Selasa, 02 Oktober 2012

25 FAKTA TENTANG KEGUGURAN




Keguguran merupakan penyebab kegagalan kehamilan yang paling umum. Sebanyak 10-25 persen kehamilan ternyata berakhir dengan keguguran (miscarriage). Apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya ? Apa saja yang perlu diketahui perihal keguguran ?

1. Keguguran atau miscarriage adalah keluarnya janin dari rahim sebelum usia 20 minggu, atau berat janin kurang dari 500 gram.

2. Ada beberapa macam keguguran. Diantaranya keguguran lengkap (complete), keguguran tidak lengkap (incomplete), keguguran yang sedang berlangsung (incipiens), dan terancam keguguran (imminens).

3. Untuk menentukan apakah kegugurannya lengkap atau tidak lengkap, diperlukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini juga menentukan apakah perlu dilakukan kuretage (penguretan).

4. Keguguran lengkap terjadi ketika seluruh hasil konsepsi (janin) keluar. Keguguran jenis ini tidak membutuhkan tindakan kuretage.

5. Keguguran tidak lengkap adalah keguguran di mana tidak semua hasil konsepsi (janin) dikeluarkan dan masih ada yang tersisa di dalam rahim. Keguguran jenis ini membutuhkan tindakan kuretage untuk membersihkan hasil konsepsi yang masih tersisa.

6. Pada keguguran lengkap dan keguguran tidak lengkap, terjadi banyak perdarahan dan muncul rasa mulas. Begitu juga pada keguguran yang sedang berlangsung.

7. Sama halnya dengan keguguran tidak lengkap, tindakan kuretage diperlukan untuk keguguran yang sedang berlangsung (incipiens)

8. Keguguran imminens adalah keguguran di mana janin masih hidup, tetapi terjadi perdarahan.

9. Pada keguguran imminens, perdarahan memang hanya sedikit dan tidak terasa mulas.

10. Treatment untuk keguguran imminens adalah bedrest, diberikan obat-obat penguat kehamilan, dan obat-obat antikontraksi. Keguguran imminens bisa berakhir dengan kehamilan yang normal atau berkahir dengan keguguran.

11. Ada beberapa penyebab keguguran, di antaranya janin yang tidak berkembang, karena kelainan genetik atau infeksi virus, dan karena kelainan pengentalan darah.

12. Janin tidak berkembang juga bisa disebabkan oleh faktor genetik, bisa juga karena faktor infeksi, seperti TORCH (toksoplasmam rubella, cytomegalovirus/CMV dan herpes simplex).

13. Ada juga keguguran di mana janin masih hidup, tapi ari-arinya terlepas, sehingga akhirnya terjadi keguguran karena janin tidak mendapat suplai makanan. Tapi, ada juga janin yang memang tidak berkembang sehingga mau tidak mau dikeluarkan oleh tubuh.

14. Ari-ari memang membutuhkan waktu agar bisa menempel secara maksimal di rahim. Biasanya, ari-ari akan menempel secara maksimal pada usia 12 minggu kehamilan. Kalau sebelum 12 minggu kehamilan sudah terjadi gangguan penempelan ari-ari di rahim, maka ia akan terkelupas dan terjadi keguguran.

15. Ari-ari bisa terlepas secara spontan karena pengelupasan, bisa juga karena mekanik, misalnya terkena benturan.

16. Secara umum, gejala keguguran yang kerap dirasakan wanita hamil adalah rasa mulas yang sangat, meskipun ada juga yang tidak merasakannya, serta sakit di punggung (back pain).

17. Jika proses kuretage-nya dilakukan secara benar oleh orang yang ahli, bersih, dan tidak terinfeksi, tidak akan menimbulkan masalah dan setelah tiga bulan, mereka boleh hamil lagi.

18. Kuretage yang beresiko adalah kuretage yang dilakukan di tempat yang tidak steril oleh orang yang tidak ahli. Akibatnya bisa terjadi infeksi dan perlekatan pada rahim, sehingga menyebabkan sulit punya anak.

19. Biasanya, setelah keguguran, disarankan tidak hamil dulu selama tiga bulan untuk melihat apakah ada kelainan-kelainan yang harus dikoreksi.

20. Kelainan yang dimaksud adalah, misalnya, jika ada infeksi TORCH. Maka infeksi TORCH-nya harus diobati terlebih dulu.

21. Darah yag keluar seminggu hingga dua mingu setelah keguguran dan dilakukan kuretage masih wajar jika terjadi. Pasalnya, kuretage tidak mengerok semua sampai habis, hanya 80-90 persen yang dikeluarkan. Sisanya adalah darah nifas.

22. Namun jika perdarahan masih juga berlangsung sampai lebih dari dua minggu, perlu kontrol lagi. Setelah kembali mengalami menstruasi, baru dianggap sudah normal. Kalau belum menstruasi, bisa terjadi perlengketan.

23. Jika anda mengalami keguguran berulang, harus segera dilakuka pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada masalah dengan faktor-faktor yang menyebabkan keguguran, seperti faktor genetik atau kekentalan darah.

24. Untuk faktor genetik, pada perempuan memang tidak bisa dilihat, tapi untuk laki-laki, bisa dilakukan analisis sperma.

25. Jika memang ditemukan virus TORCH, maka harus diobati sampai tuntas. Begitu juga kalau ada kekentalan darah, harus dilakukan treatment, entah dengan pemberian obat anti kekentalan darah, dan sebagainya.


Kurir ASI Jakarta by amura courier : solusi cerdas untuk wanita karir dan ibu menyusui. Tlp & sms : 085695138867



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

fixedbanner