usaha memiliki keturunan ini, bisa terlihat dari satu atau dua minggu setelah embrio dimasukkan ke rahim. Usia yang paling banyak terjadi keberhasilan adalah di bawah 40 tahun. Karena jika sudah terlalu tua, akan sulit mendapatkan sel yang terbaik dan fit.

Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

fixedbanner